Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 102. Kekuatan cinta


__ADS_3

Brukk...


"Nona..!" panggil Rero.


Rero yang berwujud elang itu terbang menghampiri Zelvia yang juga sihir dalam dirinya perlahan terserap oleh setengah sayap di punggungnya.


"Jika aku harus mati, maka kau harus mati! Ini memang sebuah takdir..hahaha!" ucap Yustaf tertawa.


Rero mengibaskan sayapnya, berharap nonanya bisa sadar dan kembali bangun.


"Zeze...Zeze...! bangunlah Ze, sadarlah!" ucap Rero cemas.


"Aghhh..." lirih Zelvia dengan rasa sakit yang amat perih yang ia rasakan saat ini.


"Ze, sadarlah.. apa kau tega meninggalkan ku?" tanya Rero sedih.


"Aku..aku tidak butuh kehidupan ini.." lirih Zelvia pelan.


Rero menatap mata Zelvia, "Anda..anda masih hidup kan? Ayolah..bangun Ze, bangun!" tegas Rero.


Namun, lagi-lagi kekuatan dalam tubuhnya yang terhisap membuat dirinya kehilangan kesadaran.


"Apa ini semua karena sayap itu?" tanya Rero membatin.


Rero mencengkram setengah sayap itu dengan kakinya. Tetapi nihil, karena tubuhnya yang lemah, ia malah terlempar dan terkapar di tanah.


"Ti..dak...no..nona!" gumam Rero lirih.


"Nona, sadarlah, ini akan melukai diri anda sendiri!" batin Rero menatap sedih Zelvia.


Zelvia makin menggila, ia berteriak tidak karuan, wajahnya merah membara dan penuh dengan emosi. Bahkan tubuhnya pun sudah kehabisan tenaga akibat ulahnya sendiri, namun tetap saja, cara apapun juga, tidak ada yang bisa menenangkan Zelvia.


GREP! Tiba-tiba tubuh Zelvia dipeluk oleh seseorang, ia menatap Zelvia sedih, air matanya mengalir deras, dan di tubuhnya masih tersisa noda darah yang membekas.


"Nona..!" lirihnya sedih.


Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Clez, dia menangis memeluk Zelvia.

__ADS_1


"Nona, sadarlah! Aku masih hidup nona..hiks," tangis Clez menatap lekat Zelvia.


Zelvia mulai menelaah perkataan yang dilontarkan oleh mulut Clez, iya mulai menunduk, bahkan asap hitam yang mengepul mengelilingi tubuhnya mulai hilang perlahan-lahan.


"Nona," Clez memanggil nonanya itu, ia tersenyum haru bisa melihat Zelvia.


Sementara, Rero yang juga ada disana hanya menatap Clez tak percaya, karena saat ini juga tubuhnya tidak bisa dilihat siapapun.


"Clez masih hidup?" batinnya bertanya-tanya.


Namun, hal yang membuat Rero tidak percaya adalah kesadaran nonanya yang tidak terkendalikan tadi. Padahal, tidak ada seorang pun yang mampu menenangkan Zelvia, tapi setelah Clez mendekati dan memeluknya, seketika sihirnya hilang perlahan, dan setengah sayapnya pun hilang dari punggung Zelvia.


Sungguh kekuatan cinta!


Dengan perlahan, akhirnya tubuh dan kesadaran Zelvia pulih. Ia menatap Clez dengan derai air mata yang membasahi pipinya.


"Ini kamu, Clez? kau masih hidup?" tanya Zelvia sedikit tidak percaya.


"Lho? Memang kenapa? Apa nona menganggap ku meninggal?" tanya Clez.


"Bu-bukan begitu maksudku.." jawab Zelvia sambil menggelengkan kepalanya.


Kedua bola mata Zelvia membulat sempurna, "Maksud mu?" tanyanya terkejut.


Zelvia tertawa kecil, "Ya, aku memang sudah meninggal dunia, tapi aku hidup kembali! Bisa dikatakan.. aku mati suri! Tapi sih, lebih tepatnya aku seperti mengalami tidur berkepanjangan, bukan juga karena pingsan, tapi hal ini lebih mirip dengan orang meninggal namun masih sadar, bahkan sepertinya detak jantungku berhenti tadi!" ucap Clez menerangkan.


#FLASHBACK


"Clez, Clez saya mohon bangunlah.." ucap samar-samar seorang wanita pada Clez.


"Cleznia Irene, bangunlah!" ucapnya lagi sambil terdengar suara Isak tangis.


Clez sebenarnya ingin terbangun, namun matanya sangat berat akan hal itu.


"Siapa? Siapa?" tanyanya dalam pikiran, karena mulutnya juga tidak bisa terbuka saat ini.


"Saya mohon bangunlah, Cleznia Irene! Tolonglah anak saya, Zelvia.." ucap wanita itu pelan.

__ADS_1


Mendengar nama nonanya itu, Clez langsung merasa cemas dan khawatir, ia lalu bangun tiba-tiba.


"Kenapa pakaianku berlumuran darah?" tanyanya heran.


"Aghhh" jeritan dari arah depan membuat kedua mata Clez berfokus pada arah itu. "NONA!" panggilnya terkejut.


Clez pun berlari dengan tubuh yang masih sedikit terhuyung dan memeluk Zelvia.


#FLASHBACK END


Clez menjelaskan semua kejadian itu, ia menerangkannya panjang lebar.


"Ibu? Kenapa... aku jadi teringat Aluera? Ia mengaku sebagai ibuku kan?" batin Zelvia.


"Sebaiknya, aku mencari tahu hal ini!" tambahnya membatin.


"Nona, kenapa anda melamun?" tanya Clez yang membuat Zelvia sadar akan lamunan nya.


"Ah tidak, aku hanya memikirkan sesuatu!" ucap Zelvia tersenyum.


Zelvia memeluk Clez erat, "Selamat datang kembali di kehidupan, Cleznia!" sambutnya sambil menangis haru.


Clez mengusap air mata Zelvia. "Aku masih hidup nona, jadi jangan bersedih! Sekalipun aku meninggal, jangan bersedih karena aku," ucap Clez lembut.


Zelvia menaruh jari telunjuk nya di mulut Clez bermaksud agar Clez diam. "Jangan berkata seperti itu!" ucapnya tegas.


Clez hanya mengangguk, ia tahu kalau perintah atau permintaan nonanya itu mutlak.


Zelvia menghela nafas panjang, ia mencari keberadaan Rero di sekeliling.


"Sepertinya tadi Rero berubah menjadi elang karena ku" batin Zelvia.


Zelvia tiba-tiba terdiam, ia teringat akan sesuatu yang harus ia selesaikan.


Di arah lain, Yustaf yang melihat Zelvia sedang mengobrol memilih untuk kabur walau tubuhnya sudah sangat lemah, ia merangkak dan berusaha pergi ke luar.


Namun, ia sudah terlambat! Zelvia menghampiri Yustaf, "Mau kabur? Heh," ucap Zelvia sambil terkekeh.

__ADS_1


Zelvia mengangkat tangannya, ia menunjukkan telapak tangannya yang keluar sihir berwarna ungu kebiruan itu.


"Aku menghukum mu karena tindak kejahatan yang telah kau lakukan sebagai raja iblis!" tegas Zelvia sambil menatap tajam Yustaf.


__ADS_2