
Nia keluar dari ruangan periksa dan berpapasan dengan Fahmi membuat jantung Fahmi berdegup kencang,kali ini bukan karena masih memiliki perasaan pada Nia tapi takut jika Nia menanyakan siapa perempuan di sampingnya ini.
Nia menatap Fahmi yang terlihat menuntun Shela untuk duduk bahkan Shela terlihat tenang sambil menggenggam tangan Fahmi sedangkan Fahmi menghela nafas berat, apakah kali ini Nia akan melaporkan pada Carla dengan apa yang di lihatnya ini.jika ia mungkin sudah saat nya Carla tau kalau Fahmi memiliki istri selain dia.
Nia tampak berbisik pada Om Ben lalu segera pergi.
"Mas kenapa jadi pucat gitu,mas sakit?" tanya Shela dan di jawab gelengan oleh Fahmi
"Ibu Shela" panggil sang suster
"Sayang nama kamu" ucap Fahmi.
****
"Siapa perempuan itu ya mas?"
"Mana aku tau sayang kenapa tadi tidak kamu tanyakan langsung saja"
"Aku tidak ingin berurusan lagi dengan dia maupun Carla"
"Jadi biarkan saja sayang,jika Fahmi menikah lagi berarti karma buat Carla" jawab Om Ben santai
"Husfff...... nggak boleh ngomong gitu mas, bagaimana pun Carla adik tiri ku"
"Tapi dia tidak menganggap kamu kakak tiri nya jadi tidak usah di pikirkan sayang, biarkan saja dia menjalani kehidupan nya sendiri anggap kita tidak tau apa-apa,jangan bicara apapun karena percuma Carla orang nya keras kepala" jawab Om Ben,tapi tetap saja Nia tidak bisa bersikap cuek,dia penasaran dengan perempuan hamil yang berada di sebelah Fahmi,jika adik nya Fahmi tidak memiliki adik perempuan setau Nia,jika sepupu tidak mungkin Fahmi yang menemani nya,lalu siapa?
__ADS_1
"Hufs......" Nia menghela nafas panjang memikirkan nya.
***
"Sudah mas ini sudah terlalu banyak" ucap Shela
"Cemilan nya sayang"
"Sudah mas ini saja sudah dua keranjang, bingung nanti di letakkan di mana"
"Nanti kita beli lemari lagi sayang khusus buat taruh cemilan"
"Mubazir mas,lagi pula rumah kita kecil nanti tidak muat"tolak Shela
"Jadi kamu mau rumah yang besar sayang? maaf ya aku belum bisa beli yang besar tapi do'a kan saja secepat nya bisa di beli"
"Aku juga ingin hidup kamu dan anak kita nanti enak sayang,aku ingin kalian tidak kekurangan apapun"
"Aku tidak butuh kemewahan mas, yang aku butuhkan hanya ketenangan dengan kamu aku menemukan semua nya" ujar Shela menatap Fahmi dengan tulus.
Fahmi mengusap wajah Shela lembut dan tersenyum.
"Makan dulu sayang nanti sampai di rumah kamu tinggal istirahat saja"usul Fahmi dan diangguki Shela setuju.
****
__ADS_1
"Tidak masuk!!kemana dia?"tanya Shela ketus
"Mana saya tau bu, bukan nya tadi ibu bilang kalau ibu istri pak Fahmi jadi seharusnya ibu tau di mana pak Fahmi sekarang bukan malah tanya ke saya" jawab salah satu resepsionis itu tak kalah ketus
"Hey....sopan sedikit ya kalau bicara,kamu anak baru ya, nggak tau sama saya!!!"kesal Carla
"Saya lama bekerja di sini bahkan saya kenal dekat dengan pemilik perusahaan ini jadi jangan macam-macam kamu kalau tidak mau di pecat,suami saya menjabat penting di sini!" ancam Carla
"Kalau ibu nanya nya sopan dari awal ke saya pasti saya jawab sopan juga tapi ibu nya udah ngegas duluan"
"Kurang ajar kamu, saya pasti kan kamu di pecat hari ini juga" kesal Carla
"Suami ibu manager di sini bukan pemilik perusahaan yang bisa main pecat seenaknya dan satu lagi kalau ibu mau di hargai ibu hargai juga orang,jangan egois"jawab nya membuat Carla geram
Carla menghentak kan kaki nya kesal dia berjalan menuju Lift dan memencet tombol 25 di mana ruangan Mr.Pieter dia ingin resepsionis baru itu di pecat sekarang juga bagaimana pun cara nya dia ingin Me.Pieter mengusir nya.
"Mana Mr.Pieter?" tanya Carla pada perempuan yang duduk di kursi Ambar, mungkin mengganti kan posisi Ambar atau apalah Carla juga tidak mau tau.
"Maaf dengan siapa?"
"Carla"
"Nanti saya sampaikan ya bu,Mr.Pieter sedang tidak ada di tempat beliau sedang ada acara di luar kantor"
"Jangan bohong!"
__ADS_1
"Kalau ibu tidak percaya tunggu saja di sini sampai beliau datang"
Lagi-lagi Carla harus menelan kecewa tapi dia tidak putus asa,besok dia akan kembali lagi untuk menemui Mr.Pieter dan Fahmi untuk hari ini dia akan pulang terlebih dahulu,Carla masih memberikan waktu sampai hari ini untuk perempuan itu bekerja.