
"Bagaimana bisa pergi yah? apa nggak ayah larang mama Dina" ujar Nia melalui sambungan telepon nya
"Kamu tau sendiri kan sifat mama tiri mu itu bagaimana, apalagi sekarang Carla menikah dengan Pieter membuat nya merasa paling kaya raya"
"Tapi kan bisa di bicarakan yah"
"Sudah tapi dia ngotot ingin bercerai dari ayah,ayah rasa juga sudah tidak kuat dengan kelakuan ibu dan anak itu Ni biarkan saja mereka berbuat semaunya,ayah akan urus perceraian secepatnya"
"Sudah ayah pikirkan matang-matang yah,bukan nya aku melarang tapi aku khawatir jika ayah sendiri di rumah aku takut ayah malah sakit"
"Ayah masih kuat nak, mungkin tahun ini saja ayah bekerja dan ayah ingin kembali ke kampung halaman kita,ayah ingin di hari tua ayah tenang tanpa memikirkan kehidupan dunia"
"Kalau memang itu yang menjadi keputusan Ayah aku tidak bisa berbuat apa-apa,aku berdo'a untuk kesehatan ayah dan kelancaran semua nya, tapi jika ayah berubah pikiran dan ingin tinggal bersama ku juga tidak masalah yah pasti Mas Ben mengizinkan nya,ayah bisa menikmati masa tua dengan bermain bersama cucu-cucu ayah nantinya"ucap Nia
"Nanti ayah pikirkan lagi,ayah hanya memberitahu pada mu nak agar kamu tidak mengkhawatirkan ayah,ayah tidak kenapa-kenapa"
__ADS_1
"Iya yah, liburan pekan ini aku akan mengunjungi ayah di rumah"
"Bawa Juna ya,ayah sudah kangen sama cucu ayah itu"
"Iya yah, jaga kesehatan ya jangan terlalu di pikirkan semua nya pasti akan baik-baik saja"
"Iya sayang, terimakasih" ujar pak Bahtiar menutup panggilan nya.
Lelaki tua itu tampak tak begitu memikirkan pernikahan nya ini,dia juga sudah menyerah dengan kelakuan Mama Dina yang sangat sulit di arahkan.
****
Shela membongkar isi lemari mencari pakaian yang serasa masih muat untuk dia kenakan, sejak kehamilan nya semakin membesar Shela menjadi sulit untuk bergerak dia lebih nyaman berdiam diri di rumah saja dari pada keluar.
"Seperti nya dress ini masih muat" ujar Shela sambil mencoba nya dan ternyata memang benar masih muat karena bahan nya keret, memang sedikit ketat tapi masih nyaman untuk Shela kenakan.
__ADS_1
Shela segera mandi dan sedikit berdandan,dia segera bersiap agar nanti Suaminya pulang tidak menunggu nya lama dan benar saja pukul tiga Fahmi sudah pulang ke rumah dia sudah meminta izin pada papa nya untuk pulang duluan karena harus menemani Shela ke butik dan sekaligus cek kehamilan Shela yang sudah lama tidak mereka lakukan.
"Sekalian bawa buku hamil nya sayang kita langsung cek kondisi dedek nya, nanti kita makan malam di luar saja"
"Tapi aku sudah masak mas sayang kalau tidak di makan" ujar Shela membuat Fahmi bimbang dia ingin memanjakan Shela dengan makan malam romantis tapi dia juga tidak ingin Shela kecewa karena sudah masak untuk dirinya.
"Bagaimana kalau masakan kamu di bungkus semua sayang kita mampir di kost mbak Dea,biar ini untuk mbak Dea dan Nisa agar Mbak Dea tidak beli makanan lagi malam ini" usul Fahmi karena memang dia lupa untuk mengatakan kalau tidak perlu masak untuk makan malam mereka.
"Boleh deh, sebentar ya mas aku bungkus dulu" ujar Shela hendak keluar kamar
"Iya, hati-hati sayang jangan tergesa-gesa aku nggak kemana-mana kok tetap di hati mu"goda Fahmi sambil meremas bokong Shela saat sang istri berjalan keluar
"Ih...apaan sih mas, orang mau ke dapur juga"jawab Shela
Suami istri ini semakin hari semakin harmonis,Fahmi saat ini makin mencintai Shela bahkan dia tidak betah berlama-lama jauh dari istri nya ini.
__ADS_1