Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf
13. Teringat Dia


__ADS_3

Akhmar bangkit bangun, mengejar sosok di balik dinding. Tampak Vito, pria pendiam dan penakut yang berjalan menjauhi dengan langkah tergesa- gesa.


Akhmar hampir saja menyeret Vito dan menginterogasi banyak hal, salah satunya apakah Vito mengetahui kejadian yang dilakukan oleh teman- temannya tadi? Namun Vito keburu berpapasan dengan Pak Rt yang sedang mengendarai motor. Vito lalu membonceng motor Pak RT saat mendapat tawaran dari Pak RT tersebut.


Akhmar balik lagi menemui teman- temannya.


"Siapa itu tadi?" tanya Atep.


"Vito."


"Apa dia ngeliat kita lagi make kali ya tadi?"


"Sepertinya begitu. Soalnya dia buru- buru banget kayak ketakutan gitu," jawab Akhmar. "Tapi udahlah, dia kan penakut, mana mungkin dia berani buka mulut." Akhmar melambaikan tangan ke depan wajahnya.


Teman- teman Akhmar terlihat lega.


"O ya Mar, gue tadi lewat depan rumah lo, bokap lo pesan, katanya lo disuruh pulang," ucap Bajul menyampaikan amanah yang dia dengar.


"Widiiih... Udah kayak anak SD aja disuruh pulang," timpal Enyong sambil terkekeh.


Akhmar bangkit bangun, ia langsung menunggang motornya, menyalakan mesin dan mengendarainya menuju jalan raya setelah mengenakan helm.


Sorot matanya tajam menatap ke depan. Ia tidak bermaksud untuk pulang seperti yang diperintahkan Bajul, melainkan melaju menuju ke sebuah persimpangan jalan, dimana sesosok gadis menunggu di pinggir jalan, persis seperti menunggu kang cilok lewat. Keringat sebesar biji jagung sudah membasuh pelipisnya.

__ADS_1


Akhmar menghentikan motornya di depan si gadis, namanya Alya. Mereka sudah janjian akan ketemuan di sana.


Beginilah nasibnya saat harus berpacaran secara bekstreet. Orang tua Alya tidak menyetujui jika Alya berhubungan dengan Akhmar, sebab mereka tahu perilaku Akhmar yang dianggap tak baik dan tak bisa dijadikan imam.


Jadilah mereka berhubungan secara sembunyi- sembunyi.


Akhmar melajukan motornya, membonceng Alya yang memeluknya dari belakang.


Mereka menuju ke diskotik. Duduk sambil minum.


Alya nyender dengan manja di lengan Akhmar yang merentang di sandaran sofa. Gadis itu mengusap dada bidang Akhmar sambil meneguk minuman.


Setelah puas bersenang- senang di diskotik, Akhmar mengantar Alya pulang di persimpangan jalan sesuai permintaan gadis itu. Kecupan singkat di pipi Akhmar yang diberikan Alya menjadi tanda perpisahan. Akhmar kemudian kembali melajukan motornya.


Brak!


Serempetan tak bisa dihindari.


Motor Akhmar huyung ke samping sesaat setelah serempetan dengan sebuah angkot. Lalu tubuh Akhmar terpental dari motor akibat menabrak pohon di tepi jalan.


"****!" Akhmar menatap supir angkot kesal.


Supir Angkot membunyikan klakson.

__ADS_1


"Jangan sembrono di jalan raya! Sembarangan aja!" pekik supir angkot marah. Ia tak mau memperpanjang masalah, lalu kembali menjalankan mobilnya.


"Woi, tunggu! Jangan kabur! Urusan kita belum selesai!" hardik Akhmar kemudian menunggangi motor dan mengejar angkot.


Angkot sudah di depan mata.  Ia menyalip dan menjajari angkot, mengegas- ngegas motor di sisi angkot.


Supir angkot dibuat kesal oleh ulahnya.  Akhmar juga menggedor- gedor kaca mobil dengan tangan kirinya.


Kesal, supir akhirnya menghentikan angkotnya.


“Woi, lu tadi yang salah, main kebut dan nyalip mobil gue sampe nyerempet begitu. Apa yang mau lu cari sekarang?  Cari mati lu?” bentak supir emosi, kepalanya melongok keluar melalui jendela.


“Diem lo!” Akhmar balas menghardik sangat keras.


Gertakan Akhmar yang lebih beringas membuat supir mati kutu, kalah gertak.


Ber sam bung


Cerita ini akan update rajin yah di aplikasi ini yah, maaf, Emma sempat terkendala update cerita ini dikarenakan sesuatu hal. Tetap dukung dan support yah. makasih udah baca dan setia sampai di sini.


Follow instagram @emmashu90


Emma akhir berbagi info di instagram.

__ADS_1


__ADS_2