Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf
139. Dear Pembaca


__ADS_3

Jadi kelanjutan kisah Aiza dan Akhmar sudah Emma posting di aplikasi Noveltoon/Mangatoon yah dengan judul


PENGANTIN ALJABAR


S e g e r a cari judul novel itu di kolom pencarian.


Kalian akan m e n e m u k a n kisah mereka.


Season satu kisah Aiza dan Akhmar s u d a h Emma t u t u p sampai di sini. J a d i season satunya udah close alias berakhir.


Y u k, buruan cari novel itu dan jangan lupa langsung m a s u k i n ke rak perpustakaan dengan cara klik tombol favorit supaya kalian nggak ketinggalan kabar b e r i t a saat update bab terbaru di cerita itu.


Udah banyak y a n g baca j u g a loh. udah banyak yang mampir.


ini cuplikannya :

__ADS_1


Aiza menunduk, manik matanya bergerak melirik ke samping, tepat dimana tubuh gagah Akhmar duduk dengan memakai baju warna senada.  Jantung Aiza deg- degan.  


Couple A mengenakan baju cople- an.  serasi.  Banyak yang memuji.  Namun banyak pula yang mencibir, bahwa Aiza telah mengkhianati calon suaminya dan memilih tidur dengan pria lain sehingga terjadilah pernikahan pengganti.


Aiza terpaku di tempat.  Jantung rasanya tak karuan. Antara berdebar dan deg- degan membaur jadi satu. Perasaan sulit dijabarkan. Bahagia, namun juga merasa tersudut. Iya, Aiza tidak tahu apakah harus senang atau sedih. Tuhan sudah menjadikan pria yang dia cintai sebagai orang yang mengucap ikrar suci qobul, namun disaat yang sama ia juga harus disudutkan oleh pandangan miring orang- orang yang beranggapan kalau dia sudah berkhianat pada calon suami yang sah. Ini menyakitkan. 


Akhmar tidak duduk di kursi pengantin yang sudah disediakan, kursi yang dirias dengan indah, yang tadi diduduki oleh Aldan itu teronggok di sisi Akhmar. Justru Akhmar menduduki kursi yang seharusnya diduduki oleh tamu. Sepertinya Akhmar sengaja menyingkirkan kursi pengantin dan menggantinya dengan kursi biasa.


Ismail membisikkan sesuatu ke telinga penghulu, ia menjelaskan bahwa nama pengantin diganti dengan nama Akhmar Adhyasta.  Kepala penghulu hanya mengangguk- angguk saja.


Seperti sedang menjalani gladi resik paduan suara, Akhmar mengikuti kalimat yang diucapkan oleh pak penghulu, menghafal nama- nama yang seharusnya diturutkan dalam kabul.


Tangan Akhmar kini sudah menjabat pria berusia sekitar tiga puluh lima tahun yang disebut sebagai penghulu dengan posisi duduk di sisi Ismail. Jabatan tangan itu sangat erat dan kuat. 


Akhmar tetap tampak tenang, menatap pria yang menjabat tangannya itu dengan bersahaja. Lalu sederet kalimat yang ditunggu- tunggu pun akhirnya diluncurkan, menggema melalui speaker. 

__ADS_1


"Saudara Akhmar Adhyasta!" sebut penghulu lantang.


"Ya," dijawab dengan lantang pula oleh Akhmar.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Akhmar Adhyasta bin Adam Al Qomar dengan saudari Aiza Hulya binti Ismail dengan maskawinnya berupa cincin, Tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aiza Hulya binti Singa dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


Loh? Kok singa? Aiza kaget seiring dengan gemuruh suara orang- orang berbisik yang bersahut- sahutan, terdengar pula gemuruh tawa dari arah sudut yang dihuni para anak muda.


See you di Pengantin Aljabar


Follow instagram @emmashu90


emma aktif berbagi info di sana

__ADS_1


__ADS_2