
"Nggak pulang kamu Mi"? tanya mama nya,dia melihat Fahmi sudah ada di rumah nya.
"Carla selalu marah-marah ma" jawab nya pelan
"Dia lagi hamil,wajar wanita hamil mood nya berubah-ubah lagi pula Carla pilihan mu bukan kamu tidak boleh menyia-nyiakan nya begitu saja, ingat dulu kamu sudah menyakiti Nia sekarang kamu justru mengabaikan Carla, kasihan istri mu mi" ujar sang mama membuat Fahmi bingung di satu sisi dia semakin tertekan oleh ulah Carla dan di satu sisi lagi dia sudah bersalah pada Shela sudah merenggut keperawanan wanita itu.
"Pulang nak, istri mu di rumah menunggu mu" nasehat sang mama
Fahmi beranjak malas dari ranjang nya.
****
"Sayang jangan dandan nya terlalu cantik nanti malah banyak yang naksir" ujar Om Ben seakan tidak rela jika kecantikan sang istri di nikmati oleh orang lain.
Ini malam di mana perayaan ulang tahun sang mama semua anggota keluarga besar berkumpul.
__ADS_1
"Kamu lama-lama semakin bawel mas, nggak mungkin aku ke sana memakai daster apa kata Keluarga mu"
"Ya tapi pakaian nya jangan terlalu terbuka,aku tidak suka!,ganti yang lain" pinta om Ben saat melihat sang istri memakai gaun panjang dengan belahan di paha nya menampakkan paha mulus Nia.
"Mas ini acara pesta loe tidak akan ada yang memperhatikan ku"
"Siapa bilang? kamu seorang istri dari pengusaha ternama sayang, sudah pasti kamu yang jadi pusat perhatian nanti, menantu satu-satunya" jelas Om Ben membuat Nia berdecak sebal melihat keposesifan sang suami.
"Cukup aku yang tau bentuk di dalam nya,ganti!" perintah om Ben tegas
"Lalu aku harus pakai apa di acara mama? baju panjang celana training" kesal Nia membuat Om Ben tertawa
"Iya aku juga serius" jawab Om Ben berjalan ke arah lemari pakaian mereka dan mencari gaun yang belahan nya tidak terlalu tinggi, Menyesal om Ben tidak membelikan Nia gaun untuk acara mama nya malam ini.
"Ini saja tidak terlalu mencolok,oh ya riasannya biasa saja sayang" ingat om Ben lagi
__ADS_1
Nia memakai gaun peach pilihan sang suami, meskipun belahan pahanya tak terlalu tinggi tapi cukup mengekspos bagi punggung Nia yang putih sempurna tanpa cacat.
"Ayo mas nanti kita telat" ajak Nia, Om Ben tertegun melihat sang istri berdandan rapi dan cantik tapi saat melihat ke punggung belakang Nia membuat om Ben kesal apalagi sang istri mengikat rambut nya tinggi sehingga siapa saja akan tertarik dengan leher jenjangnya.
"Lepaskan ikatan rambut mu " pinta om Ben
"Apa lagi sayang" ujar Nia kesal
"Ikatan rambut nya di lepas atau baju nya ganti"
"Bukan nya ini pilihan kamu?"
"Tadi aku tidak melihat belakang nya"
Nia menghela nafas panjang mau tak mau dia melepaskan ikatan rambut nya karena untuk mengganti pakaian sudah tidak ada waktu lagi bisa-bisa mereka terlambat datang.
__ADS_1
"Jangan pergi ke mana-mana nanti,cukup berdiri di sebelah ku" ujar Om Ben sambil menggenggam tangan Nia
Nia suka sikap posesif om Ben menandakan kalau dia takut kehilangan Nia,tapi Nia sedikit gerah karena Om Ben selalu menampakkan sisi romantis nya pada semua orang,Nia takut jika banyak yang menggemari suami nya ini.