Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
hukuman ambar


__ADS_3

"Mas,,ayah bilang Carla bercerai dengan Fahmi"


"Terus??"


"Kasihan mas,aku juga prihatin kenapa mereka bisa bercerai"


"Sudah lah sayang, tidak usah di pikir kan dia kamu tau sendiri kan Carla itu bagaimana licik nya kalau dia bercerai dari Fahmi aku rasa dia nya yang bermasalah"


"Apa mungkin Fahmi selingkuh mas dengan perempuan yang kita lihat tempo hari?"tanya Nia penasaran


"Bisa jadi,lagi pula Fahmi selingkuh juga mungkin karena Carla yang terlalu mengekangnya,kita tidak tau cerita jelas nya sayang jangan menghakimi seseorang, meskipun aku tidak suka pada Fahmi tapi aku lebih tidak suka dengan cara Carla yang menurut ku terlalu sombong" jelas Om Ben lagi


***


"Sakit Mas, tolong lepas kan aku" isak Ambar


"Sakit??? hahaha! aku rasa ini setimpal lah dengan apa yang aku berikan pada mu selama ini bukan!"


"Hmph ...."Mulut Ambar sudah disumpal kain, dia ingin berteriak namun tidak bisa mengeluarkan suara.


"Sakit, kan? Ini adalah hukuman untukmu karena berani bermain api di belakang ku"Mr.Pieter menggoyangkan pinggulnya maju dan mundur dengan kencang. Ambar yang tangan dan kakinya diikat pun hanya bisa menerima semua ini dengan tidak berdaya.


Mr.Pieter menggeram pelan, seraya dengan cairan panas yang mengalir ke tubuh Ambar. Ambar pun hanya bisa menutup mata dengan putus asa.

__ADS_1


Berkali-kali sudah Ambar di setubuhi Mr.Pietee seperti binatang tanpa ampun,Ambar sudah tidak sanggup lagi menahan semua ini,tapi dia tidak bisa lari dari lingkaran ini karena Mr.Pieter mengurung nya di sebuah apartemen dan hanya satu orang pembantu yang boleh masuk memberikan makan untuk Ambar sedangkan di luar ada dua orang bodyguard yang menunggu nya membuat Ambar tak bisa lari,Mr Pieter lebih kejam dari jelmaan iblis menurut Ambar.


Tangisan Ambar terus terdengar di dalam ruangan kecil itu,Mr.Pieter tak memperdulikan nya.


"Kenapa tidak kamu bunuh saja aku?"


"Terlalu mudah bagi mu untuk mati"


"Kenapa kamu menyiksa ku?" tanya Ambar terus menangis


"Karena kamu berani-beraninya bermain api di belakang ku,aku tau kamu menginginkan Ben kembali tapi seorang Ben tidak akan mengambil sampah seperti kamu,apa yang sudah menjadi milik ku tidak akan mudah pergi begitu saja kecuali aku yang menginginkan kan" ucap Mr.Pieter lalu pergi meninggalkan Ambar yang menangis sendiri.


****


Selesai dengan sarapan nya Shela langsung mandi dan bersiap ke kantor.


"Mas,aku ke kantor ya" pamit Shela


"Sayang kamu sudah bangun?"


"Hmmm.... bahkan sudah siap berangkat mas, sarapan nya aku letakkan di meja makan,kopi nya juga"


"Aku antar!"

__ADS_1


"Tidak usah tidur saja mas,aku tau kamu lelah,aku sudah pesan grab sebentar lagi juga datang"


"Tapi sayang -"


"Tidak apa-apa mas,kamu mandi saja terus sarapan ya,aku bisa sendiri"potong Shela lalu menyalami punggung tangan Fahmi tapi Fahmi segera memeluk tubuh Shela dan menghirup aroma tubuh istrinya ini.


"Sayang,aku akan segera mencari pekerjaan lain jika sudah dapat yang bagus kamu tidak usah bekerja lagi ya" pinta Fahmi


"Mas,aku percaya kamu mas! aku percaya kamu mampu menghidupi aku dan anak kita nanti tapi aku ingin tetap bekerja agar beban yang kamu tanggung bisa berbagi bersama ku dan aku ingin kita sama-sama menikmati hidup ini mas"


"Maaf kan mas sayang belum bisa membahagiakan kamu"sesal Fahmi


"Sstttt.....kamu tau mas menikah dengan mu saja sudah membuat ku bahagia, bekerja bukan beban untuk ku,aku mendapatkan teman, dunia ku tidak terlalu buruk aku bisa merasakan semua kebahagiaan mas,jangan terlalu takut aku bukan wanita yang gampang menyerah mas,aku sudah terbiasa hidup susah jadi tak jadi masalah untuk ku" jawab Shela dengan tersenyum manis membuat Fahmi sedikit lega, istri nya ini benar-benar istri yang sulit di cari mau hidup susah dengan nya.


"Kita mulai dari Nol ya mas semua nya,apapun yang terjadi aku akan tetap mendampingi mu, mensupport mu"


Fahmi mencium kening Shela lembut,dia bahagia sekali, keputusan nya menceraikan Carla dan berhenti bekerja ternyata tak buruk, perempuan lembut di hadapan nya ini selalu ada untuk nya.


"Udah ah...jangan di lihatin mulu aku nya jadi malu,aku berangkat dulu ya mas,grab nya udah di depan,jangan lupa sarapan"ujar Shela mencium pipi sang suami


"Hati-hati sayang sampai di kantor hubungi aku" perintah Fahmi dan diangguki Shela patuh.


Shela melambaikan tangan nya saat keluar dari kamar.

__ADS_1


__ADS_2