Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 114. Siluman


__ADS_3

"Ze, lihat ke belakang!" ucap Rero.


Zelvia menghentikan langkahnya, ia membalikkan tubuhnya kebelakang.


"Gresya?!" tanya Zelvia kaget.


"Grrr.." Gresya kini telah berubah menjadi rubah kembali, ia menatap tajam ke arah Zelvia.


"Ada apa dengannya?" batin Zelvia bertanya.


Zelvia mendekati Greysa perlahan, Gresya pun menjadi semakin ganas saat ini.


Gresya melompat ke arah Zelvia dengan gaya seperti ingin menyerang. Zelvia segera berpindah tempat ke samping.


"Sshh.." desis Zelvia yang sebagian lengannya terluka.


"Apa yang kau lakukan?!" tanya Zelvia menatap tajam Greysa.


Greysa yang tersadar Zelvia yang terluka karenanya, segera membungkuk. "Maaf nona, pergilah dulu!" ucap Gresya pada Zelvia.


"Apa maksud-" belum menyelesaikan ucapannya, tatapan Zelvia kini tertuju pada seekor hewan berwarna hitam pekat, dengan asap hitam yang juga mengepul di sekitarnya.


Hewan itu seperti gabungan dari gorila dan burung. Badannya mirip dengan gorila dewasa namun dengan ukuran yang lebih besar, tapi di punggungnya terdapat sayap seperti burung dengan ukuran yang tak kalah besarnya dengan badannya.


"Jadi, Greysa bukan ingin menyerangku?" tanya Zelvia dalam hatinya.


"Sudah kuduga!" timpal Rero.


"Kenapa?" tanya Zelvia pada Rero bingung.


"Aku tahu, semenjak tadi ia bukan mencium bau tubuhku. Walau aku hewan spirit, tapi jika aku telah memasuki jiwa Zeze yang merupakan pemilikku, maka tidak akan ada yang menyadari keberadaan ku walau master sekalipun. Bau yang rubah itu cium tadi, adalah bau hewan ini!" jelas Rero panjang lebar.


"Tapi, ini agak aneh.." tambahnya.


"Aneh?" tanya Zelvia.


Rero mengangguk pelan, "Iya, harusnya aku bisa merasakan keberadaan hewan itu sama seperti rubah ekor sembilan itu, tapi anehnya, aku bahkan merasa tenang-tenang saja dan tidak merasakan sedikitpun keberadaan hewan itu. Padahal, jika aku lihat kemampuan sihirnya berada di bawahku. Apa mungkin dia..," Rero menghentikan ucapannya.


"Mungkin apa?" tanya Zelvia.


"Ti-tidak, aku hanya mengada-ngada saja.." sahut Rero pelan.


BOOM! ledakan yang sangat kencang terdengar di arah hewan tadi. Zelvia menoleh ke arahnya, ia melihat pertarungan sengit antara hewan itu dengan Gresya.


Sebenarnya, sedari tadi Gresya merasakan keberadaan hewan itu. Bahkan, saat Gresya dan Zelvia sedang berendam di sungai, ia tahu bahwa di luar gerbang sihir yang ia amankan, ada kekuatan yang besar namun ia menyembunyikan dirinya.


"Aku harus membantu Greysa!" gumam Zelvia yang lalu mengeluarkan pedangnya.

__ADS_1


"Tunggu Ze!" panggil Rero Rero.


"Hmm?" sahut Zelvia dengan mata yang masih terfokus pada Gresya.


"Dia itu hewan yang lumayan kuat, berbeda jauh dari hewan-hewan yang tadi nona serang dan ambil inti sihirnya." ucap Rero mengingatkan.


"Berhati-hatilah!" seru Rero dan disahut dengan anggukan kepala oleh Zelvia.


Zelvia berlari ke arah Gresya, ia melompat tinggi dan menyerang hewan spirit itu dengan tiba-tiba.


"Aughh..." lirih hewan tersebut.


"Nona, minggir lah dulu, dia bukan lawan nona!" jelas Gresya walau tubuhnya sudah berlumuran darah saat ini.


"Tidak bisa" jawab Zelvia yang masih kokoh akan pendiriannya.


"Tapi nona, dia berbahaya!" jelas Greysa dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


"Nona, pergilah menjauh dari sini sebelum terlambat..!" tambah Greysa.


Zelvia melirik Greysa sekilas, ia lalu tersenyum tipis. "Dia berbahaya, tapi apa kau tahu, rasa takut justru lebih berbahaya daripada melawannya. Jika kita optimis dan percaya diri akan kemenangan, maka masih ada harapan dalam diri kita, ditambah, kita ada dua orang dan dia hanya seorang. Yakinlah, kita pasti akan menang!" ucap Zelvia dengan senyum yang merekah.


Gresya meneteskan air matanya, ia lalu segera tersenyum.


"Ayo kita lawan dia, nona!" ucapnya berani.


"Dia.. apa dia juga siluman?" gumam Zelvia.


Zelvia kembali memfokuskan dirinya pada hewan tersebut. Ia lalu mengarahkan pedangnya ke depan.


SRINGG... pedang Zelvia berhasil mengenai perut hewan tersebut.


"Akhhh.." hewan itu meringis kesakitan.


"Apa dia sudah mati?" tanya Greysa.


"Tapi baunya.." Gresya menghentikan ucapannya dan menatap Zelvia sekilas.


"Belum lagi!" sahut Zelvia dengan senyum sinis.


Hewan itu menambah kekuatannya, asap hitam mengepul lebih banyak sampai-sampai hanya terlihat warna hitam disekitarnya.


"HAHAHA!" hewan itu tertawa besar.


"Hanya seperti ini kemampuan kalian? Hah, nyali kalian sungguh besar namun pada akhirnya yang kuatlah yang menang!" ucap hewan tersebut sambil tertawa puas.


"Dia.. dia belum mati!" ucap Gresya.

__ADS_1


"Aku tahu," sahut Zelvia.


Zelvia memang sudah merencanakannya dari awal. Ia menyerang hewan spirit itu agar hewan tersebut mengira bahwa saat ini kekuatan Zelvia pasti sudah habis.


Hewan spirit itu mengeluarkan sihir hitam yang amat pekat, ia mengarahkannya ke arah Zelvia dan Gresya.


SRETT... BOMM!!!


Ledakan terjadi disana, siapakah pemenangnya?


Dengan langkah yang percaya diri, Zelvia keluar dari gumpalan asap hitam tersebut. Ia mengangkat pedangnya dengan tinggi dan mengarahkan ke pandangan seorang manusia tua yang duduk bersimpuh di hadapannya.


Tentu saja kali ini Zelvia juga pemenangnya. Berkat suatu buku yang ia pelajari dulu, ia jadi tahu kelemahan hewan itu.


"Ternyata berguna juga lembaran yang aku baca waktu itu." batin Zelvia.


#Flashback on


Kediaman Calliorest..


"Nona, Nona Nuriel mengundang anda untuk pergi ke perjamuan teh nya." ucap Clez yang berada di samping Zelvia, tepatnya di ruang belajar Zelvia.


Zelvia menghela nafasnya panjang, "Aku sedang tidak ingin bertemu dengan wanita itu. Setelah mengikuti perjamuan tehnya waktu itu, rasanya malas sekali jika aku harus kembali kesana!" ucap Zelvia sambil mengendus kesal.


"Lalu, bagaimana saya harus menjawab surat darinya?" tanya Clez kembali.


"Jawab saja aku sedang tidak enak badan," sahut Zelvia dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Clez.


Kriettt.... pintu pun tertutup saat Clez keluar dari ruang belajar Zelvia.


Saat ini, Zelvia sangat bosan dan ingin belajar lebih tentang dunia ini. Karena banyak yang berubah dengan alurnya, ia pun memutuskan untuk mempelajari dunia ini lewat beberapa buku penting.


"Haah, tidak ada informasi penting di buku ini" seru Zelvia.


Saat Zelvia ingin menutup buku tersebut, tanpa sengaja ia melihat isi dari lembar belakang buku itu, dengan judul di atasnya yang bertuliskan "Dunia spirit".


Zelvia yang tertarik pun segera membaca nya dengan seksama.


"Siluman hewan? Aku baru tahu di dunia ini ada hal seperti itu." gumam Zelvia.


Salah satu ras terkuat adalah ras yang mampu menggabungkan dua golongan hewan dengan kekuatannya. Siluman hewan ini disebut dengan "Siluman penggabungan hewan" .


Namun, ia akan berubah menjadi dirinya menjadi diri aslinya saat ditusuk di atas kepalanya, tepatnya di sebuah lingkaran berbentuk kristal.


"Menarik, bagaimana rupanya ya?" tanya Zelvia.


#Flashback End

__ADS_1


__ADS_2