Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 80. Kemenangan


__ADS_3

"Tunggu! Aku punya persyaratan" Sela Minhao agak berteriak.


Semua mata tertuju pada Minhao. Clez dan Rero yang mendengar kata "Syarat" membuat mereka semakin cemas pada nonanya itu.


"Katakanlah apa persyaratannya.." sahut Zelvia santai.


"Hah? Dia bahkan tidak takut pada boss! Apa sebenarnya dia adalah jelmaan laki-laki yang berubah menjadi wanita?" Batin salah satu anak buah Minhao bernama Wei Ji.


Minhao menggertakkan giginya tidak percaya.


"Jika kau kalah, kau harus menjadi wanitaku. Tapi tenang saja, wanita ini akan kubebaskan" Jelas Minhao seraya menunjuk ke arah gadis yang tadi meminta tolong.


"Humm oke, tapi aku juga mempunyai persyaratan! Jika aku memang, kau harus membebaskan wanita ini dan tidak akan berbuat kejahatan lagi!" Balas Zelvia.


"Ok, setuju!"


Mereka berdua pun saling berjabat tangan.


"Tidak! Nona.. terima kasih atas kebaikan anda, tapi sebaiknya anda pergi dari sini! Me-mereka itu..." bantah Annelie, nama gadis tersebut.


Zelvia menampakkan senyum manis di wajahnya, "Tidak usah khawatir" ucapnya.


"Kemarilah!" Tegas Zelvia pada Minhao.


"Boss...apa anda pikir semudah itu?" Tanya Wei Ji.


"Kupikir tidak, tapi dia hanya wanita biasa, dia tidak akan bisa mengalahkan ku!" Jawab Minhao percaya diri.

__ADS_1


Minhao melangkahkan kakinya mendekati Zelvia.


"Rasakan ini!" Minhao melayangkan pisaunya pada Zelvia.


"Hmm hanya seperti ini?" Zelvia menyahut sambil menangkap pisau itu dengan tangan kosong.


"Ka..kau!"


"Heheh, mungkin kau bisa menangkap pisau itu! Tapi tidak dengan jurus bela diriku!"


"HA!!" Minhao melayangkan kakinya dan mencoba menendang Zelvia.


Tapi, biarpun hanya satu tendangan, dalam tendangan itu sudah terdapat sihir yang membuat tubuh Minhao menjadi kuat berkali-kali lipat. Banyak orang yang kalah dalam pertandingan dengan Minhao hanya dengan satu tendangan tersebut.


"Hm lumayan" Gumam Zelvia.


"Huh....untung saja cepat menghindar! Lain kali aku seperti nya harus memakai baju atas bawah jika sudah diluar kawasan bangsawan" Batin Zelvia.


"Kau masih beruntung gadis.." Minhao tersenyum.


"Wei, ambilkan aku tongkat kayu" pinta Minhao.


"Baik boss" Jawab Wei Ji mengiyakan.


Wei Ji mengambil tongkat kayu milik Minhao di dalam tasnya, ia langsung memberikan tongkat itu pada Boss nya, Minhao.


"Kalau sudah begini, aku tidak bisa setengah-setengah dong?!" Minhao melayangkan tongkatnya yang juga terkandung sihir yang lumayan kuat di dalamnya.

__ADS_1


BRAKKK...WUSHH...


"Hanya segini?" Zelvia tersenyum puas.


"LAGI!" Teriak Minhao menegaskan.


BRAKK...WUSHH...WUSHH


PLAK...


Berkali-kali dicoba, tetap saja Minhao gagal. Ia pada akhirnya kalah dari seorang "wanita"


"Bagaimana?" Tanya Zelvia.


"Si-siapa kau sebenarnya.." tanya Minhao terbata-bata.


"Tentu saja aku seorang manusia biasa seperti mu. Hanya saja...bela dirimu masih sangat kurang" Jawab Zelvia.


"A-apa? Apa yang kurang dariku?" Minhao kembali bertanya.


"Titik meridian mu ada yang hancur, walaupun tidak banyak, itu tetap akan merusak latihan bela dirimu sehingga tidak berkembang." Jelas Zelvia.


"Sebenarnya masih ada satu, yaitu pelatihan dasarnya. Tapi aku belum tahu apakah di dunia ini adalah teknik pelatihan dasar seperti itu! Lagipula...aku tidak tahu apakah pria ini benar akan menepati janjinya untuk tidak berbuat kejahatan atau malah sebaliknya. Jadi sebaiknya aku tidak boleh memberi tahu hal ini padanya dulu.." ujar Zelvia dalam hati.


"De...Dewi!!!" Teriak Minhao yang membuat semua orang melihatnya keheranan.


"Hah? Dewi????" Batin Zelvia terkejut.

__ADS_1


__ADS_2