Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 30 ~> Legenda Pahlawan dan elang 2


__ADS_3

Sang pahlawan bergegas pergi meninggalkan sekelompok elang dan kembali ke kerajaan. Sebelum itu, pahlawan sempat berpikir negatif dan berfirasat buruk kalau negara nya terjadi sesuatu. Tapi ia menghilangkan pikiran negatif itu dan melanjutkan perjalanan nya.


Tapi....siapa sangka firasat nya adalah kenyataan. Sepulang kepergian nya, di depan mata kepalanya sendiri ia melihat negaranya sudah hangus terbakar. Perlahan-lahan air mata nya keluar...ia menangis dan menyesal karena sudah meninggalkan negara tercinta nya itu.


Ia berlari melewati kobaran api.... melihat puluhan nyawa yang habis terbakar. Ia menangis.


Satu langkah lagi ia akan menemui tempat yang tidak terkena kobaran api. Ia terkejut....di depan mata kepalanya sendiri, ia melihat Sang Pangeran Pertama yang berdiri memegang senjata api. Pahlawan itu tidak tahu kalau pangeran pertama itulah yang telah memberontak. Tanpa berpikir panjang, ia berlari menuju arah pangeran pertama.


"Salam pangeran...." Kata pahlawan itu.


"Oh...kau sudah kembali ya?" Tanya pahlawan itu sambil tersenyum licik.


Pahlawan itu menangis dan berkata "Pangeran.... tolonglah negara ini! negara ini sudah hangus terbakar. Hanya pangeran yang tersisa. Seperti nya ada yang memanfaatkan kesempatan selagi saya diluar negara. Saya mohon keadilan nya pangeran!" Ucapnya memohon


Dorrr.....pistol api itu mengenai perut Sang Pahlawan


"Pangeran....Anda?!!!!"Tanya pahlawan tidak percaya.


"Ada apa? tidak percaya? Hah...kau terlalu naif" Kata pangeran pertama.

__ADS_1


"Tapi Anda kan sangat menyayangi raja, ratu, saudara, beserta rakyat-rakyat kan?" Tanya pahlawan itu lagi.


"Sayang? untuk apa aku sayang pada mereka yang tidak menyayangi dan mencintai ku. Semua itu hanyalah siasat belaka" Tegas pangeran pertama sambil tertawa lepas.


"Pangeran!!!! Mereka begitu besar mencintai dan merawat mu bukan?"


"Begitu besar? itu sangat tidak pantas diucapkan. Mereka yang lebih memilih adik pertama ( pangeran kedua ) dibanding aku yang pangeran pertama ini menjadi putra mahkota yang dicintai rakyat hanya karena aku tidak memiliki sedikitpun kemampuan. Tapi aku ini anak pertama kan." Tegas pangeran.


"Tapi...."


"Diamlah.... sekarang, kerajaan ini sudah runtuh. Tak ada satupun yang tersisa kecuali k.a.m.u SANG PAHLAWAN YANG SETIA. Hari ini, akan ku bunuh kau dan kubuat kau menjadi abu" Belum sempat menekan pistolnya, Sang Pahlawan menonjok perut dan dada juga bagian tubuh lainnya pangeran pertama


"Berani sekali kau!!!! pengawal" Teriak pangeran pertama.


Tak disangka, semua pengawal berpihak pada pangeran pertama. Para pengawal mengeluarkan senjata nya dan hendak membunuh Pahlawan itu.


"Kuperingatkan ya....jika kau bersedia menjadi bawahan ku dan setia padaku, maka aku akan memberikan mu keringanan untuk hidup" Jelas pangeran.


"Mimpi!!!" Tegas Pahlawan.

__ADS_1


Sang Pahlawan menyerang pengawal-pengawal itu dengan tangan kosong dan berhasil membunuh sebagian besar pengawal. Tapi...karena tenaganya sudah habis, dia berlari dan berusaha untuk kabur dari jeratan para pengawal.


Para pengawal terus mengejar Pahlawan itu. Tak lama kemudian, ia melihat rumahnya yang hampir hangus terbakar dan memasuki rumah nya. Ia mengambil suatu kunci dan membuka kunci yang terletak di lantai bawah karpet tempat tidur nya.


"Hosh....hosh...hosh...." Lelah Pahlawan itu sambil menutup mulutnya yang kelelahan.


"Dimana kau!!!" Teriak pengawal.


"*Kubilang dimana kau!!! cepat kelua**r*"


"Gak ada waktu....aku harus pergi lewat kolong bawah tanah. Kalau aku diam aja disini, mungkin saja bisa ketahuan" *Batin Pahlawan.


Ia berjalan pelan melewati kolong bawah tanah. Hingga akhirnya ia tiba di suatu rumah yang sangat kotor dan berdebu. Ia berlari dan bergegas ke tempat itu.


Pahlawan itu menutup perutnya yang penuh luka itu dengan beberapa kain bekas disana. Ia mengambil benang dan kain. Dengan cepat ia menyulam kain itu dengan gambar elang yang sangat besar. Ia mengambil gergaji dan memotong sebuah pohon. Batangnya ia potong menjadi beberapa bagian dan ia susun menjulang tinggi. Sebelum itu, salah satu potongan pohon yang ditaruh di paling atas ia ikat dengan kain yang sudah disulam dengan gambar elang itu. Ia bawa tongkat itu pergi dengan penuh luka ditubuhnya.


Pahlawan itu berlari ke dekat hutan dan menaruh tongkat pohon itu di dekat hutan.


Ia berkata "Semoga saja para elang itu melihat ini dan mengetahui bahwa sulaman ini adalah tanda untuk meminta butuh bantuan" Seru Pahlawan itu.

__ADS_1


__ADS_2