Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
rumah sakit


__ADS_3

"Kondisi pasien lemah untuk saat ini pasien harus di rawat insentif dulu bu karena kandungan nya juga ikut melemah, tubuh nya terdapat bekas siksaan" jelas sang dokter


"Kandungan?? anak saya hamil dok"?


"Ya bu, pasien sedang hamil muda saat ini,nanti akan di pindahkan ke ruangan ya"


"Iya dok, berikan perawatan terbaik untuk anak saya nanti akan di bayar semua nya setelah suaminya datang dok" jawab mama Dina tersenyum kecil karena pasti Carla dan Pieter bahagia mendengar kabar ini tapi di mana Pieter saat ini? kenapa Carla bisa sendirian dengan kondisi lemah seperti ini?lalu bekas siksaan itu? apa perbuatan Pieter? tapi rasanya tidak mungkin,apa Carla di culik? pikir mama Dina.


Saat Carla di keluar kan dari ruang tindakan dan akan di pindahkan ke ruangan mama Dina berpapasan dengan Fahmi dan Shela.


"Fahmi" gumam nya pelan tapi Fahmi yang sedang membawa Shela ke ruang bersalin tidak menanggapi mantan mertua nya ini,dia lebih fokus pada istrinya saat ini.


Mama Fahmi juga melihat mama Dina yang sedang mengikuti langkah suster membawa Carla dengan brangkar rumah sakit,apa yang terjadi dengan perempuan itu pikir mama Fahmi.


"Ck... rupanya dia juga sudah selingkuh dari Carla dan sekarang istri nya akan melahirkan! seolah-olah Carla yang salah padahal dia juga selingkuh, untung saja Carla cepat bercerai dari lelaki pelit itu dan bertemu Pieter hingga sekarang bahagia" gumam Mama Dina sombong.


"Bukan kah tadi itu mama nya Carla Mi?"


"Iya ma,aku tidak begitu memperhatikan nya"


"Iya, perempuan yang terbaring di ranjang itu Carla,mana suaminya?"

__ADS_1


"Mana aku tau ma lagi pula meskipun Carla bukan urusan ku" ketus Fahmi membuat mama nya tersenyum kecil karena anak lelaki nya ini benar-benar sudah melupakan Carla, memang Carla perempuan yang tidak baik menurut nya tapi karena rasa tanggung jawab membuat Fahmi mau menikah dengan Carla saat itu.


"Pelan-pelan ya bu,nanti di ajarkan cara mengedan nya, untuk saat ini berbaring dulu ya,kami akan siapakah alat untuk persalinan nya" ujar bidan tersebut ramah dan di anggukki Shela,Shela bukan perempuan cengeng dia terus menahan rasa sakit nya agar Fahmi tak khawatir.


"Bahkan di saat seperti ini saja kamu selalu tenang sayang,kamu memang perempuan yang baik" batin Fahmi melihat wajah sang istri yang mulai memucat.


"Mana yang sakit sayang?" tanya Fahmi sambil terus mengelus lembut perut Shela


"Tidak ada mas,kamu di sini saja ya" pinta Shela dan di anggukki Fahmi,dia memang tidak berniat meninggalkan istri nya ini Fahmi ingin melihat perjuangan Shela untuk melahirkan buah cinta mereka.


****


"Kamu sudah bangun la?"


"Ma... ma-ma"


"Iya la ini mama"


"A-ku haus"


"Sebentar sayang,mama ambil kan minum"

__ADS_1


Carla memijit keningnya sendiri merasa kan pusing, mungkin karena sudah lama tak melihat matahari membuat Carla terkejut saat keluar tadi, tubuh nya pun sudah lemah karena makan tidak teratur.


"Kamu kenapa la?"


"A-ku-aku-"


"Pieter mana? kamu hamil la,kamu hamil anak Pieter, pasti Pieter akan bahagia mendengar kabar kehamilan mu"


"Hamil???"


"Iya sayang,kamu hamil pewaris keluarga Pieter, pasti kamu bahagia kan? Mama juga bahagia mendengar kabar ini,tapi kenapa tubuh mu begini banyak bekas goresan?"


"Ma-a-ku"


"Kenapa sayang"


"Hiks.....hiks.... ak-u, ak-u tidak sanggup lagi menjadi istri Pieter"


"Maksud kamu apa la?" tanya mama Dina terkejut


"Aku ingin bercerai ma"jawab Carla sambil menangis

__ADS_1


__ADS_2