Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 68. Masa lalu Ester dan Vervun ( 2 )


__ADS_3

Vellisya dan Triana saling memandang dan tersenyum. Mereka akhirnya meninggalkan dua anak laki-laki itu bersama pengawal yang mengawasinya dari jauh.


"Dik, kenapa dari tadi kau tidak berbicara? Ayo katakanlah siapa namamu!" Ucap Vervun tersenyum senang.


Ester hanya menanggapi perkataan Vervun dengan wajah datar. Ia membalikkan badannya ke belakang bermaksud meninggalkan Vervun.


"Eee..eh jangan pergi donk! Baiklah, aku tidak akan menanyakan hal itu!" Kata Vervun seraya menggenggam tangan Ester kecil.


Ester memutar bola matanya malas dan tidak menghiraukan perkataan Vervun. Ia malah terus melangkah kan kakinya menjauh dari Vervun.


"Hey jangan kabur! Kalau ibu mu dan ibu ku tahu bagaimana??" Teriak Vervun.


Ester menghentikan langkah kaki nya, "Apa mau mu?" Tanya Ester pada Vervun.


"Aku? Kenapa aku?" Tanya Vervun.


"Hah sudahlah! Aku tidak ada waktu mengurusi mu!" Ucap Ester dingin.


"Eh jangan dianggap serius! Tadi itu hanya bercanda, jadi jangan marah ya" Balas Vervun cepat.


"Hey, tapi aku sungguh-sungguh lho! Kalau ibu kita tahu bahwa kita tidak akrab dan rukun, mereka pasti sedih" Tambah Vervun.


"Terserah kau saja" Sahut Ester.


Vervun tersenyum sebentar dan menarik lengan Ester. Ia membawa Ester ke taman sekaligus tempat rahasianya yang tidak diketahui oleh siapa pun.


"Huftt... akhirnya sampai.." Ujar Vervun kelelahan.

__ADS_1


"Kenapa kau membawaku kesini? Tempat apa ini?" Tanya Ester bingung.


"Teman, biar ku perkenalkan tempat ini padamu!" Sahut Vervun.


"Tempat ini adalah taman yang dibuat atas perintah mendiang ratu sebelumnya yang merupakan ibu dari ibuku, Ratu Riniese. Tapi... semenjak kematiannya, taman ini tidak terawat dan hanya seperti taman kosong yang sering dirumorkan angker!"


"Hmm benarkah?" Tanya Ester mulai penasaran.


"Duduklah disini dulu! Kita bicara sambil duduk! Oh ya, kau bukan anak manja kan yang tidak ingin duduk tanpa alas?" Jelas Vervun.


"Tidak" Balas Ester datar.


Vervun mengambil daun-daunan yang berjatuhan dari atas pohon. Ia membaringkan tubuhnya di rerumputan hijau itu, sementara Ester duduk bersila seraya bersandar di batang pohon.


"Ester...itu namamu kan?" Tanya Vervun.


"Ya" Jawab Ester.


"Dulu, mendiang Ratu Riniese sangat menyukai hal yang berbau kehijauan, segar, dan semacamnya! Bahkan sebelum ia meninggal dan sedang sakit parah, ia menyempatkan dirinya untuk berkunjung ke taman ini!" Ucap Vervun.


"Sayangnya, tempat ini menjadi lusuh semenjak kematiannya. Dan akulah yang menemukan tempat ini! Aku memutuskan untuk membersihkan nya bersama Bu Celine, Ibu pengasuhku dan menjadikan tempat ini sebagai tempat rahasia yang hanya diketahui olehku dan Bu Celine!" Tambah Vervun menjelaskan.


"Lalu....kenapa kau memberitahukan tempat ini padaku?" Tanya Ester.


"Karena kau teman pertamaku!!! Aku tidak boleh pelit donk pada teman, hehe"


Mata Ester terbelalak mendengar ucapan Vervun. Ia terdiam dan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Apa kau tahu...aku bahkan tidak punya teman!" Ucap Ester.


"Benarkah?" Tanya Vervun tak percaya.


"Ya...aku terlalu sibuk jadi tidak ada kesempatan bermain" Jawab Ester mengangguk.


"Yahh...kita punya masalah masing-masing! Aku yang didekati banyak orang malah tidak merasa senang"


"Kenapa?" Tanya Ester.


"Mereka hanya ingin berteman denganku karena status. Coba bayangkan... bagaimana jika status ku berubah menjadi rendah, akan kah mereka tetap mendekatiku?" Jelas Vervun pelan.


"Hmmm ya" Gumam Ester.


"Teman...bolehkah kita berteman????" Tanya Vervun.


"Ya" Kata singkat dari Ester membuat Vervun terkejut sekaligus senang.


"Oh ya Ester, kalau dah tua kita masih tetep temenan kann?" Tanya Vervun.


Ester mengernyitkan dahi nya, "Kau ini, kita kan masih kecil kenapa menanyakan hal seperti itu?" Jawab Ester.


"Teman, nanti kalau aku punya putra, dan kau punya putri, gimana kalau kita jodohkan saja?" Tanya Vervun kembali.


"Apa yang kau katakan? Astaga, kita masih kecil dan aku pun tak ada niat menikah" Ester menyentil dahi Vervun.


"Hahahaha...aku cuman bercanda teman! Jangan marah!" Tawa Vervun.

__ADS_1


Ester memutar matanya. Ia menghela nafas panjang


FLASHBACK OFF


__ADS_2