Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 117. Perpisahan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, sudah banyak sekali inti sihir yang didapatkan Zelvia. Apalagi, inti sihir dalam tubuh Rosella saat menjadi siluman hewan lumayan banyak.


"Nona, kita sudah berburu tujuh hewan spirit hari ini, bagaimana kalau kita istirahat dulu?" tanya Gresya.


Zelvia mengangguk. Mereka berdua lalu duduk di bawah pohon rindang, dan diatas rerumputan.


Zelvia dan Gresya memakan beberapa buah-buahan disana. Mereka juga menangkap beberapa ikan di kolam dan membuat api lalu memasak ikan-ikan tersebut menjadi ikan bakar.


"Gresya, ngomong-ngomong berapa umurmu?" tanya Zelvia.


"Umur saya?" tanya Gresya memastikan.


Zelvia mengangguk dan tersenyum, "Tentu saja." jawabnya.


"Emm sekira seratus lebih seperti nya," jawab Gresya ragu.


"Oh, begitu ya." sahut Zelvia.


"Apa nona tidak kaget, atau.. curiga kalau saya berbohong?" tanya Gresya.


"Tidak," jawab Zelvia singkat.


"Toh, Rero memiliki umur yang panjang juga, sekitar dua ratus tahun." batin Zelvia.


"Lalu, kalau boleh tahu, umur Nyonya Rosella itu berapa? Mengapa dia masih hidup hingga sekarang?" tanya Zelvia.


"Awalnya dia hanya manusia biasa, karena dikutuk menjadi sebuah siluman, ia jadi mempunyai umur yang panjang. Tapi, tubuh dan wajahnya menua karena masih ada keturunan manusia," jawab Gresya.


Zelvia mengangguk paham, ia lalu bangkit dan melakukan sedikit pemanasan.


"Aku keliling sebentar ya." seru Zelvia.


"Ze...Ze..!" panggil Rero.


"Hmm, ya?" tanya Zelvia.


"Bisakah kau pergi ke sana?! Aku merasakan sesuatu yang menakjubkan disana!" ucap Rero sambil mengerahkan tubuhnya ke arah samping kiri.


"Benarkah? Kalau begitu, ayo!" jawab Zelvia semangat.


Sekitar 200 meter sudah Zelvia tempuh sesuai dengan arahan Rero. Langkahnya kini berhenti saat melihat sungai yang cukup dalam di balik rerumputan.


"Rero, apa yang sebenarnya membuatmu berkata menakjubkan? Tidak ada apa-apa disini!" ucap Zelvia.


"Aku benar-benar merasakan adanya hawa sihir kok disini!" elak Rero.

__ADS_1


"Coba kau mengarahkan tubuhmu ke samping kanan, aku yakin disini ada sesuatu!" ucap Rero.


"Oke oke, baiklah" jawab Zelvia.


"Eh... ini.."


"Indra perasa ku memang tidak salah! Lihat ke depan Ze!" titah Rero.


Kedua bola mata Zelvia terbuka lebar saat melihat setangkai bunga yang mekar dan berwarna putih itu. Wanginya harum dan segar, warnanya pun sedikit mengkilap.


"Wah, cantiknya! Bunga apa ini?" tanya Zelvia, ia hendak menyentuh kelopak bunga tersebut.


"Jangan!" ucap Rero.


Namun sudah terlambat, Zelvia menyentuh kelopak bunga tersebut dan mendekatkan ke hidungnya lalu menciumnya.


"Ada apa? Ini hanya bunga biasa kan?" tanya Zelvia.


"Eh, bagaimana bisa.." Rero menghentikan ucapannya.


"Apa ada sesuatu yang salah?" tanya Zelvia.


"T-tidak!" jawab Rero.


"Zeze, bunga itu adalah bunga milik Ratu air, tapi sihir di dalamnya sepertinya sudah memudar." Jelas Rero.


"Ratu air? Siapa itu?" tanya Zelvia penasaran.


"Berpuluh-puluh tahun lalu, ada seorang wanita cantik nan anggun. Ia mempunyai kekuatan yang spesial yaitu mengendalikan air. Tetapi, karena kekuatannya itu ia dianggap monster oleh semua orang. Akhirnya, ia memutuskan untuk tinggal di perairan berhubung bakatnya yang juga bisa bertahan di dalam air. Bertahun-tahun kemudian, kekuatannya mulai membesar dan ia membuat kerajaan dalam air, bunga yang anda sentuh tadi, sepertinya itu juga bunga air. Namun, tidak ada yang tahu keberadaan Ratu air itu semenjak ada seorang manusia yang mengetahui keberadaannya dan membocorkan rahasia itu pada pemerintah. Ratu air pun menghilang dan sampai sekarang masih menjadi misteri atas hilangnya ratu air" jelas Rero panjang lebar.


"Jadi begitu ya," ucap Zelvia bergumam.


"Kalau begitu, disini sepertinya tidak ada hal spesial. Bunga itu juga sudah memudar sihirnya, ayo kita balik!" ucap Rero.


"Baiklah" jawab Zelvia.


"Tunggu dulu!" tambahnya.


Zelvia memetik bunga yang ia temukan tadi dan membawanya di kotak sihir. Ia lalu kembali menemui Gresya.


****


"Gresya!" panggil Zelvia.


Gresya segera menoleh ke arah Zelvia. "Nona, nona..!" panggilnya balik dengan raut wajah yang panik.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Zelvia.


"Tadi, saat saya sedang duduk di bawah pohon, saya mendengar percakapan beberapa orang yang mengatakan bahwa akses gerbang teleportasi akan segera ditutup, banyak sekali orang yang berbondong-bondong keluar dari hutan ini!" jelas Gresya.


"Maksudmu, akses gerbang teleportasi yang menghubungkan duniaku dengan hutan spirit akan segera tertutup?" tanya Zelvia.


Gresya mengangguk cepat, "Sebaiknya anda cepat pergi ke sana, nona!" ucapnya.


"Bagaimana denganmu?" tanya Zelvia.


Deggg! Gresya menunduk, "Saya tidak apa-apa, nona! Habitat saya memang disini." jawabnya pelan.


Zelvia mendekati wajah Gresya, ia lalu mendongakkan kepala Gresya pelan.


"Ingatlah perkataan ku, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini! Jangan patah semangat, tunjukkan pada mereka yang telah menindasmu kalau kamu kuat!" ucap Zelvia.


Gresya meneteskan air matanya, namun ia kembali menyekanya. "Tentu!" jawabnya percaya diri.


Zelvia menyalurkan tangannya. "Ingatlah, namaku Zelvia! Kelak, panggil namaku kalau kita bertemu suatu saat nanti!" ucapnya.


Gresya mengulas senyum di wajahnya, "Baiklah non.. em Zelvia!" sahutnya.


Zelvia segera melangkah dan pergi menuju ke gerbang teleportasi.


"NONA!" teriak Gresya.


Zelvia membalikkan badannya dan menoleh ke arah Gresya.


"Berhati-hatilah!" teriak Gresya, Zelvia pun menyahut dengan senyuman manis di wajahnya.


*


*


*


Sesampainya di gerbang teleportasi


Benar saja, banyak sekali orang yang sudah mengantri untuk masuk ke dalam sana dan kembali ke dunia manusia.


Gebang teleportasi pun sudah mulai menyimpit dan mengecil. Zelvia, sebagai orang terakhir yang berada disana dengan cepat masuk ke dalam sana.


"Semoga masih sempat!" batinnya.


Zelvia menaikan sihir untuk menambah kecepatannya agar bisa sampai ke dunia manusia dalam waktu yang cepat.

__ADS_1


__ADS_2