Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 129. Diberikan petunjuk


__ADS_3

Zelvia berjalan mengikuti arahan dari Riel sebelumnya. Ia pergi ke sebuah gang yang begitu ramai dikunjungi banyak orang.


"Ayo, bisa dibeli bahan-bahan obatnya!" teriak salah satu penjual mempromosikan dagangannya.


Suara riuh dan berisik, serta banyak orang yang berjalan kesana-kemari membuat jalanan penuh dengan orang - orang.


"Kalau seperti ini, aku bahkan tidak bisa melihat jalan dengan baik," batin Zelvia sambil celingak-celinguk, mencari letak serikat perdagangan itu.


"Huh, benarkah? bukannya dia sudah dipenjarakan ya?" ucap seorang wanita di belakang Zelvia pada ke empat wanita di hadapannya.


"Wajar saja, tunangannya adalah seorang putri dari orang kaya. Bahkan, penjahat seperti nya sekalipun bisa terbebas dari penjara!" jawab wanita lain.


Mendengar hal itu, Zelvia lantas membalik badan, bermaksud untuk menanyai sesuatu agar mendapat beberapa petunjuk dari wanita-wanita yang sedang bergosip hangat itu.


"Permisi," ucap Zelvia sopan.


Lima wanita itu pun menoleh ke arah Zelvia, tersenyum ramah dan menyapa Zelvia. "Ada apa ya?" tanya mereka pada Zelvia.


Zelvia agak tersentak melihat reaksi mereka. Biasanya, orang-orang akan curiga padanya karena memakai jubah tertutup di jalan.

__ADS_1


"Ehem, maaf nona nona, apakah kalian tahu jalan menuju serikat perdagangan Mue Wan?" tanya Zelvia.


"Hum, ya kami tahu," jawab salah satu dari mereka dengan ragu.


"Kalau begitu, bolehkah saya meminta petunjuk untuk pergi kesana? mohon maaf sebelumnya," ujar Zelvia kembali bertanya.


Mereka menatap gugup Zelvia, saling pandang-memandang dan *******-***** gaunnya.


"Se-sebaiknya anda jangan kesana!" ujar salah satu dari kelima perempuan itu.


"Emm, memangnya kenapa ya? Apa ada sesuatu yang bermasalah disana?" tanya Zelvia penasaran.


"Tunangan?" Zelvia mengerutkan keningnya, mencoba memancing penjelasan dari wanita itu.


"Ya, ia bertunangan dengan mantan pemilik penginapan Wers yang berada tidak jauh dari sini. Tapi, karena kejahatannya, ia dijatuhkan hukuman ditahan di jeruji penjara. Tapi, ia berhasil dibebaskan atas kemauan dan keinginan tunangan gilanya itu," jelas wanita itu.


"Kenapa kau menyebutnya gila? Apa wanita itu sedikit tidak waras?" tanya Zelvia lagi.


Wanita itu menggeleng pelan, "Bukan begitu.. emm" wanita itu kembali menunduk dan menatap ragu ke arah Zelvia. Ia lalu menoleh ke segala arah. "Sebenarnya, dia tidak gila, tapi lebih ke obsesi dan keras kepala. Apapun yang ia inginkan, harus terpenuhi. Seperti halnya tentang bebasnya mantan pemilik penginapan Wers karena obsesi dan keras kepalanya," jelas wanita itu pelan.

__ADS_1


Zelvia mengangguk paham, tanda mengerti.


"Baiklah, dimana letak serikat perdagangan itu?" tanya Zelvia.


"Tidak jauh dari sini, anda lurus saja, akan banyak pengawal yang berjaga disekitaran sana, tandanya beberapa meter lagi sudah sampai di serikat perdagangan Mue Wan," jelasnya detail.


"Baiklah, terima kasih atas penjelasannya," jawab Zelvia tersenyum ramah.


"Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Zelvia.


"Daisy," jawab wanita berambut kepang yang bernama Daisy itu.


"Anu.. nona..!" salah satu teman Daisy memanggil Zelvia dan menarik lengan Zelvia pelan.


"Ah, ada apa?" tanya Zelvia bingung.


"Anu.. sebaiknya anda jangan kesana nona, seperti yang telah dijelaskan Daisy, disana berbahaya! Sa-saya bukannya melarang, tapi saya takut kalau anda..." ucap teman Daisy.


Zelvia sontak tersenyum, "Tidak apa-apa, aku sudah mempersiapkannya." jawab Zelvia.

__ADS_1


Daisy mendekati Zelvia, ia lalu berkata, "Jadi.. apa anda yakin ingin pergi kesana, nona?" tanya Daisy pada Zelvia.


__ADS_2