
Shela menggeliatkan tubuhnya karena serasa remuk habis bercinta dengan Fahmi semalam,Fahmi sangat bersemangat hingga mereka menghabiskan waktu sampai 2 ronde dengan durasi yang cukup lama.
Kenapa pak Fahmi tidak pulang ke rumah nya ya,apa bu Carla tidak Marah batin Shela karena dari mereka menikah sampai saat ini Fahmi selalu tidur di sini.
Shela melihat wajah lelaki yang sedang tertidur pulas di sebelah nya ini, wajah Fahmi begitu tampan bagi Shela,dia lelaki yang bertanggung jawab meskipun harus menjadikan Shela istri ke dua Fahmi tidak lari dari tanggung jawab nya.
Shela bangkit dari ranjang nya tapi ************ nya terasa sedikit sakit mungkin karena tidak terbiasa.
"Awww..." ringis nya kecil tapi Shela tetap berjalan ke luar kamar nya,kamar mandi mereka terletak di luar kamar maklum perumahan ini tidak begitu luas meskipun dengan dua kamar yang cukup lumayan lah untuk Shela.
Shela melihat sekujur tubuh nya di hiasi tanda merah bekas karya Fahmi,dia sedikit tersenyum sendiri mengingat betapa panas nya percintaan mereka semalam sampai-sampai Shela kewalahan melayani nafsu suami nya itu.
Rasa bahagia di hati Shela karena Fahmi sudah memberikan nya nafkah batin.
Selesai mandi Shela segera ke kamar dan memakai daster nya hari ini dia masih izin pada atasan nya dengan alasan sakit.
Shela segera masak nasi goreng dan telur dadar karena hanya itu yang ada di dalam kulkas selama menikah mereka belum pernah pergi belanja kebutuhan bulanan karena memang Fahmi belum pernah memberikan Shela uang.
__ADS_1
Shela berniat membangunkan sang suami karena sudah pukul 6:30,Fahmi harus bekerja.
Shela berjalan kearah kamar nya melihat sang suami masih tertidur lelap.
"Pak...bangun ini sudah hampir pukul tujuh" bisik Shela,bukan bangun Fahmi malah menarik Shela ke dalam dekapan nya ntah kenapa bersama Shela,Fahmi merasa menjadi suami sesungguhnya meskipun mereka hanya tinggal di rumah sederhana dan makan apa adanya Fahmi merasa di hargai.
"Pak..ini sudah siang" ujar Shela membuat Fahmi membuka mata nya
"Biasakan memanggil aku dengan sebutan mas bila kita di rumah Shel,aku serasa menikahi anak ku kalau kamu panggil bapak" protes Fahmi membuat Shela tersenyum kecil.
"Maaf... ayo mandi terus sarapan aku akan menyiapkan pakaian kerja mu" ujar Shela
"Tapi pekerjaan anda-"
"Shel kamu lebih penting" potong Fahmi membuat Shela tertunduk malu
"Aku mandi dulu setelah itu kita sarapan" ucap Fahmi bangkit dari tidur nya,Hari ini Fahmi ingin merapikan kamar sebelah untuk memindahkan semua barang-barang nya ke kamar Shela jadi mereka akan satu kamar,Fahmi tak mengerti kenapa hati nya terus berbunga-bunga dari semalam bahkan dia tak sedikit pun merasa bersalah pada Carla.
__ADS_1
Shela memerhatikan sang suami yang keluar dengan handuk nya,Shela lalu menyiapkan pakaian ganti Fahmi.
Ponsel Fahmi berbunyi tapi Shela tak berani mengangkat nya karena yang menghubungi nya Carla.
"Mas... ponsel mu dari tadi berbunyi" ucap Shela saat Fahmi keluar dari kamar mandi
"Siapa?" tanya Fahmi santai
"Bu Carla" jawab Shela pelan tapi Fahmi tak menghiraukan nya selesai memakai baju nya Fahmi segera ke meja makan untuk sarapan.
"Kenapa tidak di angkat mas?" tanya Shela pelan saat ponsel Fahmi berbunyi lagi
"Nanti saja aku hubungi kembali" jawab Fahmi meneruskan acara makan nya
Shela hanya mengangguk kecil tapi tersimpan rasa bersalah di hatinya karena sudah menjadi pelakor dalam rumah tangga Fahmi dan Carla.
"Habis kan makan mu setelah itu kita keluar" ucap Fahmi membuat Shela bingung, mau ke mana suaminya mengajak nya pergi pagi-pagi begini tapi Shela tidak berani membantah dia hanya mengangguk kecil.
__ADS_1
"Terimakasih pak,besok saya akan masuk" ucap Fahmi menutup ponselnya dengan tersenyum kecil,semalam saat dia meminta izin pada Mr.Pieter dengan mengatakan ibu nya masih belum tidak enak badan dan harus di jaga oleh nya Mr.Pieter segera mengirim kan uang sejumlah dua puluh juta untuk Fahmi membawa ibunya berobat meskipun sedikit berbohong tapi hanya dengan cara itu dia bisa menjaga Shela hari ini,Fahmi tidak menyangka Mr.Pieter justru memberikan nya uang karena kemarin pekerjaan nya sudah selesai dengan baik bahkan keuntungan perusahaan bisa dua kali lipat membuat Mr.Pieter puas dengan kerja Fahmi yang tidak neko-neko,dia benar-benar menjaga amanah menjadi manager keuangan.
Karena tangisan Shela membuat Fahmi tidak menghubungi sang atasan kemarin dan pagi ini baru bisa mengucapkan terima kasih,hari ini Fahmi ingin mengajak Shela untuk berbelanja kebutuhan dapur mereka.