
Akhmar berdiri di tengah- tengah ruangan kamar tempatnya mengontrak. Bola matanya mengitari seisi kamar, benar- benar jauh dari kata baik. Beberapa cat dinding sudah mengelupas. Sisi dinding dekat pintu dicoret-coret dengan pena tak beraturan. Lemari sudah sangat usang dan bawahnya digerogoti rayap. Tidak ada kipas angin, apa lagi Ac.
Akhmar melempar koper asal- asalan. Lalu menghempaskan tubuh di atas kasur leseh berukuran kecil yang diletakkan begitu saja di lantai. Ia tidak mau ngekos di rumah Mang Usup, bisa-bisa ia diseret Papinya Alya jika beliau menemukan dirinya di sana, lalu disuruh menikahi Alya. Mana mungkin Akhmar mau menikahi gadis itu.
Tak apa tinggal di tempat bau dan panas, yang penting dia bisa hidup. Dia bukan laki-laki cengeng, dia terbiasa hidup keras. Tinggal di tempat kumuh lagi pengap tidak membuatnya patah semangat. Dan ia hanya perlu membuka kaos lalu bertelanjang dada di saat kepanasan.
Bajul-lah yang membantunya mencarikan rumah kos, bayarannya murah. Dan itulah hasilnya, sangat miris.
Pikiran Akhmar tiba- tiba tertuju pada nama Aiza. Gadis yang dnegan beraninya memberinya tugas hafalan.
Akhmar membuka sosial media dan mencari- cari nama Aiza. Sederet nama Aiza muncul disana, tapi tidak terlihat wajah si boneka patung yang cantik itu. Bolak-balik Akhmar mengetik nama Aiza, namun tidak menemukan Aiza yang dicari. Entah Aiza mana saja yang muncul.
“Lo punya akun sosmed Aiza kan? Kasih tau gue apa nama akunnya!” titah Akhmar yang telah menempelkan ponsel di telinga dengan mendominasi. Ia sedang menelepon Adnan. “Gue tunggu tiga detik,” ucap Akhmar.
Tidak lebih dari tiga detik, Adnan mengirimkan chat.
.
@Aizahilya
__ADS_1
.
Akhmar mengangguk-angguk mengetahui nama panjang gadis itu. Jari tangannya kemudian men-scroll layar ponsel, mengetik nama Aiza Hilya di instagram. Wajah imut-imut Aiza tampil di sana.
Dan Akhmar membelalakkan melihat follower Aiza yang lumayan banyak. Dia bukan artis, tapi followers nya lumayan. Bahkan setiap foto yang ditempeli caption, dibanjiri komentar yang jumlahnya ratusan bahkan ada yang sampai ribuan untuk foto yang unik dan lucu. Luar biasa.
Akhmar semakin penasaran. Ia menemukan video yang diunggah dan langsung dia buka. Video tersebut memperlihatkan Aiza yang sedang bercengkrama bersama neneknya. Beberapa kali Aiza menciumi sang nenek sembari memeluknya, Aiza juga menunjukkan makanan yang baru saja ia masak yang kemudian ia suapkan ke mulut neneknya. Adegan kasih sayang yang Aiza tunjukkan membuat banyak orang tersentuh hingga komentarnya pun membanjir. Video berdurasi pendek itu memang sederhana, namun menyentuh.
Dahi Akhmar mengernyit melihat keakraban Aiza dengan neneknya. Seperti ada rasa yang aneh lolos dari hatinya. Dan Akhmar tidak mengerti rasa apa itu.
Dahi Akhmar semakin terlipat melihat kemunculan Adnan di sisi Aiza. Lelaki itu mencium punggung tangan nenek Aiza kemudian menyendok makanan yang Aiza masak buat sang nenek lalu melahapnya, membuat Aiza melempar bantal ke arah Adnan.
Akhmar terdiam sejenak membaca caption yang ditampilkan. Kemudian pandangannya kembali ke wajah mungil Aiza, benar-benar menggemaskan.
Dengan lincah, jempol Akhmar menulis komentar di sana.
.
Pewaris surga tidak cukup hanya dengan menjadi manusia baik
__ADS_1
.
Akhmar membaca komentar yang baru saja ia unggah. Ia tidak perlu menunggu Aiza membalas. Ia yakin Aiza tidak akan mungkin membalasnya. Mungkin Aiza hanya akan melotot kesal dan ngedumel sendiri.
Akhmar kemudian menutup Instagram. Ia merebahkan kepalanya yang lelah ke bantal, melempar ponsel ke sisi kepalanya.
Satu demi satu masalah bermunculan, menumpuk di satu waktu. Dan Aiza? Masalah dengan gadis itu pun masih menggantung.
Akhmar memejamkan mata. Menggulingkan tubuhnya di posisi menelungkup. Namun pikiran yang keruh membuatnya kesulitan tertidur. Ia bangkit duduk, beberapa menit kemudian kembali merebahkan tubuh.
Akhmar membuka hape, mulai menyalakan murotal.
Matanya terpejam, namun telinganya mendengarkan ayat- ayat yang dibacakan dan menghafalnya dimulai dari ayat pertama.
Waktu yang tersisa tinggal beberapa hari lagi dan ia harus sudah hafal. Ia yakin akan bisa menyetor bacaannya sebelum waktu yang ditentukan. Otaknya lumayan cerdas. Hanya saja, terlalu malas.
***
Bersambung
__ADS_1
Selalu setia like yups