Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 36. Nuriel pamer


__ADS_3

Para wanita bangsawan sangat iri pada Nuriel karena mendapatkan kasih sayang putra mahkota. Akhirnya mereka berusaha mendekati Nuriel yang nanti otomatis akan mendapat gelar putri mahkota.


"Sudah sudah.... daripada harus membicarakan hubungan ku dengan Pangeran Hard, bagaimana jika kita membicarakan tentang hubungan percintaan kalian masing-masing?" Ucap Nuriel sambil melirik Zelvia.


"Kalau itu...kita jadi malu nih" Bisik wanita-wanita bangsawan.


"Emm....Lady Calliorest, tunangan anda pasti sangatlah beruntung bisa memiliki calon istri yang canti seperti anda, ya kan?" Tanya Nuriel menyindir Zelvia yang padahal ia tahu Zelvia tidak mempunyai tunangan


"Maaf, tapi saya tidak mempunyai tunangan!" Jelas Zelvia sembari meminum teh yang disediakan.


"Apa!!" Teriak para wanita bangsawan kaget.


"Ya...apa ada masalah?" Kata Zelvia lagi tidak peduli.


"Heh.... ternyata seorang putri dari keluarga besar Duke Calliorest belum mempunyai tunangan ya!! Apa jangan-jangan tunangannya kabur setelah mengetahui sifat asli anda? hihi" Sindir Sansan pada Zelvia.


"Hah bukan begitu Lady!" Sela Zelvia.


"Kalian tahu sendiri kan, banyak wanita bangsawan yang bertunangan atau dijodohkan atas keinginan keluarga. Jadi saya dan tunangan saya bertunangan atas permintaan masing-masing Keluarga. Tapi biarpun begitu, saya sangat mencintai tunangan saya lebih dari siapapun! Suatu hari....ada seorang wanita yang tidak tahu asalnya darimana mendekati tunangan saya. Tunangan saya yang luluh atas kepolosan serta kecantikan nya langsung jatuh cinta pada wanita itu dan memutuskan untuk membatalkan pertunangan saya dengan nya!" Lanjut Zelvia menjelaskan sambil menoleh ke arah Nuriel.

__ADS_1


"Sabar ya Lady...huh, laki-laki memang banyak yang biadab! Lihat saja nanti kalau kaum perempuan membalas mereka!" Kata salah satu wanita bangsawan bernama Allie.


"Iya Lady, anda benar!!!" Sahut semua membenarkan.


"A...ayo dimakan cemilannya! Ambillah kue buah Arbelic ini katanya sangat enak loh!" Sela Nuriel mengalihkan pembicaraan.


"Woah....ini kan kue yang populer di kalangan bangsawan itu kan?! Kabarnya buah Arbelic sangat enak dan berkhasiat untuk mempercantik wajah. Banyak yang ingin mencoba membeli kue ini, tapi sayangnya harganya sangat mahal~" Celoteh wanita bangsawan, Reinna.


"Ouh gitu, aku gak ngerti deh🤭 Ini soalnya dikasih Pangeran Hard buat aku! Tapi karena kalian datang kesini, jadinya aku kasih aja sebagian besar kue nya buat kalian!"


"Anda terlalu dermawan Lady!" puji Sansan.


malu-malu yah. Kalau Lady Calliorest suka terus mau lagi, nanti aku bawain ya kesana!" Seru Nuriel dengan bangganya.


"Maaf Lady, saya sepertinya sudah agak bosan deh dengan kue ini! Soalnya di rumah saya sudah banyak stok kue buah Arbelic dan juga buah Arbelic yang terpisah sendiri. Jadi maaf sekali karena saya menolak nya!" Jawab Zelvia.


"Baiklah Lady....oh ya, apa itu adalah pemberian kepala pelayan istana? Kalau iya, itu saya yang minta kasih ke kediaman Calliorest. Soalnya saya juga mau Lady ngerasain kue ini!" Kata Nuriel.


"Heh sudah kuduga itu bukanlah milik Lady Calliorest sendiri melainkan pemberian Lady Tildherd!" Bisik Emie pada Sansan.

__ADS_1


"Ya memang. Kau tahu sendiri kan kalau Lady Calliorest tuh iri banget sama Lady Tildherd karena bisa merasakan kasih sayang putra mahkota" Sahut Sansan.


"Maaf Lady Tildherd, tapi kayaknya saya gak pernah menerima kue buah Arbelic ataupun yang lainnya dari anda! Lagipula, stok kue di kediaman Calliorest adalah hasil dari negara Arbelic sendiri. Apa anda tidak tahu, Keluarga saya adalah sponsor terbesar di negara ini. Hasil-hasil produksi negara tetangga maupun negara gelap dikirim ke Keluarga Calliorest dan kami hasilkan beberapa jumlah lalu dikirim ke kerajaan. Setelah itu, kerajaan yang akan menjual pada rakyat-rakyat maupun bangsawan!" Jelas Zelvia.


"Ja-jadi begitu!" Ujar Nuriel terbata-bata.


"Lalu bagaimana dengan kue yang dikirim Lady Tildherd?" Tanya Reinna polos.


"Ummm... itu....itu..!"


Para bangsawan mulai menatap Nuriel dengan mata penuh pertanyaan. Mereka menganggap Nuriel telah berbohong ditambah lagi ia juga sangat sombong pada mereka.


"Lady Calliorest....anda mungkin salah, kue itu hasil produksi dari kerajaan langsung kok!" Kata Nuriel tanpa tahu apa-apa.


"Ya terserah kalau kau ingin mengelak atau tidak. Saat pangeran datang, tanyalah padanya!" Ucap Zelvia yang sudah lelah pada perdebatan ini.


"Ya sudah Lady Tildherd. Terima kasih atas jamuan teh nya, saya pamit permisi!" Hormat Zelvia.


Zelvia melangkah maju keluar gerbang istana kerajaan. Ia menaiki kereta kuda yang sudah disiapkan oleh istana langsung menuju kediaman Calliorest.

__ADS_1


__ADS_2