Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 119. Makan gratis


__ADS_3

Kini, semua peserta kembali kembali ke kediaman mereka masing-masing. Sementara Zelvia, ia menghampiri Clez.


Zelvia juga kembali merapikan jubahnya yang jadi berantakan di hutan spirit tadi.


"Nona!" panggil Clez.


"Hai, selamat ya!" ucap Zelvia.


"Haha, itu tidak seberapa nona! Saya justru bangga melihat nona menempati peringkat pertama!" ucap Clez malu-malu.


"Oh ya nona, kita langsung pulang ke penginapan setelah ini?" tanya Clez.


"Hem, sepertinya begitu." jawab Zelvia.


"Kenapa terburu-buru sekali, nona-nona!" ucap seorang pria yang tak lain adalah Zeron.


"Tuan muda Zeron, ada urusan apa anda kemari?" tanya Zelvia.


"Memang, aku tidak boleh menemui nona-nona manis ini, hm?" tanya Zeron sambil mendekati wajah Zelvia.


Zelvia tersentak dan langsung mendorong tubuh Zeron. "Apa maumu?" tanya Zelvia.


"Aku tidak ingin apa-apa!" jawab Zeron.


"Oh ya.." Zeron mengulurkan tangannya. "Selamat atas kemenangannya, nona!" ucap Zeron.


"Ehm, ya" jawab Zelvia sambil menjabat tangan.


"Apa kalian berdua berteman? Kemampuan kalian sungguh hebat, yang satu menduduki peringkat pertama, dan satunya lagi peringkat keempat" ujar Zeron.


"Iya, terima kasih" jawab Zelvia.


Zelvia lalu menggenggam Clez dan mengajaknya untuk keluar, sebelum itu ia berpamitan pada Zeron.


"Maaf, kami masih ada urusan, jadi kami duluan!" ucapnya.


Saat sedang berjalan, Zelvia kembali dikagetkan dengan kedatangan seorang pria yang ia kenal.


"Anda kan.."


Tampak seorang pria tua di hadapan Zelvia, entah kebetulan atau memang di sengaja, mereka kembali bertemu.


"Maaf, saya sudah merendahkan mu waktu itu." ucap pria tua tersebut.


Pria itu adalah Xige, seorang pria yang ditemui Zelvia sebelum memasuki gerbang teleportasi menuju ke hutan spirit. Ia yang mengingatkan Zelvia bahwa hutan spirit berbahaya.


{ Penjelasan lengkap mengenai pria itu ada di episode 109 }


"Bagaimana? Apakah disana berbahaya?" tanya pria itu sambil tersenyum.


"Tidak terlalu, hanya ada beberapa masalah tentang hewan dengan kekuatan cukup tinggi." jelas Zelvia.


"Baguslah kalau begitu," sahut pria itu.


"Maaf, saya duluan karena ada urusan" ucap Zelvia yang lalu meninggalkan pria itu bersama Clez.

__ADS_1


Zelvia dan Clez berjalan menuju kereta kuda, namun langkah mereka terhenti saat Zeron tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.


"Eitss... nona-nona, tunggu dulu!" ucap Zeron.


"Nona-nona, bagaimana kalau kita rayakan kemenangan kali ini bersama-sama? Itu menarik bukan?" tanya Zeron antusias.


"Maaf, tapi aku masih ada urusan." jawab Zelvia.


"Ayolah, hanya sebentar!" ucap Zeron kembali.


Zelvia memutar bola matanya dan akhirnya mengiyakan permintaan Zeron. Dengan senyuman yang manis, Zeron mempersilahkan Zelvia dan Clez duduk di kereta kuda untuk pergi ke sebuah restoran yang ternama.


****


Restoran Arielne


"Jadi ini restoran yang kau maksud?" tanya Zelvia.


Zeron mengangguk, "Ini adalah restoran milik keluargaku." ucap Zeron.


Zelvia menoleh ke segala arah, sedari tadi ia tidak melihat keberadaan orang lain di restoran ini.


"Dimana orang-orang? Apa ini restoran pribadi?" tanya Zelvia penasaran.


"Tidak, sementara aku menutup restoran ini untuk makan-makan denganmu dan temanmu" jelas Zeron.


"Hah? Apa?" Zelvia membuka lebar bola matanya dan tampak kaget.


"Baiklah, karena ini restoran ku, maka semua makanan yang kalian pesan disini gratis!" ucap Zeron yang membuat Zelvia dan Clez kembali terkejut.


Prok...prok... Zeron menepuk telapak tangannya sehingga terdengar bunyi yang cukup keras. Saat itu juga lima pelayan datang dan membungkuk hormat pada Zeron, Zelvia, dan Clez.


"Siapkan cheese meat dan kopi hangat, aku ingin itu!" titah Zeron.


"Lalu, bagaimana dengan kedua nona ini?" tanya pelayan itu lagi sambil menoleh ke arah Zelvia dan Clez. Ia juga menyerahkan buku menu dan menaruhnya di atas meja.


"Aku pancake cokelat dan milkshake" ucap Zelvia.


"Lalu, nona yang ini?" tanya pelayan itu sambil menunjuk ke arah Clez.


Clez menatap semua makanan yang ada di buku menu, kedua bola matanya berbinar-binar.


"Clez, kau ingin apa?" tanya Zelvia.


"Huwaah... aku tidak bisa memilih Semuanya enak!" ucap Clez sambil menutup buku menu itu.


"Pesan saja apapun yang kau mau, semuanya gratis" ucap Zeron.


"Woahh, benarkah?" tanya Clez.


Clez lalu menatap Zelvia dengan tatapan memelas, Zelvia pun menghela nafas panjang melihat tingkah laku pelayan kesayangannya itu.


"Jangan tanyakan aku, tanyakan padanya!" ucap Zelvia sambil menunjuk Zeron.


Zeron terkekeh pelan, "Sudah kubilang, pesan saja apapun yang kalian mau" ucap Zeron.

__ADS_1


Clez pun tersenyum senang dan memesan steak saus keju sebagai makanan berat nya, dan beberapa kue untuk cemilannya. Ia juga memasang milkshake cokelat.


"Eh, kakak" panggil seseorang dari belakang.


Zeron menoleh ke arah belakang, ia lalu menatap tajam ke arah belakang.


"Hai!" sapa adik Zeron, yang tak lain adalah Lessen.


"Lho, apa kakakku ini sudah mempunyai wani--" Lessen menghentikan ucapannya.


"No-nona.." ucap Lessen pada Zelvia yang berada di hadapannya.


"Apa kalian sudah saling mengenal?" tanya Zeron.


"Sial.. jangan sampai dia mengenalku!" batin Zelvia.


Lessen memperhatikan Zelvia dengan seksama, ia lalu mengernyitkan dahinya.


"Sepertinya aku salah orang, aku tidak mengenalnya!" elak Lessen membalas pertanyaan Zeron.


"Oh ya, apa dia kekasih kakak?" tanya Lessen.


Deg!! Jantung Zeron langsung berdetak kencang mendengar pertanyaan dari adiknya. Wajahnya pun juga memerah bak kepiting rebus.


"Ooow... ternyata kakakku yang polos ini akan segera mempunyai istri!" goda Lessen.


"A-apa yang kau katakan! Kami hanya teman!" elak Zeron sambil menggeleng.


"Benarkah?" goda Lessen lagi.


"Aku dan kakakmu tidak ada hubungan apa-apa, kami hanyalah peserta yang sama-sama mengikuti perlombaan di Agen Xue Hi." jelas Zelvia.


"D-dengar tuh! Makanya, jangan aneh-aneh pikirannya!" timpal Zeron.


"Huh, kukira kakak sudah punya kekasih!" batin Lessen kesal.


"Permisi," ucap ketiga pelayan yang datang dan membawa makanan yang dipesan oleh Zelvia, Clez, dan Zeron.


Di restoran ini, pelayanan nya cukup cepat karena memiliki banyak chef yang menangani pemesanan pelanggan.


"Mari dimakan!" ucap Zeron sambil tersenyum.


"Kakak, bagaimana denganku?" tanya Lessen.


"Kalau mau, pesanlah sendiri! Oh ya, jangan makan di sini, kakak ada urusan dengan mereka!" ucap Zeron dengan nada mengusir.


"Ish, baiklah!" jawab Lessen sambil mengendus kesal.


Lessen memanglah seorang pemimpin dalam kantor pemerintahan, namun ia akan berubah menjadi anak manja di keluarnya. Karena, dulu ia sempat merasakan yang namanya 'anak bungsu' sekitar 8 tahun, setelah itu lahirlah kedua adik kembarnya.


Selepas kepergian Lessen, Zeron, Zelvia, dan Clez pun menikmati makanan dengan khidmat. Tak lupa pelayan juga menyediakan beberapa macam buah untuk cuci mulut.


**


"Terima kasih atas hidangannya, Tuan muda Zeron!" ucap Zelvia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ah, tidak usah seperti itu! Oh ya, lain kali kalian berdua jangan memanggilku dengan sebutan tuan! Panggil saja aku dengan namaku, Zeron!" ucap Zeron.


Zelvia dan Clez mengangguk tanda mengerti. "Baiklah Zeron, kami pamit pulang!" ucap Zelvia.


__ADS_2