
"Emmm jadi begini Zelvia...aku...." Ragu Rero.
"Kau apa?" Tanya Zelvia penasaran.
"Tidak...tidak ada apa-apa! Kalau begitu sampai jumpa lagi, tuan pemilikku!" Sela Rero.
"Eh, kau mau kemana? Tunggu dulu, jangan pergi! Jelaskanlah maksudmu dulu...Heii!!" Teriak Zelvia.
"Hah kalau begitu aku juga harus bangun dari alam bawah sadarku ini! Tapi bagaimana caranya ya?" Gumam Zelvia.
Tiba-tiba kilauan cahaya muncul di depan Zelvia, seketika dirinya terserat ke dalam cahaya menyilaukan itu.
"Akh....apa ini!" Jerit Zelvia.
Sementara di alam nyata.....
"Ummm....." Lirih Zelvia sembari memegang dahinya dengan telapak tangan kanan miliknya.
"Nak...kau tak apa?" Tanya Kek Jon yang yang muncul di samping Zelvia.
"Ah iya kek, saya tidak apa-apa" Jelas Zelvia terbata-bata.
"Lalu bagaimana keadaan Rai kek?" Tanya Zelvia kembali.
"Hah anak muda jaman sekarang jika sudah menjadi sepasang kekasih begitu perhatian yah" Batin Kek Jon sambil memasang wajah haru.
__ADS_1
"Dia hanya perlu memulihkan sihirnya sebentar kok" Sahut Kek Jon melirik ke Rai.
"Oh ya, Rai itu namanya siapa? Tidak mungkin kan namanya hanya Rai?" Tanya Zelvia penasaran.
"Rainer....itulah nama yang kakek tahu! Kakek menemuinya waktu itu saat kondisi kakek sedang sakit dan hampir sekarat. Dialah yang menolong kakek saat itu, dia anak yang baik" Haru Kek Jon.
"Tak kusangka ternyata orang seperti nya punya hati nurani juga ya!" Batin Zelvia.
"Kek, aku harus pulang sebelum fajar tiba. Jadi sepertinya aku tidak bisa berlama-lama berada disini. Aku pamit ya kek" Tutur Zelvia.
"Iya nak...sayang sekali ya, padahal kakek masih ingin berbicara dengan mu" Sedih Kek Jon.
"Saya akan kembali besok kalau tidak ada urusan mendesak, lagipula saya tidak bisa belajar sihir hanya dengan mandiri. Saya membutuhkan guru hebat seperti anda, Kek!" Puji Zelvia.
"Ambillah sate ini, saya tidak sanggup memakannya" Lanjut Zelvia.
Zelvia menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak kek, jika aku membawa ini akan susah aku menyelinap mas-- emmm...maksudku akan sulit aku berjalan dengan membawa barang. Kasih Rai saja, siapa tahu dia mau!" Pinta Zelvia.
"Benar juga, Rai sangat suka sate. Makasih banyak ya nak" Ucap Kek Jon.
"Iya kek sama-sama, aku pergi dulu ya" Seru Zelvia dan berlalu pergi.
Sesampainya di luar gerbang kediaman Calliorest.
__ADS_1
"Hemmm... bagaimana cara aku masuk ya? Bubuk bunga Elovera sudah kugunakan, sementara bubuk itu hanya bekerja selama 1 menit" Keluh Zelvia.
"Tenang saja! Kan ada aku Zeze!" Bisik Rero, hewan sihir yang di temui Zelvia di alam bawah sadarnya tiba-tiba muncul dari belakang.
"Aaaahhhh...." Pekik Zelvia.
"Syutt, jangan teriak! Nanti ketahuan bagaimana?!" Seru nya.
"Emmm...emmm!" Sahut Zelvia yang segera menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Kau siapa sebenarnya?" Bisik Zelvia melihat ke belakang.
"Hai Nona Zeze, aku adalah hewan sihir yang hebat nan tampan!" Puji Rero pada diri nya sendiri.
"Hei kau terlalu berangan-angan" Bantah Zelvia.
"Oh ayolah jangan terlalu serius Zeze" Canda Rero.
"Err.... tunggu, kau memanggilku apa tadi?! Zeze? Namaku Zelvia, bukan Zeze!" Kesal Zelvia sambil menepuk-nepuk sayap Rero.
"Hehe....habisnya Zelvia itu nama yang terlalu panjang, aku ingin menyingkat nama tuan menjadi Zeze. Itu tidak buruk juga kok" Sela Rero tertawa kecil.
"Oh ya, kenapa kau muncul tiba-tiba begini? Jika ada yang melihatmu bagaimana?" Bisik Zelvia.
"Tidak ada yang bisa melihat atau mendengar ucapanku selain tuanku, itu sudah pasti" Jawab Rero.
__ADS_1
"Hah kau ini ada-ada saja" Ucap Zelvia menghela nafasnya.