Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Malu


__ADS_3

"Gila kamu mas,kalau ada yang masuk tadi bagaimana" ujar Nia setelah selesai merapikan pakaian nya.


"Hahaha..... sesekali bermain ekstrim sayang,kalau untuk masuk tidak akan ada yang berani,tapi kalau kamu tadi mendesah keras aku yakin Siska pasti dengan di luar" goda Om Ben membuat wajah Nia memerah


"Beneran mas?"


"Hmmm.... ruangan ku tidak kedap suara sayang jadi bisa mendengar jelas kalau suara ******* keras"


"Aduh mas,aku malu kalau begini"


"Tapi tadi kamu tidak keras kok mendesah nya"


"Itu kan kata kamu,gimana kalau bu Siska nguping?


"Hahaha itu derita dia sendiri lah,siapa suruh ngupingin kita, orang kita suami istri" jawab om Ben dengan santai nya membuat Nia kesal.


"Gimana kalau bu Siska denger mas,aku kan malu,baru sekali ke kantor sudah begini"


"Nggak papa sayang,biasa saja"


"Jadi kamu sudah biasa main di kantor mas?" tanya Nia sambil melotot kan mata nya


"Bukan begitu"

__ADS_1


"Jujur mas,kamu sudah biasa main di atas meja itu" tunjuk Nia membuat om Ben serba salah


"Tidak sayang, sumpah!! baru sama kamu,aku saja bingung kenapa aku begitu menginginkan kamu tadi,aku tidak pernah bermain di kantor hanya kamu" bujuk Om Ben


"Benar??"


"Aku berani sumpah sayang,cuma kamu"


"Ah....kamu membuat mood ku buruk saja mas,aku mau makanan tapi jangan minta bu Siska yang membelikan nya kamu saja aku tunggu di sini" ketus Nia membuat Om Ben mengusap wajah nya.


"Tunggu sebentar ya,aku keluar dulu,kamu mau apa?"


"Terserah!"


****


"Untuk laporan yang ini kamu bisa minta tolong pada pak Fahmi, karena dia yang tau rincian uang nya Shel" ujar pak Fajar bos ruangan Shela


"Harus pak Fahmi pak?" tanya Shela


"Iya, beliau yang tau jumlah uang keluar dan masuk di perusahaan ini,nanti kamu juga harus minta persetujuan belum untuk mengeluarkan sejumlah uang pembelian Ac ruangan kita karena Ac yang lama sudah rusak" jelas pak Fahmi lagi


Shela terdiam apa dia harus menemui pak Fahmi siang ini, sebenarnya dia tak ingin bertemu suaminya itu jika di kantor karena bagaimana pun juga pasti Shela grogi tapi mau bagaimana lagi untuk pekerjaan nya mau tak mau dia akan menghadap sang suami.

__ADS_1


"Tok....tok..."


"Masuk"


"Maaf pak mengganggu"


"Ada apa?" tanya Fahmi tak mengalihkan pandangannya dari komputer nya


"Ini pak saya mau minta tolong cara menghitung ini, karena ada beberapa Ac yang harus di ganti di ruangan" ujar Shela pelan


Fahmi mengambil berkas di tangan Shela lalu melihat nya sejenak.


"Sini saya ajar kan" ucap Fahmi membuat Shela berjalan mendekati Fahmi.


"Ini kamu hitung dulu,nanti setelah tau berapa perkiraan nya kamu kali kan dengan yang ini ya,terus jangan lupa upah tukang nya" ujar Fahmi dan diangguki Shela pelan,Fahmi menatap pada Shela yang sedang menunduk memperhatikan penjelasan nya tak sengaja Wajah Fahmi melihat jelas bagian gundukan Shela yang terlihat saat dia menunduk kan tubuh nya.


Fahmi mengalihkan pandangannya dan beberapa kali menelan saliva nya,tak dia pungkiri milik Shela sangat indah memang dia merasakan Shela saat mabuk tapi melihat dada Shela yang mulus dia bisa membayangkan hal negatif.


"Lain kali jangan pakai pakaian begini,kalau lelaki lain yang lihat dia bisa bernafsu" ucap Fahmi membuat Shela otomatis menutup dada nya.


"Maaf pak"


"Untung saya suami kamu kalau lelaki lain sudah pasti akan melahap mu atau berfantasi dengan kamu" ingat Fahmi lagi dan diangguki Shela.

__ADS_1


Setelah urusan Shela selesai dia segera pamit,Shela takut berlama-lama di ruangan Fahmi takut kalau orang akan curiga.


__ADS_2