
“Aku, Akhmar dan teman- teman lainnya udah lulus kuliah. Dalam hitungan beberapa jam lagi, aku akan terbang ke Swiss untuk bekerja di sana, bersama dengan papaku. Tolong, sampaikan ini ke Akhmar. Aku benar- benar minta tolong sama kamu,” pinta Bajul bersungguh- sungguh.
Aiza hanya bisa diam. Ia pun tidak bisa berjanji.
Perasaan Aiza sedih sekali atas kematian Vito. Sosok yang menjadi korban salah sasaran. Hati Aiza terketuk, ingin tahu lebih banyak tentang Vito. Ini semua juga karena AKhmar adalah sosok yang mudah terpancing amarahnya. Meski Aiza sudah tahu perilaku Akhmar, tapi entah kenapa perasaannya tidak berubah.
“Bisa aku tau dimana makamnya Vito?” tanya Aiza.
“Di TPU pondok jati. Vito ANggara.” Bajul juga menyebutkan tanggal lahir Vito lengkap. Lalu terdengar Bajul menghela napas panjang. “Aku benar- benar berharap sama kamu supaya menyampaikan ini ke Akhmar, Za. Maaf, aku tadi nungguin kamu di depan sekolah, dan aku mengikutimu sampai di warung ini. Ya udah, aku pergi. Waktuku nggak banyak.” Bajul mengemudikan motornya meninggalkan warung.
Aiza melajukan motornya menuju ke tempat pemakaman yang disebutkan oleh Bajul. Entah kenapa hatinya tergerak untuk ke sana. minimal ia ingin memberikan doa untuk Vito di atas tanah kuburan.
Langkah Aiza lebar menuju ke pemakaman. Hingga sampailah ia di sebuah batu nisan bertuliskan Vito Anggara dengan tanggal lahir yang sama disebutkan oleh Bajul. Aiza jongkok di sisi kuburan, menatap agak lama nama itu. ia lalu berdoa, berharap Tuhan akan mengampuni dosa- dosa Vito, dilapangkan kuburnya dan diberikan yang terbaik.
Usai berdoa, Aiza bangkit meninggalkan kuburan. Ia berhenti saat berpapasan dengan seorang pria tampan yang berjalan di lorong tepat pemakaman Vito.
“Akhmar!” sebut Aiza.
Akhmar menatap wajah gadis di hadapannya.
__ADS_1
“Kamu mau ke makam Vito?” tanya Aiza.
Akhmar mengernyit. Kenapa Aiza bisa mengenal nama Vito?
Aiza sebenarnya ingin menyampaikan apa yang dikatakan oleh Bajul, namun urung. Ini waktunya tidak tepat. Akhmar baru saja hendak mendatangi kuburan Vito, mungkin akan mendoakan Vito. Alangkah tidak baik jika Akhmar mengurungkan niatnya karena kabar yang disampaikan oleh Aiza.
Saat ini Bajul tentu sudah berada di pesawat.
Aiza akan mencari waktu lain yang lebih tepat untuk menyampaikan hal itu. Tidak sekarang. Ia melihat sosok yang dingin dalam diri Akhmar sekarang, berbeda dengan Akhmar yang dulu, yang kerap mengejar- ngejar dirinya. Bahkan kini Akhmar pun masih tak bicara.
“Akhmar, aku akan ke Kairo. Aku akan melanjutkan pendidikan di sana,” ucap Aiza.
“Apa kamu nggak akan mengucapkan sesuatu untuk perpisahan?” tanya Aiza yang melihat Akhmar tidak memberi respon.
“Ini artinya harapanmu tercapai untuk bisa ngelanjutin pendidikan di Kairo.” Akhmar tersenyum lepas. Ia bahagia Aiza bisa mencapai cita-citanya.
“Aku… Aku ingin kamu menjadi imamku kelak,” ucap Aiza tak peduli dengan prinsip yang dia pegang selama ini. Dia hanya ingin mengungkapkan apa yang dia rasakan. Dia tidak mau mengalami pahitnya penyesalan, jika saat sudah sampai di negeri orang, barulah ia akan menyesal. Lebih baik bicara jujur. Perasaannya tak menentu setelah mengucapkan kalimat itu.
Akhmar membeku di tempat. Ia benar- benar merasa tidak pantas untuk Aiza, tapi pengakuan Aiza membukakan harapan baru untuknya. Dia memiliki keinginan menjadi pria yang baik untuk Aiza.
__ADS_1
“Benarkah?” Akhmar ingin meyakinkan.
“Tunggu aku! tunggu aku kembali!”
“Abahmu pasti nggak akan merestui kita.”
“Kamu percaya jodoh kan? Jika Allah menghendaki kita berjodoh, maka kita akan dipertemukan di waktu dan tempat mulia yang telah Allah siapkan.”
Mak Jleb. Kata- katanya itu loh, bikin meleleh dan membangkitkan keyakinan.
“Persiapkan dirimu untuk bisa menjadi imam, percayalah abah akan menerima pria yang siap menjadi imam. Orang baik bukanlah orang yang selalu bersikap baik, tapi orang baik adalah yang selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik.” Aiza melangkah melewati Akhmar.
Pria itu menoleh, pandangannya mengikuti gerakan tubuh Aiza yang meninggalkannya. Akhmar tersenyum bahagia.
Baik, aku akan persiapkan diriku untuk menunggu kedatanganmu dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik.
I love you, Aiza.
***
__ADS_1
Bersambung