
Dalam kartu tersebut bertuliskan...
Nama \= Annelie Sena
Umur \= 19 tahun
Tempat tinggal \= Jalan Rosee, block B nomor 5
Bekerja di \= Penginapan Wers, sebagai pegawai
"Jadi namanya Annelie ya," gumam Zelvia.
"Nona, ayo kita pesan kamarnya!" Ajak Clez.
"Iya" jawab Zelvia.
Zelvia dan Clez mendaftarkan diri di bagian pendaftaran untuk mendapatkan nomor kamar yang ingin ditempati. Sementara Rero berjaga di belakang sambil menjaga koper dan barang lainnya juga.
Tidak berselang lama, merekapun mendapatkan nomor kamar masing-masing. Zelvia berada di kamar bagian A nomor 18, Clez berada di bagian A nomor 19, dan Rero berada di bagian A nomor 27, jauh dari Zelvia dan Clez.
"Ayo Clez, kita pergi ke kamar! Aku lelah.." ajak Zelvia.
"Hah?!! Bagaimana denganku?!!!" tanya Rero.
"Nomormu berbeda jauh denganku dan nona, jadi silahkan pergi ke kamarmu sendiri!" sahut Clez.
"Cih"
"Sudah sudah! Berhenti bertengkar!" tegas Zelvia.
"Iya nona," jawab Rero.
"Hehe, iya nona," jawab Clez sambil tertawa kecil.
Setelah sampai di kamarnya masing-masing, mereka bertiga merapikan barang-barang nya dan membersihkan diri di kamar mandi.
Kamar Zelvia...
__ADS_1
"Setelah mandi, aku malah tidak mengantuk..huftt" batin Zelvia.
"Nona..nona.." panggil seseorang dari belakang.
Zelvia memutar bola matanya malas,
"Jangan bersembunyi! Elang bersayap" ucapnya menyahut.
"Heh, nona! Memang ada burung yang tidak bersayap!" Sela Rero.
"Entahlah" jawab Zelvia santai.
"Hemm kalau sudah berubah jadi Rero berarti aku tidak perlu memanggil mu nona bukan?" tanya Rero.
"Ya ya ya...Firex.."
"Namaku Rero!"
"Humm yah sama saja" jawab Zelvia.
"Ze, tadi raut wajahnya kelihatan aneh banget, ada masalah?" tanya Rero.
"Tapi apa?" tanya Rero lagi.
"Rero, kamu itu kan klan elang, apa kau tahu bagaimana klan mu?" Tanya Zelvia balik.
"Kalau itu, aku hanya tahu sedikit. Tidak tahu kenapa aku melupakan hal yang terkait dengan klan ku itu" jawab Rero.
"Lalu, kau tahu tentang apa saja?" Tanya Zelvia kembali.
"Ka-kalau masalah itu.." ucap Rero terbata-bata.
"Tolong beritahu, Rero Aruzzen!" Pinta Zelvia.
"Baiklah baiklah.." Rero mengangguk.
"Di ingatan saya, anda adalah salah satu pemilik kekuatan elang langsung dari keturunannya seperti saya! Bedanya...anda itu tidak sepenuhnya mendapatkan kekuatan itu karena anda bukan elang seperti saya! Jika disimpulkan, anda adalah salah satu pemilik kekuatan keturunan elang yang spesial!" Jelas Rero.
__ADS_1
"Lalu, kenapa waktu itu kau tidak mau memberi tahu padaku?!" tanya Zelvia.
"Bukan begitu nona! Sebenarnya.."
Tok...tok..tok...
"Permisi..." panggil seseorang dari luar.
"Siapa?" tanya Zelvia dari dalam.
"Maaf tuan atau nyonya yang di dalam, saya harus mengantarkan makanan untuk setiap penghuni kamar disini!" jelas orang tersebut dari luar.
"Kau tunggu disini, aku akan mengambil makanannya terlebih dahulu sekalian makananmu juga!" titah Zelvia.
"Ehh aku tidak usah!"
"Sudahlah, bisa saja ada makanan enak seperti ikan" imbuh Zelvia.
Zelvia membukakan pintunya, ia langsung mengambil makanan nya serta meminta makanan untuk kamar nomor 27 juga diberikan dengan alasan penghuninya sedang berada di kamarnya.
"Terima kasih," ucap Zelvia.
"Ya sama-sama" wanita yang mengantarkan makanan itu tersenyum dan meninggalkan Zelvia.
Krekk...
Zelvia kembali menutup kamarnya dan menghampiri Rero.
"Ini punyamu" seru Zelvia sambil memberikan piring yang disediakan untuk Rero.
"Waaaahhh ikan!!" Rero tersenyum senang.
"Tadi saja tidak mau!" ejek Zelvia.
"Hum, tapi ambil ini sisanya! Aku tidak suka sayuran dan nasi ini!" sahut Rero.
"Benar nih?" tanya Zelvia.
__ADS_1
"Ya ya ya, tentu!" Rero menyahut.
"Baiklah, terimakasih!!!" ucap Zelvia tertawa kecil.