Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 23. Upacara kedewasaan Nuriel


__ADS_3

Karena gelar kebangsawanan Zelvia serta Caily juga merupakan bawahan Pangeran Hard, dalam tiga hari Caily dengan cepat di masukkan ke dalam keluarga kerajaan sebagai dayang pribadi Nuriel.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Di kamar Nuriel


Caily sibuk mendandani Nuriel. Tujuannya agar pangeran memuji bakat mendandani Nuriel karena hari ini adalah upacara kedewasaan Nuriel. Sebenarnya upacara kedewasaan nya sudah lewat, hanya saja karena dulu Nuriel tinggal di desa, ia jadi tidak bisa melaksanakan upacara kedewasaan pada waktunya.



"Wah lihatlah Nona! Anda sangat cantik!" puji Caily pada Nuriel.


"Emmm ya, terimakasih" Jawab Nuriel.


"Nona..... sekarang kan upacara kedewasaan nona. Jadi pakailah banyak perhiasan mewah, pangeran pasti akan senang melihatnya"


"Tapi, bukannya itu terlalu mewah?" tanya Nuriel sedikit protes.


"Aduh, itu sih terserah nona. Soalnya nona seperti boneka, jadi saya gak tahan ingin mendandani anda" Sahut Caily dengan senyuman licik sambil menyisir rambut Nuriel.


"Kau ini..... pantas Nona Zelvia sangat menyukaimu. Kau sangat pintar memuji!"


"Makasih nona"


Tok....tok....tok...


"Sepertinya ada yang mengetuk pintu kamar nona" Kata Caily.


"Tolong buka pintunya ya Caily" Pinta Nuriel.


"Baik nona"


"Cuih.... mentang-mentang kekasih pangeran, dia bisa menyuruh ku yang Keluarga bangsawan ini disuruh-suruh? Lagipula...ini hanya sementara. Jika Pangeran Hard sudah bosan, dia pasti akan membuangmu" Batin Caily merasa kesal.


Caily membukakan pintu dan betapa kaget nya dia melihat pangeran mahkota yang dengan rapihnya menunggu di depan pintu kamar Nuriel.

__ADS_1



...~ Pangeran Hard...


"Ekhemm....Pangeran, ada urusan apa ya anda datang kesini?" Tanya Caily malu-malu.


"Aku datang kesini untuk bertemu Nuriel" Kata Pangeran cuek.


"Hard..!" teriak Nuriel sambil berlari.


"Hard, kenapa kau disini? Apa kau sudah gak sabar" goda Nuriel dengan memeluk erat tubuh pangeran.


"Tentu saja aku ingin menemui pujaan hatiku yang cantik jelita ini"


"Ah pangeran~~" Sahut Nuriel tersipu.


"Dasar ******! beraninya kau memeluk pangeran" Batin Caily sembari mengepal tangan kedua tangannya.


"Hei dayang! Buat sayangku, ma- maksudku Nuriel menjadi cantik! kau mengerti?!"


"Iya pangeran" Jawab Caily menunduk.


"Hard....kau mau pergi sekarang?" Tanya Nuriel dengan tatapan memelas


"Aishh...nakal!" canda Nuriel.


Pranggg......


Tiba-tiba vas bunga di meja rias Nuriel jatuh. Penyebabnya adalah Caily yang menjatuhkan vas itu karena sudah tidak tahan dengan adegan romantis pangeran dan Nuriel yang dilihat oleh mata kepalanya sendiri.


"Ada apa itu?" ranya pangeran


"Se.... seperti nya ada barang yang jatuh" Jawab Caily ragu


"Apa itu?" Tanya Nuriel.


"I...itu!"


Nuriel melihat ke arah belakang dan mengetahui bahwa vas kesayangannya jatuh.

__ADS_1


"Ah...vas kesayanganku!" Jerit Nuriel.


"Nuriel, ada apa?"


"Vas ku jatuh dan pecah" ucap Nuriel dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa yang kau lakukan pada vas milik Nuriel? kenapa sampai jatuh hah?!"


"Sa...saya tidak tahu pangeran, tiba-tiba vas nya jatuh sendiri"


"Sialan!!! dasar tidak berguna" Kesal pangeran.


"Hard, sudahlah, ini juga cuma vas. Aku hanya berpikir kalau ini kenangan vas yang pertama kali kau berikan kepada ku. Hikss...hikss...sudah jangan marah ya" ucap Nuriel dengan tangis palsu.


"Nuriel, ini tidak bisa dibiarkan! Pelayan itu harus dihukum!"


"Tapi pangeran...." sela Caily.


"Tapi apa, hah?"


"Hard...hari ini kan upacara kedewasaan ku, jadi biarkan dia menemaniku ke pesta ya" Pinta Nuriel.


"Kau bisa sama pelayan lain Nuriel!" tegas pangeran.


"Tapi...dia dayangku, kumohon ya sayang" Jelas Nuriel berbicara manja.


"Sayang katanya? Dasar wanita ******!" batin Caily jijik.


"Ya sudah, untuk kali ini kubiarkan dia karena kemauanmu. Hei kau, Nuriel sudah berbaik hati memaafkan mu! cepat berlutut dan berterima kasihlah pada Nuriel!" titah Hard


"Tapi pangeran---"


"Cepat!"


"Baik pangeran" jawab Caily dengan tubuh bergetar.


Caily mulai menunduk dan berlutut berterima kasih pada Nuriel.


"Terima kasih sudah mengampuni kesalahan saya nona!"

__ADS_1


"Iya tidak apa. Lagipula itu bukan masalah besar..." Jawab Nuriel lembut.


"Dasar wanita bermuka dua! Aku heran bagaimana pangeran bisa menyukai wanita menjijikan sepertinya" batin Caily kesal


__ADS_2