Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 108. Agen Xue Hi


__ADS_3

Riel menoleh ke belakang, dilihatnya Rero yang telah berdiri tegak dengan kemeja biru yang dipakainya.


"Ehemm.." Riel berdehem.


"Kenapa pakaian anda resmi sekali, Tuan Firex? Sepertinya anda ingin bertemu seseorang!" ucap Riel yang membuat Rero memiringkan kepalanya bingung.


"Ahaha, iya! Saya mau bertemu Nona Zelvia!" ucap Rero


Riel menatap tajam Rero bak bertemu musuh saat ini. "Kenapa anda menatap saya seperti itu? Tenanglah.. saya tidak ada maksud jahat, hehe" jelas Rero tertawa.


Zelvia mendekati Rero, ia membisikkan sesuatu pada Rero.


"Nanti temani aku keluar bersama Clez, ya!" pinta Zelvia berbisik.


Zelvia tidak terlalu mengenal kota ini, maka dari itu ia meminta Rero menemaninya. Rero memiliki sihir teleportasi, selain itu ia memiliki hubungan pikiran dengan Zelvia.


Di samping itu, ada tatapan kebencian dari tatapan Riel, ia melihat Rero dengan tatapan tidak suka.


"Siap!" jawab Rero menyahut Zelvia.


Bukk.. Riel mendorong tubuh Rero menjauhi Zelvia, sementara lengan Zelvia ditarik ke arahnya.


Zelvia dan Rero sama-sama menatap Riel bingung. "Ada apa?" tanya Zelvia yang langsung menepis tangan Riel.


Riel tersentak, ia sepertinya tidak sadar akan tingkah laku nya tadi. "Ma-maaf!" ucapnya membungkuk.


"Hm" sahut Zelvia yang hanya berdehem.


Zelvia melangkahkan kakinya menuju Clez, ia mengambil botol air mineral miliknya dan meminumnya.

__ADS_1


"Haaah.."


Zelvia menghembuskan nafas, ia lalu berpamitan pada Riel untuk pergi.


"Karena latihan saya sudah selesai, saya pamit undur diri!" ucap Zelvia sopan.


"T-tunggu nona!" ucap Riel menyela.


"Ya?" tanya Zelvia.


"Saya mengakui bahwa kekuatan anda kuat di ilmu pedang dan bela diri, saya merasakan itu! Jadi.. saya ingin menawarkan sesuatu untuk anda!" jelas Riel dengan senyum tipis.


Zelvia memutar bola matanya, "Apa itu?" tanyanya.


"Tak jauh dari penginapan ini, ada sebuah agen Xue Hi, mereka kerap memberikan bayaran dan hadiah pada orang yang melakukan suatu misi, selain itu.. ada perlombaan antar orang, setiap orang dari peringkat lima keatas akan mendapatkan hadiah spesial, sedangkan untuk peringkat pertama akan mendapat beberapa batu spirit air yang kabarnya langka dan hanya bisa ditemukan di hutan tak terlihat!" ujar Riel panjang lebar.


Zelvia yang tadinya bersikap biasa saja, mulai tertarik akan tawaran Riel. "Memang misi yang harus dilakukan apa?" tanya Zelvia.


"Sepertinya tempat itu bagus untuk melatih peningkatan kekuatanku! Menang atau kalah tidak masalah kan??" batin Zelvia.


Zelvia mengangguk, tanda mengiyakan tawaran Riel.


"Dimana letaknya?" tanya Zelvia.


"Sekitar empat ratus meter dari sini!"


"Baiklah, terima kasih," ujar Zelvia.


"Tapi nona, saya tidak bisa menjamin keselamatan saat mengerjakan misi tersebut! Jadi sebaiknya anda pertimbangkan baik-baik!" jelas Riel mengingatkan.

__ADS_1


"Ya, aku sudah memutuskan untuk pergi kesana!" tegas Zelvia dengan tersenyum.


"Firex, Clez.. persiapkan segala hal yang kalian butuhkan, kita pergi sekarang!" ucap Zelvia.


"Baik!" jawab Riel dan Clez bersamaan.


"Apa ada yang membutuhkan bantuan dari saya, nona?" tanya Riel ramah.


"Tidak, terima kasih" jawab Zelvia tersenyum.


"Kalau begitu, saya akan siapkan kereta kuda saja!" lanjut Riel.


...********...


Di luar, Zelvia, Clez, dan Rero telah bersiap-siap menuju ke kediaman agen Xue Hi, mereka tampaknya sangat tertarik akan misi yang akan diberikan. Sebelum itu, Zelvia mengajak Clez dan Rero untuk membeli sebilah pedang untuk nya, karena siapa tahu saja akan berguna nanti. Lagipula, toko yang menjual peralatan semacam pedang juga terletak tak jauh dari sana.


Setelah membeli pedang, Zelvia, Clez, dan Rero kembali menaiki kereta kuda dan pergi menuju agen Xue Hi


Tak...tuk...tak...


Kereta kuda melaju cepat ke arah Agen Xue Hi, tak sampai sepuluh menit mereka sudah sampai disana.


Zelvia yang telah memakai jubah berwarna hitam itu menoleh ke arah yang akan ia tuju, ia tersenyum tipis dan melangkah maju.


"Dengan siapa?" tanya salah satu pengawal disana.


"Emm.. nama saya Zelvia Leanara!" ujar Zelvia berbohong untuk mencegah terjadinya hal yang tidak memungkinkan.


"Identitas ku harus dirahasiakan!" batinnya.

__ADS_1


"Bisa dibuka dulu jubahnya, nona? Saya harus memastikan identitas anda!" ucap pengawal itu.


__ADS_2