
"Eumm, apa kamu bisa menghapus ingatan seseorang?" Tanya Zelvia.
"A-apaaa...Ja-jangan jangan benar anda memiliki niat buruk pada pria ini!" Sahut Rero takut.
"Aish..jawablah bisa atau tidak? Lagipula dia guruku, tidak mungkin kan aku berbuat jahat padanya?"
"Bisa sih...tapi metode ini sudah lama sekali kupakai" Jawab Rero.
"Sebisanya saja! Jika memang tidak bisa tidak usah"
"Ehh Ze, bisa kok bisa"
Rero mengeluarkan sihir dari kedua sayap elangnya. Ia menghampiri tubuh Pak Ren dan menaruh sihir itu di dalamnya.
"Sudah" Ucap Rero mengangguk.
"Kalau begitu, tolong bawa aku ke ruang kerja Pak Ren"
"Baik..."
Sringgg...
Setibanya di ruang kerja Pak Ren..
"Apa kau mempunyai suatu rencana?" Tanya Rero.
"Tidak, tidak ada.." Jawab Zelvia menggeleng kepalanya.
Zelvia mengangkat tubuh Pak Ren dan membaringkannya di sofa. Ia berencana mengalihkan ingatan Pak Ren di ruang kerjanya. Dengan begitu, Pak Ren mungkin akan berpikiran bahwa memang sedari tadi ia ada di ruang kerja dan ketiduran.
__ADS_1
"Huftt..Ayo cepat kita kembali ke ruangan masing-masing!" Ajak Zelvia.
Rero mengangguk dan mengiyakan perkataan Zelvia. Zelvia dan Rero segera keluar dari ruangan Pak Ren dan kembali ke ruangannya masing-masing dengan hati-hati.
Ruangan Zelvia...
"Hah semoga masih utuh kalimatnya!" Ucap Zelvia sembari mengecek isi bacaan dari lembar yang ia ambil tadi.
Benar saja, lembar itu masih utuh dengan kalimat yang sama dengan yang tadi.
"Aluera...aku tidak akan meninggalkan sedikit pun informasi tentangmu!" Gumam Zelvia.
Setahuku, Dewi kecantikan di negeri ini pernah ku tulis dibeberapa episode dulu karena kehabisan ide. Hal itu juga terkait oleh 'Zelvia Yederina Calliorest yang asli' " Ucap Zelvia.
"Tapi, bisa-bisanya aku lupa siapa dia bagi Zelvia yang asli! Akhhh..." Bingung Zelvia seraya memijit pelipisnya sendiri.
"Hah, "
"Udaranya dingin" Ucap Zelvia sambil menutup jendela ruangannya.
Tess Tess....butiran salju putih kecil terjatuh di kepala Zelvia. Zelvia melihat sekeliling lingkungan nya dan sadar bahwa sekarang sudah musim dingin saja.
"Ah sudah musim dingin ya ternyata?" Ujar Zelvia.
Zelvia membuka lemarinya dan mengambil selimut disana, karena ia lupa bahwa hari ini musim dingin akan tiba, ia jadi tidak membawa jaket saat hendak belajar.
"Huftt" udara dingin keluar dari mulut Zelvia.
"Aku memang terlalu memikirkan banyak masalah sehingga lupa mengenai kebahagiaan dan kesenanganku sendiri" Tutur Zelvia.
__ADS_1
Tok..tok...tok..
"Nona, ini aku.."
"Siapa? Clez kah?" Tanya Zelvia menyahut.
"Iya nona," Jawab Clez dari luar
"Masuklah" Balas Zelvia dari dalam.
Krekkk...
"Hai nona, selamat siang" Sapa Clez.
"Siang juga Clez" Jawab Zelvia tersenyum tipis.
"Nona, tadi aku tidak melihat Tuan Marquess Ren keluar dari ruangan anda. Apakah pelajaran hari ini selesai lebih cepat?" Tanya Clez sembari meletakkan teh hijau hangat di meja.
Ya..Pak Ren adalah Marquess Selodra, nama panjangnya adalah Erseno Ren De Selodra.
"Ehmm iya tadi Pak Ren kelihatan lelah jadi pelajaran selesai lebih cepat" Ucap Zelvia.
"Ouh ya sudah minum dulu tehnya, sekarang sudah memasuki musim dingin lho nona!" ingat Clez.
"Iya terimakasih" Ucap Zelvia.
"Satu lagi, pakai jaket anda ini! Anda pasti lupa membawanya kan? Tadi saya lihat masih tersimpan rapi di lemari Anda!"
"Iya hehe," Jawab Zelvia.
__ADS_1
Seperti ini... membuatku lebih rileks dan nyaman. Sebenarnya pun, bahagia itu mudah. Aku saja yang terlalu memikirkan hal aneh kedepannya, bukan memikirkan kebahagian untuk diriku sendiri...