Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 40. Bertemu seorang wanita


__ADS_3

Zelvia terus membalik beberapa halaman yang ada di buku tebal itu. Hampir semua isi buku itu menuliskan semua kerinduan dan kasih sayang pemilik buku pada keluarga di kehidupan pertamanya.


"Hah...sudah berlembar-lembar aku baca, isinya hanya kerinduan pemilik buku pada keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang yang dekat dengannya! percuma saja aku baca juga tidak ada gunanya!" Ucap Zelvia menghela nafas.


"Kalau begitu, apa memang buku sihir udah ditutup rapat-rapat yah? Jadinya mau nyari sampai keujung dunia gak bakal ada😒" protes Zelvia sambil menutup buku tebal itu.


"Eh ini--" Saat Zelvia menutup buku itu, ia tidak sengaja membalik buku itu ke halaman paling belakang dan ia melihat sebuah lambang yang digambar di buku itu.


"Lambang apa ini?" Tanya Zelvia bingung.


"Rasanya seperti familiar. Tapi dimana?" Tanyanya lagi.


"Sebentar...ini seperti lambang giok! Apa jangan-jangan......"


Zelvia mengeluarkan kalung giok elang hadiah dari Bu Suer. Ia lalu mencocok kan gambar kalung giok itu dengan yang ada di buku.


"Benar saja, ini sama persis!" Ujar Zelvia.


"Makin meneliti makin membuat ku penasaran. Sebenarnya apa yang ada di balik semua ini" Keluh Zelvia menunduk lemas.


"Hah..... Pada siapa aku menanyakan ini? Bahkan jika aku mengatakan segalanya, semua orang tak akan ada yang percaya! Biarpun mereka percaya, mereka pasti akan membunuhku kalau tahu aku bukanlah Zelvia yang asli!" Ucap Zelvia murung.


Zelvia lalu mengingat masa lalu nya yang kelam. Ia ingat bahwa dulu ia juga tidak mempunyai siapapun untuk menjadi tempat ia bersandar. Setiap ia sedih ataupun kesal, ia hanya memendam semua kepedihan itu sendiri tanpa bantuan orang lain.

__ADS_1


Perlahan Zelvia meneteskan air matanya. Ia bingung apa yang harus ia lakukan. Air matanya mengalir dan jatuh di kertas buku itu tepat pada gambar giok elang tersebut.


Tiba-tiba ada sinar terang keluar dari buku. Seketika ia langsung tertidur lelap di atas buku itu.


...****************...


"Ukh...ini dimana?" Tanya Zelvia bingung.


Dari belakang tampak samar-samar seorang wanita berpakaian gaun panjang berwarna biru cerah. Wanita itu langsung memeluk Zelvia ati belakang.


"Si-siapa kau? Menjauh lah dariku!" Teriak Zelvia sembari menjauhkan tubuhnya dari wanita itu.


"Anakku Zelvia, akhirnya ibu bisa bertemu denganmu!" Ujar wanita itu lembut.


"Iya nak.. Berkat air mata mu yang menetes di gambar itu, ibu jadi bisa melihat anak ibu yang cantik ini" Senyum wanita itu.


"Kuperingatkan ya, jangan macam-macam padaku!" Pinta Zelvia.


"Pfttt....kau sangat lucu" Tawa wanita itu.


"Lucu? Apa nya yang lucu😒" Kesal Zelvia.


"Emmm...tidak ada, hanya saja sikapmu yang sedang marah sangat imut dan lucu"

__ADS_1


"Hmm hmmm hmmm..... aku sudah gak mau bercanda! Siapa kamu dan apa maumu!" Tegas Zelvia.


"Aku adalah ibumu!"


"Ibu? Apa kau adalah ibu Zelvia yang hilang itu?" Tanya Zelvia penasaran.


"A-apa jangan-jangan kau sudah meninggal dan sekarang menjadi roh yang berkeliaran?" Takut Zelvia.


"Tidak sayang. Intinya aku adalah ibumu! Aku sangat senang bisa bertemu putri kandung ku! Kuharap kau bisa hidup tanpa hal-hal buruk" Ucap wanita itu mengelus kepala Zelvia.


"Ta...tapi aku--"


"Hiduplah sesuai dengan kemauanmu! Jangan hidup karena orang lain! Ibu percaya kau akan bisa menjadi wanita yang kuat tanpa mengandalkan orang lain. Maka saat itu, kau mungkin bisa dipertemukan kembali dengan ibu" Serunya


"Aku senang bisa bertemu denganmu, anakku! Jika takdir mempertemukan kita, mungkin kita akan bisa kembali lagi bersama-sama" Tutur nya mengulangi perkataannya yang sama. Setelah itu ia berlalu pergi.


"Apa maksud anda? Tolong jangan pergi, dan jelaskanlah!" Pinta Zelvia.


Tak lama kemudian Zelvia tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia kaget karena dirinya ternyata masih ada di dalam gudang.


"Ada apa ini? Kenapa aku masih ada di dalam gudang? Kan tadi aku lagi sama wanita yang gak jelas mukanya itu!" Bingung Zelvia.


Zelvia berpikir sejenak, ia menyadari bahwa pertemuan nya dengan wanita itu bukanlah pertemuan biasa.

__ADS_1


"Aku yakin itu bukanlah hal biasa! Aku harus menyelidiki semua rahasia ini!" Ucap Zelvia.


__ADS_2