Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 69. Penolakan


__ADS_3

Halo readers....Apa kabarnya? Semoga baik dan sehat selalu ya! Jadi author mau tanya nih ke kalian. Mulai hari ini atau lusa depan, up nya mau 1 hari/bab? Soalnya karena banyak tugas, author jadi jarang banget up. Maaf yaaa.....nanti author usahakan up kalau ada waktu dan itu 1 hari/bab kalau readers mau dan mohon maaf banget kalau author kadang ga bisa up per hari karena tugas author menumpuk bangettt...mohon dimaklumi ya!๐Ÿ™


Tulis di kolom komentar ya pendapat kalian, pendapat terbanyak akan author ambil sebagai kesimpulan...see you๐Ÿ˜˜


Happy reading โค๏ธ


*


*


*


Setelah berbincang empat mata dengan Ester, Raja Vervun kembali singgah di kursi yang ia duduki tadi, begitupun Ester.


"Hallo...apa pembicaraan nya menyenangkan?" Tanya Vervun tersenyum.


Zelvia tersenyum tipis, sementara Ratu Annette yang duduk di sebelah Raja Vervun tersenyum ceria sehabis mengobrol santai dengan Zelvia tadi.


"Sayang, gimana tadi pembicaraan nya?" Tanya Annette sembari menatap wajah Vervun.


"Hemmm itu..."


"Paman, bibi..." Sela Zelvia.


"Iya sayang, kenapa?" Tanya Annette pada Zelvia.

__ADS_1


"Itu...maaf, aku tidak bisa!" Ucap Zelvia.


Ratu Annette dan Raja Vervun saling pandang, mereka menghela nafas bersamaan.


Bagi Annette dan Vervun, itu hal yang wajar saja. Perlakuan putranya, Hard dulu juga sangat buruk pada Zelvia. Sementara Hard, membelalakkan matanya dan bangkit dari duduknya.


"APA YANG KAU KATAKAN?" Teriak Hard tidak terima.


Terlihat raut wajah Ester marah, ia hendak bangun dari duduknya dan segera menghajar Hard yang sudah kelewatan batas itu. Tapi dengan cepat, Zelvia mengangkat tangannya mengisyaratkan agar ayahnya tidak bertindak.


"Ayah...Raja, Ratu, sebaiknya aku berbicara berdua saja dengan Yang Mulia Pangeran Hard!" Yakin Zelvia.


"Tapi..." Balas Ester, Vervun, dan Annette bersamaan.


"Tenang saja! Hanya di taman, kalian juga bisa mengawasi ku dari jendela!" Ucap Zelvia.


๐Ÿ‚Taman..๐Ÿ‚


"Pangeran.." Ucap Zelvia.


"Apa mau mu, hah?" Marah Hard.


"Saya, menolak untuk menjadi pendamping pangeran!" Tegas Zelvia dengan poster tubuh tegap.


"Dasar jal*ng! Kurang apa aku dulu? Aku bahkan selalu memberikan mu barang mewah dan ini balasannya?" Bantah Hard.

__ADS_1


"Heh...Pangeran Hard, saya bukan wanita murahan yang hanya dengan barang murah seperti itu bisa terpesona dan menyukai anda!" Tegas Zelvia.


"Kau... dasar..."


"Apa salah saya? Apa anda mempunyai dendam dengan saya?" Tanya Zelvia.


"A-aku..." Ucap Hard terbata-bata.


"Maaf pangeran, anda kan mempunyai Nona Tildherd, kenapa anda tidak membawanya menjadi pendamping anda nanti?" Tanya Zelvia kembali dengan nada menyindir.


"I..itu karena Nuriel...dia..." Hard tak bisa berkata lagi. Ia mencintai Nuriel, sangat mencintainya! Tapi disisi lain, ia harus menjadi putra mahkota dan berkuasa di negeri ini.


"Zelvia...aku...aku mencintaimu! Kita balikan ya!" pinta Hard.


"Maaf pangeran, aku bukan perusak hubungan orang seperti โ€œdiaโ€! Jadi aku tetap akan menolak permintaan anda!"


"KAU...JANGAN MENGHINA NURIEL!!!!" tegas Hard.


"Aku tidak menghina nya, aku hanya berbicara sesuai kenyataan! lagipula, tadi aku tidak menyebut nama Nona Nuriel" Ucap Zelvia membantah.


Hard sudah tak tahan lagi, ia mengangkat tangannya, ia hendak menampar wajah Zelvia.


Mata Ester, Raja Vervun serta istri nya, Ratu Annette sontak melihat tangan Hard itu. Mereka mencoba menghentikan aksi Hard, tapi....


PLAKKKK .....

__ADS_1


Terdengar suara tamparan yang begitu kencang. Ketiga orang tua itu mendekati Zelvia dan Hard.


"JA*ANG!!" teriak Hard kesal.


__ADS_2