Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 101. Bangunlah, jangan tinggalkan aku..!


__ADS_3

"Dia telah.."


"Telah apa? Ada apa dengan Clez?" tanya Zelvia khawatir.


Rero menatap wajah Zelvia sendu, ia memeluk tubuh Zelvia dan menangis di bahunya.


"Nona harus menerima kenyataan ini, Clez sudah meninggal! Dia meninggal, nona..!" jelas Rero yang tidak tega melihat nonanya yang sudah pasti akan syok setelah ia mengemukakan hal itu.


Zelvia mendorong tubuh Rero, "Tidak mungkin, dia masih hidup! Clez masih hidup!" ucap Zelvia dengan pandangan kosong dan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


"Saya tidak berbohong! Clez benar-benar sudah meninggal!" Rero menjelaskan, ia menyeka air matanya.


"Clez itu wanita kuat, dia tidak mungkin meninggalkan aku lebih dulu! Dia lebih muda dariku, seharusnya aku yang lebih dulu menemui ajal!" ucap Zelvia tersenyum, hatinya masih tidak rela Clez meninggalkan dirinya.


"Nona, jangan mengatakan hal seperti itu! Hidup atau mati sudah takdir yang diberikan oleh Tuhan, anda tidak boleh seperti ini, nona! Anda bukanlah nona yang saya kenal!" tegas Rero yang terus mengingatkan Zelvia.


Zelvia masih belum percaya akan kejadian buruk ini, ia menghampiri mayat Clez dan memeluk tubuh Clez yang masih berlumuran darah. "Ayo, bangunlah Clez.. jangan tinggalkan aku!" ucap Zelvia.


Sakit tidak berdarah, itulah yang dirasakan Zelvia saat ini. Sakit batin, bukan raga!


"Nona, sadarlah.. Clez sudah meninggal! Dia tidak akan bangun lagi di dunia ini, nona!" tegas Rero sambil terus mencekam lengan Zelvia pelan.


"Lepas! Lepaskan aku! Jangan sentuh aku! Aku mau Clez! Aku hanya ingin bersama Clez!" teriak Zelvia histeris.


Hati siapa yang tidak hancur? Clez adalah wanita baik hati yang selalu mendukungnya sejak ia bereinkarnasi. Clez rela terluka, ia rela berkorban demi dirinya. Clez sudah menjadi lebih dari pelayan pribadi Zelvia, ia seperti sahabat, saudara, bahkan teman curhat nya.


"Hiks..Clez bangun Clez...hiks" tangis Zelvia tak henti-hentinya.


Prokkk...prokk....prokk... tepukan tangan terdengar dari belakang, sontak Zelvia menoleh ke arah sumber suara tepukan itu.


"Drama yang bagus!" ucap Yustaf sinis.


Zelvia menatap Yustaf dengan tatapan membunuh, ia mengepal tangannya. Di wajahnya, tidak terdapat senyum sedikit pun.


"Ada apa ini? Kenapa tatapan mu seperti singa yang ingin menerkam manusia?" sindir Yustaf.


Zelvia hanya diam, ia mendekati Yustaf dengan tangan kosong, tapi terdapat kebencian di dalam hatinya.


..."Dia adalah orang yang telah membunuh Clez!" itulah pikirannya....


"Berani sekali kau, Lady! Tapi dengan tangan kosong seperti itu, jangan terlalu percaya diri ya!" hina Yustaf yang sudah bersiap memegang pedang tajam di tangannya.


"Nona... itu berbahaya!" Rero berteriak, ia berlari menghampiri nonanya.


"Diam di tempatmu!" tegas Zelvia agak berteriak.

__ADS_1


"Tapi nona--"


"KUBILANG DIAM DITEMPATMU!" teriak Zelvia yang membuat Rero patuh dan pasrah pada ucapan nonanya. Biar begitu, Rero tetap memperhatikan Zelvia dari jauh untuk memastikan keselamatannya.


"Berlagak sombong sekali, nona! Kalau begitu, bisakah anda membuktikan kekuatan anda?" Yustaf tersenyum.


"Aku memang tidak mempunyai kemampuan apapun, tapi setidaknya aku bisa membalaskan dendam Clez!" ujar Zelvia dingin.


Yustaf menatap Zelvia tajam, ia lalu mengeluarkan sihir di tangannya, tetapi.. lagi-lagi ada sihir yang keluar dari tubuh Clez.


Lantas, Zelvia menoleh ke arah pelayan pribadi nya itu. "Apa yang kau lakukan? dasar gila! Dia sudah meninggal!" ucap Zelvia sambil mencengkram lengan Yustaf untuk menghentikan tindakan nya.


Yustaf menurunkan tangannya, "Mengapa? Dia ada dibawah kendali ku, sekalipun kau memohon, itu percuma!" ucapnya tegas.


Zelvia tidak menurut, ia terus mencengkram lengan Yustaf bahkan semakin keras.


"Lepaskan aku! Aku akan mati jika kau berbuat seperti ini..aghh" lirih Yustaf.


Saat Zelvia ingin menyahut ucapan Yustaf, Yustaf sudah terduduk lemas di tanah, ia memegang kepalanya, banyak darah keluar dari mulutnya.


Zelvia terdiam, ia tidak mengerti apa yang terjadi pada tubuh Yustaf.


"Nona, ayo kita pergi segera!" teriak Rero.


Entah sihir apa yang telah Yustaf gunakan, tubuh Zelvia yang sedang berlari menghampiri Rero terangkat ke atas.


"Apa yang kau lakukan pria gila?!" tanya Zelvia terkejut.


"Ini belum selesai, My Lady!" ucap Yustaf.


Yustaf mendekatkan tubuh Zelvia dengan dirinya, ia menghilangkan kesadaran Zelvia sesaat.


"Tidak, nona!" teriak Rero yang bergegas menyelamatkan nonanya.


Tapi terlambat, Yustaf mengambil pisau tajam di saku bajunya, ia hendak menggores tangan Zelvia dan meminum darahnya.


"Aku akan sembuh setelah ini," batin Yustaf.


Namun, suatu cahaya yang menyatu membentuk sebuah elang, lebih tepatnya membentuk elang dan tangkai pohon tiba-tiba saja muncul.


Sebuah kalung berwarna hijau terang, terangkat keluar. sihir yang terdapat pada Kalung giok itu menyerang Yustaf, sampai-sampai raja iblis, salah satu raja yang kuat dari semua ras itu terkena luka dalam.


"Akhhh..." Yustaf menekan dadanya yang sakit itu.


Wushhh...wushh... sihir itu menguasai seluruh lingkungan, bahkan Rero dan pria tua yang dibawa oleh Yustaf tadi pingsan di tempat.

__ADS_1


"Kalung itu..siapa dia sebenarnya?!" gumam Yustaf yang masih terus memegang dadanya yang sedang merasakan sakit yang amat perih.


Yustaf sudah tidak bisa berkata, ia berlari kabur menjauhi Zelvia yang setengah sadar karena pengaruh kalung giok itu.


"Kalau sudah seperti ini, aku hanya bisa kabur" batin Yustaf panik.


"Ingin kabur? Tidak semudah itu!" ucap Zelvia dengan senyum sinis.


Warna mata yang tadinya berwarna biru bercampur ungu indah, seketika berubah menjadi warna hitam lekat.


"Aku tidak akan membiarkanmu hidup, raja iblis!" ucap Zelvia dengan setengah sadar.


Sebuah sayap berwarna cokelat kehitaman keluar dari punggung Zelvia. Walau hanya setengah sayap yang keluar, tapi itu cukup untuk membuat Zelvia terbang ke udara.


"Biarkan aku pergi, maka aku akan melepaskanmu juga!" tegas Yustaf yang sudah diambang kematian.


"Kau pikir, siasat busukmu itu bisa aku percayai dengan mudah? haha..sungguh konyol!" tawa Zelvia menyahut.


Tak lama kemudian, Rero terbangun dari pingsannya. Ia memijit pelipisnya itu dan berusaha untuk berdiri.


"Nona..benarkah itu nona? Zeze?" gumam Rero bertanya-tanya.


Rero melihat mayat Clez, ia sungguh kasihan melihat nonanya yang tersulut emosi dengan rasa sedih yang sudah pasti masih ada di dalam hatinya.


"Clez, seandainya kamu masih hidup!" lirih Rero.


Rero pergi menghampiri Zelvia dan hendak membantunya.


Rero mengeluarkan sihirnya, namun hal tidak terduga terjadi.


Sihirnya terserap oleh setengah sayap yang terdapat di punggung Zelvia. Bahkan, Rero sampai lemas dibuatnya.


"No...na..." ucap Rero terbata-bata.


Zelvia tidak mempedulikan Rero, ia terus mengambil sihir dan mana yang ada dalam tubuh Rero.


Hingga akhirnya, Rero kehabisan sihir dan membuatnya kembali berevolusi menjadi elang seperti awal mula.


"Gawat!" batin Rero dengan tangannya yang sudah setengah sayap.


"Huhhh untung saja! Wujudku hanya bisa dilihat Zeze saja.." ucap Rero pelan.


Brukkk....


"Nona...!"

__ADS_1


__ADS_2