Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 38. Clez terluka


__ADS_3

Zelvia segera mandi dan mengganti pakaian nya yang telah robek. Ia lalu membaca buku pelajaran.


***


Tak terasa hari sudah malam, Zelvia menaruh buku-buku pelajaran nya itu dan memejamkan matanya.


3 hari kemudian


"Nona, apa nona tidak bosan?" Keluh Clez duduk di sofa dekat kasur Zelvia.


"Iya Clez. Aku juga bosan! Kehidupan ku sehari-hari hanya itu itu aja!" protes Zelvia.


"Emm....Clez, kamu bisa main panahan? Atau-- pedang?" Tanya Zelvia.


"Saya lumayan bisa bermain pedang. Tapi itu waktu kecil sebelum kakek saya meninggal" Jawab Clez sambil memakan kue di meja.


"Ya sudah! Bagaimana kalau kita latihan berpedang aja?" Ajak Zelvia.


"Nona yakin mau main pedang?" Tanya Clez agak bingung.


"Aku mungkin gak bisa main pedang! Tapi...mau coba aja☺️"


"Hati hati loh nona!"


"Iya Clez~" Sahut Zelvia memeluk pelayan kesayangannya itu.


"Di kehidupan lalu, Kek Huo pernah mengajarkan aku berpedang. Mungkin saja aku masih ingat!" Batin Zelvia


Lokasi berpedang


"Hap....huh....kau tak akan bisa melawanku!" Kata pengawal yang sedang berlatih.


"Heh justru kau yang akan kalah!" Kata pengawal lainnya

__ADS_1


"Kok menurut saya mereka kayak bertengkar ya??!😅" Bingung Clez.


"Itulah namanya latihan, ada yang menang dan kalah tergantung kemampuan! Makanya mereka seperti berselisih begitu, tapi kalau berperang bersama mereka akan kompak kok!" jelas Zelvia.


"Gitu ya~~"


"Ayo kita berlatih non--" Clez yang belum selesai berbicara, tertabrak oleh tubuh lelaki berbaju besi pengawal di depannya.


"Aww...jalan tuh lihat-lihat!" pekik Clez


"Ma...maaf" Kata pengawal itu berkeringat lelah.


"Ka...kakiku terkilir!" Ucap Clez berusaha bangun.


"Biar saya bantu!" Sahut lelaki itu.


"Nggak! Siapa juga yang mau dibantu orang kayak anda! Hmp, pergi sana!" Usir Clez.


"Yah saya sudah minta maaf, jadi jangan salahkan saya!" Seru lelaki itu pergi.


"Iy...iya nona makasih"


Zelvia memapah Clez ke kursi dekat situ.


"Maaf nona!" Kata Clez bersalah.


"Gak papa. Aku akan minta pelayan membawakan kotak obat sebentar!"


"Pelayan!" Panggil Zelvia.


"Iya nona. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan itu.


"Bawakan kotak obat!"

__ADS_1


"Segera laksanakan!" Jawabnya.


Clez segera diobati dengan obat salep dan beberapa obat lainnya. Karena sudah tidak merasa sakit, Clez meminta Zelvia agar bersama-sama berlatih pedang.


"Nona...kita latihan pedang ya! Aku dah sembuh" pinta Clez.


Zelvia mengiyakan permintaan Clez lalu berlatih pedang.


"Eh eh...anda kan...Yang Mulia?" Tanya pengawal membungkuk hormat.


"Iya kenapa?" Kata Zelvia datar.


"Tidak ada apa-apa nona! Tapi anda kan wanita, mana mungkin anda belajar pedang?"


"Aku ingin belajar pedang ataupun tidak, bukan urusanmu! Jadi kau pergilah" Usir Zelvia kesal.


"Maafkan kelancangan saya nona! Saya akan segera pergi!" Kata pengawal itu.


"Emm....pedang ini sepertinya lebih ringan dibanding milik Kakek Huo!" Gumam Zelvia sambil mengangkat pedangnya.


"Nona!!! pedang ini ringan yah!" Ucap Clez.


"Benar!"


***


Selama 3 jam Zelvia dan Clez berlatih pedang. Kemampuan mereka yang tidak kalah hebat dari pengawal-pengawal yang sedang latihan membuat para pengawal disitu merasa terkejut. Mereka berkata "Padahal mereka seorang wanita, tapi mereka sangat hebat!" puji para pengawal.


Zelvia dan Clez meminum segelas air es jeruk dan meletakkan nya di meja. Mereka lalu pulang dan berganti baju.


"Ah lelahnya" Ucap Clez.


"Iya...." Sahut Zelvia.

__ADS_1


"Oh iya nona, bagaimana anda bisa hebat dalam bermain pedang? Bahkan kemampuan anda melebihi saya! Apa anda pernah belajar pedang sebelumnya?" Tanya Clez.


"Mungkin" Jawab Zelvia singkat.


__ADS_2