Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 82. Penginapan


__ADS_3

"Jawab!" Tegas Zelvia.


"Bagaimana anda tahu? terlebih, dari gaya dan perilakunya, sepertinya anda orang baru disini" Jawab Minhao.


"Berita mengenai kejahatan mu sudah hampir tersebar di dalam negara! Jadi jangan harap aku ingin menerima murid jahat seperti mu!" tutur Zelvia.


"Ta..tapi nona.." Minhao tidak bisa berkata apapun. Nyatanya, dia memang pria bersifat buruk yang suka melakukan kejahatan.


Zelvia menghela nafas panjang, matanya langsung tertuju pada Annelie, gadis yang tadi meminta tolong padanya.


Zelvia menghampiri Annelie.


"Bangunlah!" pinta Zelvia lembut.


Annelie mengangguk dan bangkit, seketika ia langsung memeluk tubuh Zelvia dengan erat.


"Hiks...terima kasih nona! Terima kasih banyak!" Ucap gadis itu berterima kasih.


"Sudahlah, jangan menangis seperti itu! Sesama manusia sudah sepatutnya kita saling membantu bukan?" Sahut Zelvia tersenyum.


"Hummm...iya nona, tapi tetap saja..anda adalah penyelamat hidup saya!" Annelie terus saja berterima kasih pada Zelvia.


"Minhao Qioan!" teriak Zelvia sembari menoleh ke arah Minhao.


"Ya nona?!" Jawab Minhao tegas.


"Kemarilah!" Lanjut Zelvia.


Minhao menurut dan menghampiri Zelvia dan Annelie. Melihat kedatangan Minhao, tubuh Annelie gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Minta maaflah pada gadis ini!" titah Zelvia pada Minhao.


"Tapi nona--"


"Seseorang yang akan menjadi muridku tidak boleh berperilaku jahat kecuali untuk kebaikan! Sikap mu..sangat tidak sesuai dengan kriteria menjadi muridku!" balas Zelvia.


"Tunggu nona! Sa-saya akan minta maaf" Minhao menunduk.


"Gadis kecil, maafkan aku yang telah memaksamu menjadi kekasihku dari beberapa hari lalu, aku harap kau bisa memaafkan ku!" ucap Minhao seraya membungkuk dengan rasa hormat dan sopan.


Annelie yang tidak terbiasa dengan sikap baik Minhao hanya mengangguk tanpa sepatah katapun.


"Nona, jika sudah seperti ini, bisakah anda menerima saya sebagai murid?" Tanya Minhao pada Zelvia.


"Hah.." Zelvia menghembuskan nafas nya lagi.


"Tapi nona.." sela Minhao.


"Untuk saat ini aku masih belum mempercayai mu!" Imbuh Zelvia sebelum meninggalkan Minhao bersama Clez dan Rero.


"Nona, bagaimana tadi?" Tanya Rero pada Zelvia.


"Hum, entahlah.." jawab Zelvia agak bingung.


"Halo, kita bertemu lagi ya, nona!" ucap Annelie yang ternyata jalannya searah dengan Zelvia.


"Eh, kenapa kau disini?" tanya Zelvia.


"Iya nona, kebetulan aku bekerja di penginapan dekat sini. Kalau nona? Anda tinggal dimana?" tanya Annelie balik.

__ADS_1


"Ha? Penginapan?"


"Ya, di dekat sini ada penginapan. Sekitar 100 meter dari sini juga sudah sampai" jelas Annelie dengan senyum di wajahnya.


"Sebenarnya aku orang baru disini, jadi belum memiliki tempat tinggal yang pasti. Kami bertiga juga sedang mencari penginapan!" jawab Zelvia sambil menoleh ke arah Clez dan Rero.


"Wahh kebetulan sekali! Bagaimana kalau kalian tinggal di penginapan tempat saya bekerja?" tutur Annelie menawarkan.


Zelvia mengangguk, "Boleh" jawabnya.


*


*


*


🍁🍁🍁


Penginapan Wers...


"Nah, sudah sampai.." imbuh Annelie.


"Disini kah tempatnya?" Tanya Clez yang kagum pada keindahan penginapan itu.


"Ya...kalian boleh memesan kamar di sebelah sana ya! Saya harus masuk ke dalam dan bekerja." kata Annelie menjelaskan.


"Oh iya, ambil ini juga! Ini kartu nama saya, siapa tahu kalian membutuhkan saya yang merupakan pegawai disini!" tambahnya.


"Terima kasih" ucap Zelvia sambil menerima kartu tersebut.

__ADS_1


__ADS_2