
Begitulah penjelasan tentang "Legenda Pahlawan dan Elang" dari Bu Suer.
"Maka dari itu, sudah kuputuskan.... Zelvia lah yang menang di lomba menyulam ini" Sahut Bu Suer.
"Apa? dia....menang? Memangnya apa bagusnya sulaman jelek itu" Batin Nuriel kesal.
"Ya sudah, karena urusan saya sudah selesai. Saya pamit pergi. Tapi.....nak, siapa namamu?" Ucap Bu Suer pada Zelvia.
"Saya?" Tanya Zelvia menunjuk dirinya.
"Benar nak. Apa ibu boleh mengetahui siapa dirimu?"
"Nama saya Zelvia Yederina Calliorest Bu" Sahut Zelvia menunduk hormat.
"Zelvia ya? Benar-benar nama yang bagus. Ambillah ini!" Seru Bu Suer memberikan sebuah kalung giok kecil sambil memakaikan kalung itu di leher Zelvia.
"Terima kasih Bu"
"Iya sam-" Belum selesai berbicara, kalung itu mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan. Kalung itu mengeluarkan semacam cahaya berbentuk elang.
"Ini....ini...."
"Ada apa Bu?" Tanya Zelvia bingung.
"Gak papa. Ibu pamit ya" Kata Bu Suer memeluk tubuh Zelvia dengan erat dan berlalu pergi.
Saat Bu Suer pergi, mata para bangsawan tertuju pada Zelvia dan merasa kagum pada sulaman melegenda buatan Zelvia.
"Lady Calliorest, bisa anda ikut saya?" Tanya Nuriel.
"Emmm....maaf tapi saya masih ada urusan!" Tegas Zelvia.
"Tolonglah...ini hanya sebentar!" Pinta Nuriel.
__ADS_1
"Akh....mau drama apalagi sih ini anak. Aku lagi lelah lagi!!!!" Kesal Zelvia dalam hati.
"Ada apa? Tidak mau ya🥺"
"Tentu saja saya mau. Ayo kita ke taman istana, disana sangat sejuk dan cocok untuk berbincang" Ajak Zelvia.
"Oh ok"
Taman Istana
"Jadi, ada urusan apa sampai Lady Tildherd ingin mengobrol dengan saya?" Tanya Zelvia tegas.
"Ayolah... kenapa anda serius begitu? Santai aja, aku gak akan ngelakuin macam-macam kok" Jelas Nuriel santai.
"Aku cuma penasaran aja kenapa sulaman jelek, emm... maksud ku sulaman elang mu dibilang sangat melegenda? Padahal kan kamu gak ada niat begitu kan? Bu Suer terlalu membesar-besarkan yah...pfttt" Sindir Nuriel.
"Maaf, ludah anda terciprat!" Kata Zelvia menyindir Nuriel dengan sengaja.
"Ah...hahah, maaf gak sengaja😅"
"Boleh saja. Tapi saya seperti nya sudah mulai lelah jadi mohon maaf karena saya tidak bisa menemani anda!" Tegas Zelvia lagi.
"Ya sudah aku juga gak maksa kok. Tapi...besok bisa kan?"
"Saya gak tahu pasti bisa atau tidaknya. Saya harap anda memaklumi itu! Soalnya saya orang nya SIBUK" Kesal Zelvia.
"Iya iya😅 Aku juga berharap kamu bisa dateng ke acara jamuan teh di rumahku"
"Hmmm"
"Saya pamit pergi dulu!"
Di Istana
__ADS_1
Semua bangsawan sedang sibuk berdansa dan bercanda ria. Zelvia sebenarnya ingin langsung pulang karena ia tidak suka kerumunan. Tapi jika dia pulang sama seperti tidak menghormati pangeran mahkota.
"Ah mau keluar ada si cabe ( Nuriel ), mau masuk juga berisik amat si" Gumam Zelvia.
"Nona....anda disini? Huh...hah... huh" Ucap Clez dari belakang sambil kelelahan.
"Clez...kamu disini? Terus....kenapa kamu kayak kelelahan gitu sih?" Tanya Zelvia penasaran.
"Itu...nona!!! Tolonglah saya nona... huwaaaaa!" Tangis Clez
"Kamu kenapa? Ada masalah?"
"Nona, dari tadi saya dikejar-kejar orang gak jelas. Kayaknya dia mabuk deh!!!!" Jelas Clez.
"Kukira kenapa....ya udah kamu mending minum dulu deh biar tenang"
"Pelayan!!!" Teriak Zelvia.
"Iya... Apa ada yang bisa saya bantu, Lady?"
"Bawakan saya segelas air jeruk dingin. Segera ya!" Pinta Zelvia.
"Baik Lady, tunggu sebentar lagi ya!"
"Ok"
5 menit kemudian....
"Ini minumannya, jika membutuhkan bantuan lain silahkan panggil saya!"
"Ya makasih" Jawab Zelvia cuek.
"Ini ambillah...disitu ada tempat duduk, kau duduk disitu dan minum air jeruk ini ya!"
__ADS_1
"Cantik...kenapa kau pergi?" Ucap seorang lelaki dari belakang.
"Hemmm???" bingung Zelvia.