Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 116. Kesaksian Rosella


__ADS_3

Gresya menunduk, ia tidak sanggup menahan tangisnya saat menceritakan tentang keluarganya.


Plukk...


Pelukan hangat dari Zelvia membuatnya kembali tersadar. "Kau pasti sangat menderita," lirih Zelvia pelan.


"Gresya, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Zelvia.


Gresya mengangguk, "Tanyakan saja nona!" ucapnya sambil menyeka air mata.


"Apa wanita selingkuhan ayahmu yang kau maksud itu.. adalah Nyonya Rosella?" tanya Zelvia.


Degg... jantung Gresya berdetak kencang, ia kembali meneteskan air matanya. "Ya, dia yang telah merebut kebahagiaan keluargaku!" jawab Gresya di sela tangisnya.


"Aku membenci golongan penyihir hitam! Apalagi dia! Aku benci dia!" tambah Gresya menekankan.


"Dimana para penyihir hitam yang lain? Dan.. kenapa hanya ada Rosella ada disini? Serta mengapa ia dikutuk?" tanya Zelvia.


"Rosella memang golongan penyihir hitam. Ia adalah salah satu orang yang kalah dari peperangan antara hewan spirit dengan penyihir hitam beberapa puluh tahun lalu. Namun, waktu itu ada seorang manusia yang berbaik hati membantu kami. Ia membantu kami menyerang pasukan penyihir hitam. Rosella yang juga merupakan seorang penyihir hitam tidak ingin terlihat lemah diantara kami para hewan spirit, ia dengan nekat mengeluarkan sihir terlarang dan akhirnya ia dikutuk oleh manusia yang membantu kami dan juga oleh kekuatannya sendiri yang menolak ia menggunakan sihir terlarang." jelas Gresya panjang lebar.


"Lalu, tentang mentalnya, aku pernah mendengar kabar bahwa Rosella memiliki depresi yang cukup parah karena melihat temannya yang mati di depan matanya sendiri." lanjut Gresya.


Jadi begitu.. batin Zelvia paham.


"Uhukk...uhukk.." Rosella mengeluarkan cairan darah dari mulutnya. Ia melangkahkan kakinya menghampiri Gresya dan Zelvia.


"Jangan dekati nona!" tegas Gresya sambil menghalau Rosella dengan tangannya.


Zelvia menatap nalar ke arah Rosella. "Biarkan dia kemari, Greysa!" ucap Zelvia.


"Dia berbahaya nona!" ucap Gresya.


"Tenanglah," sahut Zelvia sambil tersenyum.


Zelvia melangkahkan kakinya ke depan dan ikut mendekati Rosella.


"Katakan, siapa kamu! Aku ingin mendengar penjelasan langsung darimu, Nyonya Rosella!" ucap Zelvia.


"Aku? Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang terpenting aku adalah seorang wanita yang tidak berguna." jawab Rosella.


"Mengapa? Mengapa kau bisa berkata seperti itu pada dirimu sendiri, hm? Dimana kepercayaan dirimu yang tadi?" tanya Zelvia.


Rosella mendongakkan kepalanya perlahan, "Apa kau tidak takut padaku?" tanya Rosella.

__ADS_1


Zelvia menggeleng, "Kenapa aku harus takut? Toh, kita sama-sama manusia." jawabnya.


Bulir-bulir air mata menetes di wajahnya. "Aku ini wanita yang tidak berguna.." ucapnya.


"Aku tidak bisa menyelamatkan para penyihir hitam lainnya." jelas Rosella.


Zelvia berjongkok di hadapan Rosella, dan melihat bola mata wanita tua itu. "Nyonya Rosella, apa yang kau rasakan saat melihat teman-temanmu para penyihir hitam itu mati di hadapanmu?"


DEGG!


Jantung Rosella berdetak kencang mendengar pertanyaan menohok dari Zelvia. Ia kembali menangis sembari berkata, "Tentu saja aku sedih. Tidak, aku merasa diriku tidak berguna! Aku tidak bisa menyelamatkan mereka, teman-temanku" jelas Rosella.


Zelvia menghela nafasnya panjang, "Nyonya, kau sudah tahu rasanya kehilangan bukan?"


Rosella mengangguk pelan, "Ya," jawabnya.


Zelvia meletakkan telapak tangannya di bahu Rosella. "Lalu, apa kau bisa membayangkan bagaimana rasanya seorang anak kecil yang ditinggal kedua orang tuanya?" tanya Zelvia lagi.


"Itu... itu sangat menyedihkan," jawab Rosella.


"Nyonya, kau hanya bisa menjawab hal itu dengan mudah. Namun kau sendiri melakukan hal tersebut, dimana rasa belas kasihmu sebagai wanita?!" tanya Zelvia dengan nada yang mulai meninggi.


"Kau bilang, itu menyedihkan. Tapi, kelakuan mu pada Gresya yang masih kecil sudah keterlaluan! Apa kau tidak memikirkan perasaan Gresya waktu itu, nyonya?!" tanya Zelvia.


Rosella meneteskan air matanya, ia duduk bersimpuh lalu bersujud di hadapan Zelvia.


Zelvia menggeleng pelan, ia tidak habis pikir atas tingkah laku Rosella.


"Yang harusnya kau mohon maaf bukanlah aku, tapi orang yang ada disana!" ujar Zelvia sambil menunjuk ke arah Gresya yang tengah menangis itu.


Rosella mengangguk pelan, dengan langkah lemah dan rapuh, tubuhnya yang sudah tua itu berjalan menghampiri Greysa dan berlutut di hadapannya.


"Maafkan aku.. maaf!" ucapnya menangis.


"Apa kau pikir, aku bisa memaafkanmu semudah itu?" tanya Gresya.


Rosella menggeleng, "T-tidak." jawabnya ragu.


"Tapi... tapi aku akan membayar semua kesalahanku! Aku akan memberikan semuanya untuk anda, aku akan memberikan semua harta, kekuatan, dan segalanya asalkan kau bisa memaafkanku!" jelas Rosella.


"Apapun?" tanya Gresya.


Rosella mengangguk cepat, "Ya, apapun" jawabnya.

__ADS_1


Gresya berjongkok di hadapan Rosella, ia mensejajarkan tubuhnya dengan Rosella yang sudah membungkuk karena tua.


"Kalau begitu, bisakah kau kembalikan nyawa ibu dan nenekku?" tanya Gresya.


Rosella tersentak kaget, tubuhnya lalu gemetar. "Aku.."


"Hahhh..." Gresya menghela nafasnya. Ia lalu menatap ke arah langit.


"Meskipun aku memaafkan kesalahanmu, tapi aku tidak tahu apakah ibu dan nenekku akan memaafkanmu diatas sana!" ucap Gresya.


"Kau merebut keluargaku yang harmonis. Kau menghina ibuku dan menjatuhkan kehormatan nya sebagai wanita."


"Mungkin, keluarga kami hanyalah rubah biasa. Kami adalah siluman yang mitosnya hanya bisa menggoda pria, namun.. tingkah kami tidak lebih buruk daripada kamu!" tambah Gresya.


"Maaf nona... kumohon maafkan aku!" tangis Rosella.


"Semuanya sudah terlambat. Aku mungkin memaafkanmu, tapi tidak tahu dengan ibu dan nenek, ingat perkataan ku ini!" ujar Gresya.


Rosella mengulas senyum pahit di wajahnya.


"Ini semua salahku, aku pantas mendapatkan semua karma ini," ucapnya lirih.


"Terima kasih... terima kasih! Berkat kalian, aku mengerti arti hidupku" ucap Rosella.


Rosella mengeluarkan sihir berwarna putih kebiruan, ia ingin menghancurkan tubuhnya.


"Ny-nyonya!" panggil Zelvia kaget saat melihat Rosella menghancurkan tubuhnya.


"Terima kasih" ucap Rosella untuk terakhir kalinya.


🍂🍂🍂🍂


Serpihan cahaya bertebaran di udara. Tampak berpuluh-puluh inti sihir yang keluar, salah satunya berwarna 'merah' berbeda dari yang lain yang inti sihirnya berwarna biru keunguan.


"Apa ini inti sihir dari hewan spirit sebelum Rosella berubah menjadi manusia kembali?" tanya Zelvia.


"Iya nona" jawab Gresya.


Gresya masih menatap dengan mata yang sendu, ia berusaha menahan tangisnya dengan tersenyum.


Zelvia yang menyadari akan perasaan Gresya lantas memeluknya. "Menangis lah jika kau ingin menangis" ucap Zelvia. Gresya pun mengeluarkan air matanya sambil memeluk Zelvia dengan hangat.


Zelvia lalu memberikan sebagian dari inti sihir yang ia dapat. "Ambil ini, aku tidak mau curang" ucapnya.

__ADS_1


"T-tapi nona, hewan itu adalah hasil berburu nona!" ucap Gresya.


Zelvia menggeleng pelan, "Biar begitu, kau ikut serta dalam menyerangnya. Aku adalah peserta dalam perlombaan ini, aku tidak mau bersikap curang dengan mengambil semua inti sihir ini." ucap Zelvia sambil tersenyum.


__ADS_2