Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 136. Jamuan


__ADS_3

Zelvia menggigit bibir bawahnya dengan perasaan kesal, namun ia masih memperlihatkan senyuman di wajahnya.


"Hmm, apa yang anda maksud, Tuan? haha!" ucap Zelvia dengan suara yang sedikit diganti.


Hans menatap tajam Zelvia, "Ah, kenapa rasanya familiar ya? Apa sepertinya aku pernah pernah bertemu dengannya? dia cantik," gumam Hans.


****


"Zelene, ini kamar mandinya, kalau ada hal lain yang ingin ditanyakan, temui aku di taman dekat sini ya, masih ada hal yang perlu ku urus" ujar Xie Ra.


"Iya, terima kasih atas bantuannya!" ucap Zelvia sambil membungkuk hormat.


Setelah kepergian Xie Ra, Zelvia segera melepas perhiasan kepalanya. "Ukh.. aku tidak suka terlalu mewah," ucap Zelvia di depan cermin.


Zelvia mengusap wajahnya yang terkena keringat, dan berkumur-kumur.


"Untunglah, make up nya tidak cepat luntur" ucap Zelvia pelan.


"Huftt.. Sekarang bukan itu yang harus dipikirkan, tapi bagaimana cara agar aku bisa mengungkap perselingkuhan Hans!" batin Zelvia sambil menatap tajam ke arah pantulan dirinya cermin.


"Untuk saat ini, Hans pasti belum mengenaliku. Namun, aku harus tetap waspada, kalau tidak kejadiannya akan sama seperti tadi!" batin Zelvia.


Srek...srekk...


Zelvia tersenyum tipis, "Ah, penampilan Hans tadi sangat baik, dia lumayan tampan..." ucap Zelvia.


"Beruntung sekali Xie Ra, kalau saja tunangannya itu bukan mantan tahanan, dia pasti bisa menjadi wanita terberuntung di dunia!" lanjutnya.


...🍂🍂🍂🍂🍂...


Disisi lain, tempat Xie Ra dan wanita bangsawan lainnya berbincang.


"Nona Xie Ra, selamat ya, sebentar lagi anda akan menjadi seorang istri!" ucap salah seorang wanita bangsawan disana.


"Haha, kalian jangan berkata seperti itu, aku jadi malu.." ucap Xie Ra dengan wajah yang memerah.


"Permisi, nona-nona!" ucap Zelvia sopan, yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ah, Nona Zelene, kemarilah!" ucap Xie Ra sambil mengulas senyum di wajahnya.


Zelvia menghampiri para bangsawan tersebut, ia lalu duduk di sebelah Xie Ra atas kemauan Xie Ra sendiri.


"Ah, anda adiknya Tuan Minhao kan? Nona Fu?" tanya salah satu bangsawan disana.


"Iya nona," jawab Zelvia seraya tersenyum.


"Woah, senang bisa bertemu dengan anda, Nona Fu!" ucap wanita lainnya.


"Y-ya, senang bertemu juga" jawab Zelvia ramah.


"Haih, aku jadi tidak enak beranggapan aku adalah Nona Fu" batin Zelvia.


"Nona-nona, ayo dimakan kuenya!" ucap Xie Ra.

__ADS_1


"Nona Fu, kau makan duluan saja, rasanya tidak sopan jika kita mendahului anda" ucap salah satu wanita bangsawan.


"Haha, tidak perlu seperti itu, makan saja, aku sudah makan tadi!" jawab Zelvia.


Set.. Tidak sengaja, kedua bola mata Zelvia menangkap seorang wanita yang tengah terduduk di tengah-tengah para wanita bangsawan, dan tentu saja Zelvia sangat mengenalinya.


"Maaf, anda Nona Daisy ya?" tanya Zelvia pada wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Daisy, wanita yang memberikan informasi padanya sebelum datang ke serikat perdagangan Mue Wan.


"Oh, iya, ada apa ya, nona?" tanya Daisy.


"Tidak apa, sepertinya aku pernah bertemu denganmu" ucap Zelvia.


"Ehm, mungkin itu hanya perasaan nona, haha" jawab Daisy kaku.


"Oh, ternyata ada Nona Daisy disini. Anda kan kekasihnya pengawal pribadi tunangan Nona Xie Ra kan? Yang jabatannya sudah setara dengan wakil ketua pengawal. Hebat yaa" ucap salah satu bangsawan sambil tersenyum tipis.


"Oh, aku mengerti" batin Zelvia sambil menyeruput secangkir teh hijau.


"Ayo, Nona Daisy, dimakan makanannya!" ucap Xie Ra ramah.


Drap...drap...drap..


"Nona Xie Ra!" panggil seorang pengawal yang tiba-tiba saja datang.


"Kenapa?" tanya Xie Ra.


"Nona dipanggil Tuan Xie Hong untuk pergi ke ruan kerjanya" jelas pengawal itu pada Xie Ra.


Pengawal itu membungkuk hormat, "Baik Nona" jawabnya yang lalu segera pergi dari sana.


"Teman-teman, aku ada urusan, jadi silakan nikmati jamuan nya sendiri ya, mohon maaf sebelumnya" ucap Xie Ra.


"Iya Nona" jawab para wanita bangsawan serempak.


"Eum, aku juga ada urusan, jadi aku pamit undur diri ya, nona-nona" ucap Daisy.


"Silakan, nona" jawab salah satu bangsawan disana.


Setelah kepergian Daisy dan Xie Ra, para wanita bangsawan, termasuk Zelvia berbincang-bincang santai disana.


"Permisi!" tiba-tiba saja datang seorang pengawal membawakan sebuah surat yang sudah dihias rapi oleh pita berwarna merah.


Mata pengawal tersebut langsung mengarah pada Zelvia, ia menghampiri Zelvia dan memberikan sebuah surat tersebut.


"Nona, ada surat dari seseorang, mohon dibaca" ucap pengawal itu.


"Kalau begitu, saya pamit pergi" lanjut pengawal itu dan segera berlalu pergi.


"Wah, surat dari siapa itu?" tanya salah satu bangsawan penasaran.


"Ssshtt, pasti dari kakaknya!" jawab bangsawan lain.


***

__ADS_1


"Untuk seorang wanita yang cantiknya bagai bunga anggrek bulan yang bersinar di malam hari"


"Ah, membaca kalimat pertamanya saja sudah membuatku jijik!" gumam Zelvia.


...Nona, apa anda tahu, setiap malam saya bermimpi tentang anda, saya pikir itu hanya sebuah halusinasi, ternyata anda benar-benar ada di dunia ini. Mungkinkah.. itu pertanda bahwa kita berjodoh?...


...Saya harap, anda mau pergi ke halaman belakang serikat perdagangan untuk bertemu denganku....


...Terima kasih sudah berkenan membaca suratku, wahai bidadari malam...


"Hoekk.." Tanpa sadar, Zelvia hampir saja muntah disana.


"Nona..!" teriak salah satu bangsawan bernama Felisya.


"Ehm, tidak apa, aku hanya kurang enak badan" ucap Zelvia.


"Benarkah? Kalau begitu biar saya panggilkan pengawal untuk membawa anda menemui tabib" ucap Felisya khawatir.


"Benar kata Nona Felisya, sebaiknya anda segera dirawat" sahut bangsawan lainnya.


"Ah, aku tidak apa. Maaf semuanya, sudah mengkhawatirkan kalian," ucap Zelvia sopan.


"Gara-gara membaca surat itu, rasanya perutku mual dan ingin memuntahkan segalanya" batin Zelvia.


"Maaf semuanya, sepertinya aku ada urusan mendadak, jadi aku pamit undur diri lebih dulu," ucap Zelvia sambil tersenyum.


"Baiklah, silakan nona" jawab Felisya sambil tersenyum ramah.


"Ah, satu lagi.."


"Ehm, kalau boleh, beberapa menit kemudian, bolehkah kalian pergi ke halaman belakang? Ah.. ini bukan paksaan, tapi aku hanya takut akan satu hal," ucap Zelvia.


"Tentu saja boleh nona!" jawab Felisya lebih dulu.


"Iya, boleh"


"Tentu saja"


Pada akhirnya, semua wanita bangsawan yang ada disana menyetujui kemauan Zelvia.


"Tapi, ngomong-ngomong apa yang anda takutkan?" tanya Felisya.


"Tidak ada, tapi aku hanya merasa sedikit cemas saja" jawab Zelvia.


"Baiklah, jaga diri anda baik-baik, nona!" sahut Felisya dengan mimik wajah sedikit khawatir.


"Kuharap Nona Zelene baik-baik saja" batin Felisya.


**


Sesuai isi surat, Zelvia beranjak pergi ke halaman belakang. Walau sebenarnya ini bukan kemauannya, tapi ia harus melakukannya untuk mengungkap 'hal itu'.


Tap.. "Benar disini kan?" ucap Zelvia yang baru saja menghentikan langkahnya, tepat di halaman belakang.

__ADS_1


__ADS_2