
"Hah? Dewi???"
"Nona Dewi...biarkan saya menjadi muridmu!" Ucap Minhao seraya bersujud di hadapan Zelvia.
Sementara Zelvia yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam dan tidak menanggapi Minhao.
"Nona..nona..psstt..." Bisik Clez.
"E-ehh iya?" Sahut Zelvia pelan.
"Nona, sepertinya Dewi yang pria ini maksud adalah anda!" bisik Clez lagi.
"Ha? Maksudnya?" Zelvia bingung dan masih belum mengerti.
"Nona Dewi.." panggil Minhao pada Zelvia.
Minhao berdiri, ia mendekati Zelvia dan membungkuk hormat di hadapannya.
"Nona..nona Dewi...biarkan saya menjadi murid anda!" pintanya sekali lagi.
"Hah? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti!" Bingung Zelvia.
"Lagipula saya bukanlah Dewi. Kenapa kau memanggilku seperti itu?!" Bingung Zelvia.
__ADS_1
"Selama ini, meridian saya hancur akibat sekelompok titisan dari sekte hitam. Semenjak saya bertarung melawan mereka, meridian saya tidak berfungsi baik seperti dulu dan beberapa Minggu lalu saya baru menyadari bahwa Meridian saya ada yang rusak." Jelas Minhao.
"Sekte hitam? Apalagi itu???" Batin Zelvia.
"Humm, lalu mau mu apa?" Tanya Zelvia pada Minhao.
"Nona, tolong jadikan saya murid! Saya mohon!" Tegas Minhao percaya.
"Apa yang membuatmu ingin menjadikan ku guru? Bahkan aku tidak lebih baik darimu bukan?!" Zelvia menjawab dengan cepat.
"Dari dulu, bertahun-tahun saya menghabiskan uang untuk mengetahui penyebab Meridian saya tidak berfungsi dengan baik dan penurunan kesehatan di tubuh saya. Tapi nihil, tidak ada seorang pun yang tahu penyakit yang menimpa saya ini baik itu dokter terkenal ataupun tabib hebat! Tapi anda...anda bahkan mengetahui penyakit ini dengan sekali lihat!" Imbuh Minhao kembali menjelaskan.
"Bukannya kau juga sudah tau tadi tentang penyakitmu? Kau sendiri yang mengatakannya" Jawab Zelvia kembali.
"Sebenarnya...saya mengetahui semua ini dari kitab suci elang peninggalan Dewi Aluera" bisik Minhao pelan.
Deggg....
Jantung Zelvia berdetak kencang, mendengar kata elang dan Aluera membuatnya kembali mengingat misteri-misteri lalu yang pernah ia tau.
"na...Nona?" panggil Clez.
"I-iya?" jawab Zelvia terbata-bata.
__ADS_1
"Anda tidak apa-apa kan, nona?" tanya Clez.
"Iya nona, dari tadi anda diam saja!" sambung Rero.
"Emm eng-enggak, aku gak papa" Sahut Zelvia.
"Nona Dewi, bagaimana? Apa anda bersedia menjadikan saya murid?!" Tanya Minhao lagi.
"Aku.." Zelvia masih bingung, ia masih belum bisa memutuskan hal yang rumit ini.
Di satu sisi Minhao kemungkinan adalah penjahat terkenal yang sudah sering melakukan tindak kejahatan di kota ini bersama dengan anak buahnya. Tapi, disisi lain ia sepertinya sedikit mengetahui informasi yang selama ini ingin Zelvia ketahui tentang Elang dan Aluera, seorang wanita yang sering muncul di mimpinya.
"Ze, bagaimana kalau terima saja? Kalau memang dia adalah penjahat yang suka melakukan kejahatan disini, otomatis semua akan merasa takut padanya. Anda yang merupakan orang baru di kota ini mungkin akan mendapat lindungan besar darinya," Bisik Rero pelan.
"Hemmm, ya benar juga!" sahut Zelvia.
"Katakan siapa identitas mu dahulu!" titah Zelvia.
"Perkenalkan nona, nama saya adalah Minhao Qioan, saya orang asli kota ini. Apakah sudah cukup, nona?" Ujar Minhao.
"Ada satu hal yang ingin kutanyakan, apakah..kau adalah penjahat terkenal di kota ini? Yang rata-rata semua kejahatan yang terjadi di kota ini karena ulahmu beserta semua anak buahmu?!" Tanya Zelvia tegas.
"Sa-saya..."
__ADS_1