Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 62. Aren terluka?


__ADS_3

Drap drap drap... Suara langkah kaki terdengar dari luar kamar Rero.


Tok...tok...


"Tolong bukalah!" Teriak seorang wanita.


Rero bangun dari tempat tidur nya yang sedang dibalut perban di badannya.


"Iya sebentar" Ucap Rero.


Rero membukakan pintunya pelan, "ada apa ya?" Tanya nya.


"Ini aku!" Ucap wanita itu yang ternyata adalah Clez.


"Kau...bukankah kau pelayan nona Zelv...aghh" Tutur Rero yang masih kesakitan.


"Eh.." Clez khawatir pada keadaan Rero. Ia memapah Rero menuju tempat tidur nya.


"Kau itu orang yang keras kepala ya!" Seru Clez.


"Maksudmu?" Tanya Rero bingung.


"Hah...Firex Afzaen, kau tahu kan kalau kesatria Tuan besar Ester itu pasti kuat? Kenapa kau memaksakan diri untuk bertarung dengannya..." Ujar Clez sembari menghela nafas.


"Hehe...aku begitu ingin menjadi kesatria pribadi nona, jadi aku rela melakukan apapun!"


Clez menggeleng kepalanya perlahan.


"Kau ini!" Ucap Clez pelan.


"Ambil ini..ini adalah daun hijau tumbuk dari nenekku. Ini mungkin bisa mengobati lukamu" Ucap Clez.


Clez berdiri dan hendak pergi. Tapi tangannya di tarik oleh Rero.


"Ya ada apa?" Tanya Clez.


Rero tersenyum, "terimakasih!" Ucapnya


"Hemm" Jawab Clez singkat.

__ADS_1


Clez pergi keluar kamar dan menuju ke ruangan Aren.


"Disinikah ruangannya?" Batin Clez.


Tapi sayangnya, tidak semudah itu Clez bisa masuk kedalam ruangan orang yang lumayan penting seperti Aren. Clez dihalang oleh beberapa pengawal yang berjaga di depan pintu ruangan Aren.


"Maaf tapi anda tidak boleh masuk!" Ucap salah satu pengawal


"Benar..anda tidak boleh masuk!" Sahut yang lainnya.


"Tapi aku..." Sela Clez.


"Anda benar-benar tidak boleh masuk!" Bantah para pengawal.


"Kalau anda memaksa, jangan salahkan kami bertindak keras!" Ancam para pengawal.


"Aku mohon, hanya sebentar saja!" Imbuh Clez.


Keributan di luar membuat Aren pun keluar dari ruangannya.


"Ada apa ini?" Tanya Aren aneh.


"Begini tuan...wanita ini--" Belum selesai berbicara, Aren mengangkat tangannya pertanda bahwa pengawal itu disuruh berhenti bicara.


"Kenapa kau datang?" Tanya Aren datar.


"Aku perlu berbicara dengan mu!" Tegas Clez.


Aren memutar matanya dan mengangguk. Ia memperbolehkan Clez masuk ke ruangannya.


"Woah..siapakah wanita itu? Apa dia pacar Tuan Aren?" Bisik para pengawal.


Krekkkk..pintu pun ditutup.


"Kenapa kau datang kemari?" Tanya Aren memalingkan wajah dan tidak mau melihat Clez.


"Kau...kau bi*dab! Dasar tidak punya hati!" Kesal Clez.


Aren melihat ke arah Clez kesal.

__ADS_1


"Apa maksudmu berkata seperti itu?!" Tanya Aren.


"Kau telah melukai kesatria pribadi nona!" Imbuh Clez.


"Apa kau tahu, bahkan pemuda itu mengalami luka yang cukup parah" Lanjut Clez.


"Apa peduliku? Aku hanya melakukan tugasku sebagai tangan kanan Tuan Ester" Jawab Aren.


Clez menarik lengan Aren.


"Kau memang lelaki bi*dab!" Hina Clez melepaskan lengan Aren.


"Terserah kau ingin berkata apa! Aku tidak peduli" Ucap Aren kesal.


"Jika kau hanya ingin ribut denganku, pergilah dari sini!" Tambah Aren.


"Jangan mengalihkan pembicaraan!" Ucap Clez tegas.


"Aku sama sekali tidak mengalihkan pembicaraan!" Teriak Aren yang sudah sangat kesal pada Clez.


Clez mengangkat tangannya bertujuan memukul Aren. Tapi....


"Aghh.." lirihan Aren bahkan sudah terdengar sebelum Clez memukulnya.


Aren memegang perutnya yang sangat kesakitan itu.


"Emm..hei, kau..kau kenapa?" Tanya Clez cemas.


"Pergilah!" Teriak Aren.


"Tapi..." Bantah Clez makin cemas.


"Kau tidak peduli padaku kan? Pergilah!" Kata Aren kesal.


"Bu-bukan begitu.." Seru Clez.


"Aghh...Akhh...Ha..." Jeritan demi jeritan keluar dari mulut Aren.


"Kau.. tidak apa kan?" Tanya Clez khawatir.

__ADS_1


__ADS_2