Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 19. Pergi ke festival


__ADS_3

Di kamar Zelvia.


"Bagaimana? Apakah sudah boleh?" Tanya Clez.


"Ya...tapi aku harus membawa pengawal. Padahal niatku untuk bebas dan bersenang-senang!" Kesal Zelvia.


"Sabar ya nona. Ada aku dan Molyin, kita akan membuat nona senang kok biarpun ada pengawal"


"Hmmm....makasih ya"


"Sama-sama nona"


Kemudian Zelvia mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke festival malam ini.


~Malam hari~


"Apa kau sudah selesai Clez" Kata Zelvia.



...~Zelvia...



...~Cleznia...


"Sudah no, nona!!" Kata Clez yang sangat kagum dengan kecantikan Zelvia.


"Ada apa?"


"Nona cantik sekali. Bisa-bisa pangeran mahkota akan terpana oleh sinar kecantikan anda" Canda Clez.


"Kau ini adaยฒ saja! kau juga sangat cantik kokโ˜บ๏ธ" Kata Zelvia.


"Ayo kita segera pergi" Lanjutnya.


...****************...


Di Festival


"Clez.....Nona, Disini!" Teriak Molyin


"Iya Yi!" Jawab Clez.


"Berani sekali berbicara lancang pada nona! tidak tahu malu" Kata pengawal yang mengawal Zelvia. Sesuai syarat yang diberikan oleh Duke, Zelvia dikawal oleh 2 pengawal untuk memastikan keamanan.


"Eh...ma, maafkan saya๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™€๏ธ" Ucap Molyin.


"Orang yang sudah besikap lancang pada nona, harus mati!" Tegas pengawal.


Zelvia mengangkat pergelangan tangan nya, ia menghentikan pengawal itu dan berkata "Diamlah....dia adalah temanku! Siapa yang berani bersikap lancang padanya, berarti tidak menghargai aku" Tegas Zelvia.


"Mohon maafkan saya yang tidak tahu bahwa dia adalah teman nona๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™‚๏ธ. Saya akan melakukan apapun yang nona perintahkan untuk membalas perbuatan saya" Ucap pengawal itu

__ADS_1


"Itu tidak bisa saya lakukan nona! Ini perintah dari Tuan Duke!"


"Benar juga sih, sekeras apapun kupinta pasti para pengawal itu gak bakal mau pergi, cihh" Batin Zelvia kesal.


"Baiklah ayo!" Ucap Zelvia.


"Sudahlah Nona! tidak ada yang bisa membantah perintah Tuan" Hibur Clez.


"Iya"


Karena kesal, Zelvia tidak sengaja menabrak seorang lelaki di depannya. Saat dilihat ternyata lelaki itu adalah Pangeran Hard.


"Aww...." kata Zelvia.


"Eh maaf aku gak sengaja" Ucap Zelvia meminta maaf.


"Jalan tuh pake ma--" Belum selesai berbicara, Pangeran Hard terpesona dengan kecantikan Zelvia. Akhirnya ia tidak jadi memarahi Zelvia.


"Ekhem...." Ujar Hard berdehem.


"Pangeran, ada apa?" Tanya Nuriel perhatian.


"Pangeran?" Tanya Zelvia bingung.


"Salam Pangeran Mahkota Hard๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™€๏ธ" Hormat Clez, Molyin, dan para pengawal.


"Ya... Oh ya, bukannya kau Nona Calliorest?" Tanya Pangeran Hard pada Zelvia.


"Ya" Jawab Zelvia singkat.


"Ya, hai juga" Jawab Zelvia.



...~Nuriel...


"Nona, diakah yang digosipkan cantik itu?" Bisik Clez.


"Ya"


"Cantik? Apa mata orang-orang sudah buta?" Bisik Clez.


"Menurutku dia lumayan," jawab Zelvia berbisik.


"Maaf Nona Zelvia, bukannya dulu anda bilang tidak menyukai festival? Kenapa anda datang?" Sindir Nuriel.


"Urusi saja urusanmu. Lagi pula, memangnya hati orang tidak boleh berubah?" jawab Zelvia dengan tatapan sinisnya.


"Ummm...yah b-bukan begitu maksudku." ucap Nuriel ragu.


"Nuriel, kau yakin ingin di tempat seperti ini? Ini sangat kotor" tanya Hard.


"Maaf, aku tidak seharusnya mengajakmu! Tapi kayaknya festival ini memang kurang bagus sama rumornya!" ucap Nuriel.

__ADS_1


"Nona, dia ingin pergi! gimana kalau sampai Tuan Duke tahu dan menyuruh kita balik?" Bisik Clez.


"Tenang Clez, kan masih ada kelinci. Ya kan Molyin?" Kata Zelvia sambil melirik ke arah Molyin.


"Eh...iya nona, semua sudah beres" Sahut Molyin.


"Ayo dibeli kelincinya! ayo...ayo!" Ucap Lero ( ayah Molyin)


"Kelinci?" Ucap Nuriel mencari sumber suara tersebut.


"Say-- Nuriel, kau ingin kemana?" Tanya Hard sambil mengejar Nuriel.


Nuriel berlari sampai ke tempat penjualan kelinci milik Lero. Ia segera memohon pada Hard untuk membelikannya"


"Wah lucu sekali! pangeran, beli ini ya" Ucap Nuriel memohon.


"Nuriel, kau serius ingin membeli kelinci jalanan yang kotor seperti ini? Jika kau menginginkan kelinci, aku bisa memberikan kelinci ekspor dari negara tetangga!" Ujar Pangeran Hard.


"Gak mau! aku mau ini....hiks...hiks...aku mohon ya!" Seru Nuriel.


"Hah baiklah. Hei kalian, saya beli semua kelinci yang ada disini!"


"Apa? tapi tuan...." Jawab Sero.


"Kubilang beli ya beli!" Kesal Hard.


"Baik tuan" Jawab Lero ketakutan.


"Hard, makasih ya!" Ucap Nuriel.


"Iya sama2" Jawab Hard.


"Ayo kita lihat-lihat yang lain" Kata Hard sambil mengelus kepala Nuriel.


"Ya"


Zelvia dan Clez yang melihat itu pun senang karena rencana mereka berhasil. Tapi disisi lain mereka sangat kesal karena para pengawal yang selalu mengikuti mereka kemanapun mereka pergi.


"Ugh.... seperti nya aku ingin ke kamar mandi sebentar" Ucap Zelvia sambil memegang perutnya.


"Apa? biar saya antar nona!" Kata Clez.


"Tunggu, pengawal kau disini dulu ya. aku ingin ke kamar mandi" Suruh Zelvia.


"Tidak bisa nona! Kami diperintahkan untuk mengawal nona kemanapun nona pergi"


"Ta....tapi, apa ke kamar mandi juga harus ditemani?" Ucap Zelvia dengan muka memerah.


"Bu, bukan begitu nona!" Kata salah satu pengawal.


"Hei biarkanlah. Masa kita melihat nona di kamar mandi" Bisik pengawal lainnya.


"Baiklah kalau begitu pergilah nona. Kalau sudah ingat untuk segera kemari" Ucap pengawal

__ADS_1


"Ok tenang saja. Clez, Molyin, antar aku ke kamar mandi" Pinta Zelvia.


__ADS_2