Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf
33. Mengaji


__ADS_3

"Lo mau cariin apa enggak? Kalau nggak mau, biar gue cari sendiri aja." Akhmar mulai jengah.


"Maulah. Mau banget. Gue seneng pokoknya kalau lo lebih deket sama bacaan yang bagus- bagus begitu. Udah sejak lama gue kepingin ngeliat lo begini, Mar. Yuhuuu..." Bajul girang sekali.


"Gue takutnya Akhmar kepentok tinga listrik ini, makanya isi palanya agak geser dikit," celetuk Atep sambil mengacak rambutnya yang mirip ala cowok korea gitu.


Akhmar hanya melirik sekilas ke arah Atep, untung ia masih punya segelintir kesabaran. Kalau tidak, tentu ia sudah memotong sedikit ujung hidung Atep dan dijadikan untuk menakut- nakuti tikus.


Bajul segera membuka hape, berselancar untuk mencari aplikasi Al Quran, memilih rating tertinggi, ulasan yang bagus- bagus, serta jumlah orang yang download juga mencapai ratusan juta. Pasti mantul.


Bajul mengirimkan aplikasi yang sudah dia download ke hape milik Akhmar.


Gegas Akhmar membuka aplikasi tersebut.


Ekspresi wajah Akhmar langsung ditekuk.


"Jangan ngaco! Ini gimana gue bisa bacanya? Tulisan Arab semua. Yang ada tulisan latinnya lah!" titah Akhmar mendominasi. Ia langsung menghapus aplikasi yang batu saja ia download itu.


Bajul menggaruk kepalanya sambil cengengesan. Lalu mencari aplikasi lain dan kembali mengirimkannya kepada Akhmar.

__ADS_1


Atep terkekeh. "Heran gue, lo kesambet apa sih minta aplikasi gituan? Lo mau baca Al Quran? Sejak kapan suka baca itu?"


Akhmar hanya melirik sebentar ke arah Atep, kemudian membuka aplikasi yang batu saja dikirim oleh Bajul. Di sana menunjukkan tulisan Arab, tulisan latin, dan lengkap dengan artinya. 


"Oke, sip. Sekarang lo cariin gue instagram. Buruan!" Akhmar menyerahkan hape nya kepada Bajul.


"Mau nge hits juga nih lewat instagram? Mau eksis di sosmed?" Bajul menginstal aplikasi yang diminta oleh kepala geng. Tak mungkin ia menolak permintaan si bos, lehernya bisa patah kalau membantah.


Akhmar lalu membuat akun di instagram, mulai berselancar, mencari nama akun Aiza Hulya. 


Halah, Akhmar merasa jadi seperti orang begok dengan menuruti kemauan Aiza, tapi anehnya ia tak kuasa membantah. Seperti ada kekuatan magic dalam diri Aiza yang dengan Kuasa Tuhan, gadis itu mampu menaklukkan lawan bicaranya.


'Hanya manusia beriman yang mengingat Allah'


'Kematian pasti akan datang, kurangi menyakiti hari orang'


'Manfaatkan waktu di dunia yg hanya sebentar, akan menjadi sia- sia waktumu pada kegiatan yg tak bermanfaat'


'Jangan sia- siakan hidup hanya untuk keindahan duniawi'

__ADS_1


Akhmar keluar dari instagram. Beralih ke aplikasi Al Quran. Ia mencari surat Al Balad, yang baru dia ketahui jumlahnya ternyata ada 20 ayat. Setiap ayatnya pendek.


Akhmar mulai menghafal, hanya dalam hitungan menit, ia sudah berhasil menghafal lima ayat.


Hmm... Ternyata mudah saja menghafal ayat. Kalau begini mah, dua hari saja pun ia akan sanggup menghafal surat itu.


Akhmar menyalakan murotal, suara merdu pria yang membaca surat Al Balad pun menggema. Batin Akhmar mengikuti lafaz yang dibacakan oleh murotal tersebut.


Mendengar suara orang mengaji yang bersumber dari hape milik Akhmar, Atep dan teman- temannya bertukar pandang. Mereka lalu saling berbisik.


"Wah, kayaknya ada yang barusan mimpi kematian nih. Mulai tobat tuh."


"Bukannya tobat, tapi lagi nyari karomah."


"Astaghfirullah. Jantung gue kempot- kempot ini."


Menyadari menjadi bahan pembicaraan teman- temannya, Akhmar mematikan murotal. Ia baru sadar bahwa suara murotal pasti terdengar asing di antara mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2