Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 6. Berteman dengan Putri Mahkota


__ADS_3

"Para bangsawan semuanya yang terhormat, dengan ini saya umumkan bahwa acara ulang tahun suci Tuan Putri Cintia Thirian De Acher dimulai!" Ucap Pangeran Hard.


Tak...tuk....tak


Suara langkah kaki, tanda bahwa Tuan Putri Cintia datang.


"Salam kepada Sang Dewi bulan, Semoga berkah Sang Dewi menyertai anda Yang Mulia Putri" Semua bangsawan memberi hormat pada Putri Cintia.


"Ya....terima kasih" Jawab Putri Cintia dengan lembut.


"oh...jadi dia adalah Putri Mahkota Cintia? Sangat cantik....pantas saja disebut Dewi. Bahkan aku yang menulis novel ini pun tidak menyangka dia akan secantik itu" Ucap Zelvia dalam hati.


"Baik, karena semuanya sudah berkumpul, kita akan mulai upacaranya!" Kata Seseorang yang akan memberikan air suci naga pada Putri Cintia. Orang itu adalah Dokter pribadi Raja.


"Dengan ini saya sampaikan....Yang Mulia Putri Mahkota Cintia akan melanjutkan usia nya menjadi wanita yang lebih dewasa. Ia akan menjadi pemimpin, sekaligus penerus kedua Sang Raja. Air suci pemberian naga ini saya berikan atas nama Cintia Thirian De Acher untuk membersihkan dirinya dari segala kejahatan dan kekacauan di usianya yang bertambah. Semoga berkah Sang Dewi Bulan memberkahi Putri Cintia" Ucap dokter itu.


Prok...prok...prok


Semua bangsawan lalu bertepuk tangan setelah upacara itu selesai.


"Tidak kusangka acaranya akan semenarik ini! Ternyata tidak ada salahnya juga aku reinkarnasi ke dalam novel yang aku buat ini. Selanjutnya, akan kubuat Putri Cintia berada di pihak ku. Menurut novel asli, pasti setelah acara dansa, Nuriel akan mendekati Putri Cintia dengan memberi sapu tangan buatannya dan berbincang lalu membuat mereka berdua dekat. Hmmmm...Aku harus menghentikan agar itu tidak terjadi bagaimanapun caranya! Jika mereka menjadi dekat, maka kemungkinan aku mati dengan cepat akan bertambah. Tapi aku harus meminta maaf dulu pada Putri Cintia karena selalu menempel pada kakak nya, Pangeran Hard" ( Dlm hati Zelvia )


"Semuanya nikmatilah pestanya. Karena sudah selesai upacara, kalian boleh memilih pasangan dansa lalu berdansa.


Bersenang-senanglah semuanya.." Kata Putri Cintia tersenyum.


"Terima kasih Yang Mulia" Jawab para bangsawan.


"Huh... akhirnya selesai juga. Upacara itu benar-benar membuatku ingin tidur saja" Ucap Putri Cintia kelelahan.

__ADS_1


"Yang Mulia Putri Mahkota?." Tiba² Zelvia menghampiri Putri Cintia


"Ah iya, ada apa?"


"Tidak ada apa-apa Yang Mulia, kebetulan saya sedang jalan² disini. Saya tidak menyangka akan bertemu Yang Mulia Putri Mahkota disini🙇🏻‍♀️" Jawab Zelvia


"Oh begitu. Tunggu....bukankah anda adalah Putri Duke Calliorest? Ke...kenapa anda ada disini! Anda kan sangat menyukai pesta!!!"


Suasana menjadi getar....Zelvia bingung apa yang dulu dilakukan Zelvia yang asli hingga Putri mahkota gemetar ketakutan begitu!


"Sekarang sudah tidak begitu Yang Mulia, saya sudah berubah. Mungkin ini tidak masuk akal. Tapi saya ingin meminta maaf karena bertindak sesuka nya pada Pangeran Hard. Saya tidak tahu itu akan mempersulit Yang Mulia"


"Tidak...apa maksud anda? jangan bersikap seperti itu Nona, saya tidak pernah menganggap nona begitu"


"Terima kasih Yang Mulia. Saya juga ingin menyampaikan bahwa saya menyesal telah melakukan itu. Kedepannya saya akan mencoba menghindari Yang Mulia Pangeran"


"Apa maksud perkataannya itu? Itu sama saja seperti menyindir Nuriel kan? Padahal aku tulis di novel, pembatalan pertunangan juga salah satu permintaan Putri Cintia!" ( dlm hati Zelvia )


"Iya Yang Mulia, tapi mohon maaf Yang Mulia sekarang Yang Mulia Pangeran dan Nona Nuriel begitu dekat. Saya tidak tahu mereka sudah menjadi kekasih atau belum, saya tidak mau menjadi pengganggu hubungan mereka. Saya juga tidak menyimpan perasaan lagi pada Pangeran Hard"


"Oh begitu ya...... jika saja aku menolak, pertunangan itu mungkin tetap akan terlaksana. Aku yang minta maaf pada nona karena menyetujui pembatalan pertunangan nona dan Kakak Hard. Tenang saja nona, akan kubuat si penggoda itu tidak bisa mendekati kakak "


"Iya tidak apa-apa Yang Mulia 🙇🏻‍♀️. Tapi mengenai itu, saya menolak. Saya tidak mau lagi berhubungan dengan Pangeran Hard. Saya mohon Yang Mulia, saya sudah tidak ada rasa cinta sedikit pun lagi pada Yang Mulia Pangeran"


"Tapi nona! Nona.... sebenarnya aku tidak mau membatalkan pertunangan itu! tapi jika tidak maka aku akan dimarahi kakak. Aku juga takut kalau kalian berpisah dan kakak bersama dengan Si Penggoda itu. Awalnya aku bodoh karena menganggap penggoda itu baik. Tapi saat aku menghadiri pesta waktu itu, aku mengerti kalau bukan nona yang salah. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau Nuriel lah yang mencari masalah duluan"


"I..iya Yang Mulia, itu sudah berlalu. Tidak usah pikirkan itu lagi🙇🏻‍♀️"


"Bagaimana bisa begini? dia sedang berbohong atau bercanda? Aku ingat kok kalau aku menulis Zelvia benar² mencela Nuriel!!! Sepertinya ada sesuatu yang harus kuselidiki!"

__ADS_1


"na...Nona?"


"ah iya Yang Mulia"


"Ummm.....Jika itu maumu, aku tidak bisa melarang nya. Tapi....kita bisa menjadi teman kan? Aku mohon terima ya"


"O...oh iya. Sebuah kehormatan bisa menjadi teman anda Yang Mulia 🙇🏻‍♀️"


"Wahhhh....aku punya teman? ini tidak bohong kan...kalau begitu bagaimana jika kita ke taman istana! kudengar bunganya sudah banyak yang bermekaran! Ayolah kita kesana Zelv"


"Iya Yang Mulia, tapi...nama saya Zelvia bukan Zelv"


"Oh...itu nama panggilan dariku. Kau tidak suka ya?"


"Su....suka sekali kok yang mulia"


"Yang Mulia? panggilan apa itu! kita sudah menjadi teman. Panggil aku Tia saja ok!"


"Ta...tapi Yang Mulia--"


"Syuutttt.... tidak ada tapi². Kita adalah teman, wajar saja kan kau panggil aku Tia kan?"


"Baik Yang-- maksudku Tia. Ayo kita pergi ke taman Tia!!"


"Ok Zelv"


"Yang Mulia Putri!!!!"


"Ah...siapa?!" Ucap Putri Cintia

__ADS_1


__ADS_2