Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 57. Rero dan Zeze


__ADS_3

Sementara di Kediaman Calliorest...


~Kamar Zelvia.


"Hemmm apakah sudah sampai?" Tanya Zelvia kembali membuka matanya yang telah terpejam tadi.


"Sudah Zeze" Sahut Rero


"Sudah lama ya tidak hidup menjadi manusia!" Batin Rero.


"Zeze, dunia manusia dan dunia hewan lebih baik mana?" Tanya Rero.


Zelvia menggelengkan kepalanya cepat.


"Rero, karena aku adalah manusia jadi aku berpikir lebih baik dunia manusia. Tapi mungkin jika kau yang hewan, kau akan memilih dunia hewan" Jelas Zelvia.


"Iya Zeze..." Balas Rero.


"Ngomong-ngomong, apa rencana Zeze selanjutnya?" Tambah Rero.


"Rero, sebenarnya aku ingin kau menjadi kesatria penjaga pribadi ku, karena kau itu laki-laki! Makanya tadi aku menanyakan kau itu bisa bela diri atau tidak?" Tanya Zelvia.


"Aku belum tahu.... tapi, apa kau yakin ingin menjadikan ku kesatria penjaga?" Tanya Rero kurang yakin.


"Kau tidak perlu khawatir! Aku akan membantu mu jika kau membutuhkan sedikit bantuan!" Jelas Zelvia.


"Apa kau berencana ingin menjadikanku kesatria setelah menolak untuk makan siang bersama ayahmu? Karena bagaimanapun juga hal ini harus dipersetujui ayahmu" Tanya Rero penasaran.


"Aku tahu itu... sebenarnya aku juga sangat jengkel bertemu dengan ayah! Tapi mau bagaimana lagi...ini adalah satu-satunya cara!" Batin Zelvia.


"Ze--"


"Rero...aku akan makan siang bersama ayahku!" Tegas Zelvia.


"Tapi Ze, kau kan tidak menyukai itu?" Tanya Rero khawatir.

__ADS_1


"Tenang saja...aku pasti akan berhasil melakukannya!" Tegas Zelvia lagi.


"Rero, bukannya aku melarangmu, tapi jika di depan orang-orang jangan panggil namaku ya! Itu akan menimbulkan kecurigaan nanti" Pinta Zelvia.


"Iya Nona Zelvia...pftt" Tawa Rero


"Hei jangan menertawakan ku!" Kesal Zelvia.


Saat tengah asik bercanda, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Zelvia.


Tok... tok.... tok.... Ketuk seseorang dari luar.


"Nona, bolehkah aku masuk?" Tanya Clez dari luar.


"Nona... siapa dia?" Tanya Rero penasaran.


"Jangan banyak tanya dan cepat sembu--"


Krekkkk


"Clez dia adalah.." Ucap Zelvia pelan.


"Nona...apa...apa dia pencuri?" Sela Clez khawatir.


"Pergi kau! Jangan dekati nona!" Suruh Clez.


"Hei sabarlah...dengarkan, aku adalah--" Kata Rero gugup.


"Jangan beralasan! Kau itu pencuri kan? Atau jangan-jangan kau...." Sela Clez.


"Emm dengarkanlah penjelasan ku dulu!" Pinta Rero pelan.


"Pergi kau!!!!" Pinta Clez dan hendak memukul kepala Rero dengan vas bunga.


"Clez, hentikan!" Teriak Zelvia.

__ADS_1


Mata Clez dan Ferix ( Rero ) langsung tertuju pada teriakan Zelvia. Clez yang hendak memukul kepala Rero pun juga mengurung kan niatnya itu.


"Ha...ha....kalian diamlah dulu!" Pinta Zelvia.


"Nona...apa...apa nona baik-baik saja?" Tanya Celz cemas.


"Aku baik-baik saja Clez..." Sahut Zelvia tersenyum manis.


"Lalu dia siapa?" Tanya Clez kembali.


"Dia adalah lelaki yang akan kuangkat menjadi kesatria pribadiku" Jelas Zelvia perlahan.


"Tapi, apa nona yakin? Kesatria pribadi merupakan ksatria yang jabatannya tinggi dari semua kesatria!" Tegas Clez.


"Ya aku yakin, lagipula ini adalah pilihanku!" Jelas Zelvia.


"Nona, sepertinya saya akan mengganggu anda kalau terus berada disini, lebih baik saya pamit pergi ya nona!" Izin Rero hormat.


"Baiklah, kamarmu ada di sebelah timur bagian tengah, kamar nomor 05 di ruangan tempat kesatria berada!" Tegas Zelvia.


"Baik nona, terima kasih!" Ucap Rero membungkuk dan hendak berlalu.


"Tunggu!" Panggil Clez pada Rero.


"Ya?" Tanya Rero aneh.


Clez mendekatkan mulutnya pada telinga Rero.


"Jangan berbuat yang tidak-tidak pada Nonaku! Atau kau akan kena sialnya nanti, awas saja!!!" Bisik Clez mengingatkan.


"Oh oke, tenang saja aku tidak akan melukai nona!" Sahut Rero kembali berbisik pada telinga Clez.


Glekkk...


Clez menelan saliva nya, wajahnya memerah malu karena bibir Rero sangat-sangat dekat dengan telinga nya saat itu.

__ADS_1


__ADS_2