Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 120. Batu Spirit Air


__ADS_3

Tak...tuk...tak... Suara kaki kuda yang berjalan terdengar jelas.


"Nona, kita langsung ke penginapan kan?" tanya Clez.


"Iya," jawab Zelvia singkat.


🍃🍃🍃


Sesampainya di Penginapan Wers, sambutan hangat terlihat di hadapan Zelvia. Baik para pelayan maupun para pengawal tersenyum ramah menyapa Zelvia.


"Selamat datang, nona!" sambut Riel yang sudah berada di depan pintu penginapan.


"Pagi!" sapa Zelvia.


Riel mengulurkan tangannya, "Selamat ya nona!" ucapnya. Zelvia dan Riel pun berjabat tangan.


"Kau sudah tahu ya?" tanya Zelvia sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam bersama Riel dan Clez.


"Tentu saja, kemenangan anda tersebar luas oleh para masyarakat, anda sangat populer saat ini!" ucap Riel.


"Saya juga dengar, Nona Clez juga memenangkan perlombaan ini dan menduduki peringkat ke empat ya? Selamat nona!" ucap Riel sambil menoleh ke arah Clez dan mengulas senyum di wajahnya.


"Ngomong-ngomong, dimana Tuan Firex? Sepertinya namanya tidak disebutkan dalam pemenang lima besar. Apa.. dia kalah?" tanya Riel.


"Tidak," sahut Zelvia.


"Lalu?" tanya Riel kembali.


"Dia tidak bisa ikut lomba karena ada urusan mendadak, sepertinya hari ini ia juga akan segera pulang ke penginapan karena urusannya sudah selesai." jawab Zelvia.


"Semoga saja dia percaya!" batin Zelvia sambil melirik Riel sekilas.


"Jadi begitu, pantas saja saya tidak melihatnya saat ini." ucap Riel.


Setelah sampai di kamar Zelvia, Riel berpamitan dengan Zelvia dan Clez untuk pergi meninggalkan mereka.


"Saya pamit, nona-nona!" ucap Riel disertai dengan membungkuk hormat.


Selepas kepergian Riel, Zelvia dan Clez kembali ke kamar mereka masing-masing dan bergegas untuk pergi membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka.


Kamar Zelvia..


Saat sudah rapi, Zelvia duduk di depan kaca rias dan menyisir rambutnya. Ia kembali teringat akan hadiah yang ia dapat tadi.


"Apa aku coba buka ya?" tanya Zelvia bergumam.

__ADS_1


Zelvia meletakkan sisirnya di atas meja rias, ia lalu mengeluarkan kotak yang terbuat dari kayu itu dan membuka isinya.


Zelvia membulatkan matanya saat melihat hadiah yang begitu berkilau layaknya cahaya. "Jadi ini batu spirit air itu." ucap Zelvia.


"Hai, Ze!" sapa Rero yang tiba-tiba saja menepuk bahu Zelvia dengan keadaan sudah menjadi manusia.


Zelvia sedikit terkejut atas kemunculan Rero, ia lalu menarik nafas dan membuangnya. "Kau mengagetkan aku!" ucap Zelvia.


"Hahaha, maaf Ze! Habisnya aku sangat penasaran ingin melihat batu spirit air!" ucap Rero.


"Bentuknya indah, tapi aku tidak terlalu tahu tentang hal seperti ini." ucap Zelvia.


"Tenang saja, saya bisa menjelaskannya!" timpal Rero dengan mata berbinar.


"Baiklah, kalau begitu aku tanya, apa kegunaan benda ini?" tanya Zelvia sambil mendongakkan kepalanya karena posisi tubuhnya saat ini lebih pendek daripada Rero, sebab ia sedang duduk di kursi.


"Aku sudah lama sekali melihat bahan spirit seperti ini. Tapi, aku ingat akan satu hal tentang kegunaan batu spirit air!" ujar Rero.


"Dulu, batu spirit air hanya bisa digunakan oleh orang yang kaya dan bangsawan. Karena bahan spirit ini tergolong langka, tentu saja manfaatnya juga tidak main-main. Manusia-manusia jaman dulu menggunakan batu ini untuk menyembuhkan tumor sihir dan kutukan dalam tubuhnya." jelas Rero.


"Tumor sihir?" tanya Zelvia.


Rero mengangguk, "Ya, tumor sihir itu semacam benjolan yang di dalamnya terdapat sihir. Jika kita tidak sengaja membuat benjolan itu pecah, maka tubuh kita akan meninggal kurun beberapa waktu. Dengan adanya batu spirit air, maka proses penyembuhan akan lebih cepat dan mudah" ucap Rero.


"Berarti untuk sekarang tidak berguna ya?_ tanya Zelvia.


"Hum, kalau begitu aku simpan saja ini untuk sementara." ujar Zelvia.


"Kalau begitu, aku ingin ke kamar dulu ya. Kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan hubungi aku lewat komunikasi pikiran saja." ujar Rero. Ia pun berjalan ke arah pintu.


Krekkk...


"Loh?!" Rero menatap seorang pria yang tak lain adalah Riel dengan kaget. Riel pun sama, ia menatap Rero dengan tatapan terkejut.


"Lho, kenapa anda ada disini?" tanya Riel pada Rero.


"Aku.." Rero menghentikan ucapannya.


"Dia baru saja balik, ia kemari karena dia adalah pengawalku, dan ingin melaporkan bahwa urusannya sudah selesai" bohong Zelvia.


"Oh begitu," sahut Riel.


"Kalau begitu, sebaiknya Tuan Firex segera balik ke kamarmu, tidak baik berlama-lama do kamar perempuan!" ujar Riel.


Rero mengernyitkan dahinya, "Kau juga, pergilah sana!" usir Rero kesal.

__ADS_1


Sementara, Zelvia memegang dahinya dan tampak pusing dengan keributan dua orang pria di depannya. Akhirnya, ia menyuruh mereka berdua untuk pergi dan jangan bertengkar lagi.


Setelah kepergian dua pria tersebut, Zelvia lantas menutup pintu kamarnya. Zelvia lalu duduk di sofa dan mengeluarkan kristal hijau yang ia dapat.


"Aku penasaran apa isinya," gumam Zelvia.


Zelvia lalu mengeluarkan sedikit sihirnya di telapak tangan sambil menggenggam erat kristal hijau.


Sring...


Cahaya keluar dari spirit itu, beberapa benda dan bahan spirit melayang di udara.


"Wah, banyak sekali!" ucap Zelvia takjub.


Benda-benda itu adalah benda yang mempunyai banyak manfaat. Seperti daun roh, kayu spirit, dan beberapa benda lainnya.


Zelvia tersenyum dan menghilangkan sihirnya, benda-benda itu pun kembali masuk ke dalam kristal hijau itu.


Zelvia membuka lemarinya, ia lalu menyimpan benda-benda yang ia dapat di dalam lemari lalu menguncinya.


Karena merasa bosan, Zelvia memutuskan untuk berkeliling di sekitaran penginapan. Ia mengunci pintu kamarnya sebelum pergi.


Di tengah perjalanannya, Zelvia tidak sengaja bertemu dan saling bertatapan mata dengan Riel. Riel pun menyapa Zelvia dengan ramah dan sopan.


"Siang, nona!" sapa Riel.


"Iya, siang juga!" jawab Zelvia.


"Nona, kenapa anda sendirian disini? Dimana teman dan pengawal anda?" tanya Riel penasaran.


"Aku hanya ingin jalan-jalan sekitar penginapan." ucap Zelvia menjelaskan.


"Begitu ya.." tutur Riel menyahut.


"Oh ya, apa nona mempunyai waktu untuk berbincang sebentar dengan saya? Tidak mesti sekarang sih." tanya Riel.


"Tentu saja boleh, kau ingin membicarakan apa?" tanya Zelvia to the poin sambil menatap Riel penasaran.


"Ini tentang bisnis. Saya rasa, membicarakan bisnis dengan anda tidak ada salahnya!" ucap Riel.


"Baiklah, kita bicarakan itu sekarang! Kebetulan aku juga sedang mempunyai waktu kosong" ucap Zelvia.


Riel tersenyum senang, ia lalu mengajak Zelvia untuk pergi ke ruang kerjanya.


Krekk..

__ADS_1


Saat Zelvia memasuki ruangan Riel, para pengawal yang berjaga disana tersenyum ramah. Tidak heran bagi mereka bahwa Zelvia bisa bebas masuk ke dalam ruangan Riel.


Karena, mereka tahu bahwa Zelvia adalah orang yang dapat dipercaya. Keputusannya pun bijaksana dan adil. Bagi mereka, Zelvia adalah penyelamat hidupnya. Sebab, kalau Zelvia tidak menyadarkan Riel, maka mereka akan kehilangan pekerjaannya di penginapan ini.


__ADS_2