
"Jangan pura-pura tidak mengerti! Jelas-jelas kau lah yang membuat perilaku putraku menjadi buruk!" Marah Vervun.
Annette cemas dan terus saja menggenggam tangan Vervun. Ia berharap permasalahan ini cepat berlalu.
"Ayah hentikan!" Teriak Hard.
"Tidak nak...tidak..." Ucap Vervun.
"Nak, apa kau tahu, selama ini kau sudah dibodohi oleh wanita ini!" Jelas Vervun.
"Yang mulia...a-apa maksud anda?" Tanya Nuriel takut.
Vervun memutar bola matanya malas.
"Jangan mengelak dan pura-pura bodoh!" Tegas Vervun.
Karena sudah pusing, Vervun duduk di kursi dekatnya seraya memijit pelipisnya.
"Darimana sebenarnya masalah ini terjadi?" Gumam Vervun.
••Flashback on••
Tok tok tok...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar istana Achrer. Para pengawal yang mendengarnya segera membukakan pintu. Itulah tamu yang sudah Raja Vervun dan Ratu Annette tunggu-tunggu, Baronetess Tildherd yang sudah janda akibat ditinggal suaminya saat perang berlangsung di negara.
"Salam hormat Yang Mulia Raja dan Ratu..." Ucap Cyela, Baronetess Tildherd yang juga merupakan ibu dari Nuriel.
__ADS_1
"Ah sudahlah, jangan panggil kami terlalu hormat seperti itu!" Ucap Vervun.
Ratu Annette juga mengangguk dan mendukung perkataan Vervun tadi.
"Iya terimakasih!" Jawab Cyela tersenyum.
Raja Vervun membawa Cyela beserta Nuriel anaknya ke dalam dan ia mempersilakan mereka duduk di bangku ruang makan untuk jamuan.
"Bagaimana perjalanan hari ini Nyonya Cyela?" Tanya Vervun ramah.
"Lancar kok! Hanya saja ada sedikit gangguan tadi!" Ucap Cyela dengan nada sedikit manja.
Annette sebagai pasangan Vervun sering curiga atas perilaku Cyela bahkan sebelum suaminya, Baronet Rexandera Fren De Tildherd masih hidup.
Annette terkadang curiga perilaku Cyela itu ramah? Baik? Atau wanita yang sengaja mendekati suaminya, Vervun?
"Eumm Raja, anda belum pernah menemui anak saya kan? Lihatlah...ini anak saya, dia agak pemalu tapi..hihi" Ucap Cyela tertawa kecil.
"Hmm halo paman!" Sapa Nuriel kecil ( 9 tahun )
"Halo juga nak" Sapa Vervun dan Annette kembali.
"Sayang...kamu ga boleh panggil gitu! Gak sopan!" Tutur Cyela.
"Ma-maaf Bu" Ucap Nuriel.
"Sudah gak apa! Nak, duduklah dan makan apa yang kau mau yang sudah dihidangkan di meja ini! Mari dimakan!" Ujar Vervun tersenyum.
__ADS_1
"Terimakasih ra-raja!" Tutur Nuriel.
"Oh ya, putra mahkota dimana? Tumben tidak terlihat" Kata Cyela seraya menoleh ke berbagai arah.
"Hard sedang latihan berpedang, jadi dia tidak ada waktu untuk mengunjungi kalian. Saya sebagai ibunya meminta maaf yang sebesar-besarnya ya" Jelas Ratu Annette.
"Hmm ya tidak apa" Balas Cyela.
******
Hari-hari berlalu....bulan berganti...Cyela yang sudah ditetapkan untuk tinggal di istana sebagai jaminan ekonomi dan urusan keluarga nya yang akan diurus oleh pihak keluarga kerajaan langsung atas pengorbanan Baronet Tildherd yang begitu besar.
Kamar Cyela....
"Pelayan!!! Cepat kemari!!! Cepattt!!!" Teriak Cyela dari dalam kamarnya.
Para pelayan yang sedang mengerjakan tugasnya masing-masing dibuat kaget dan segera berlari ke arah kamar Cyela.
Cyela dengan wajah emosi pun membentak mereka dengan kejam sebab telat.
"I-iya Nyon...kenapa?" Tanya salah satu pelayan yang bernama Vinesya itu.
"Kenapa kau bilang? Huh...dasar tidak berguna!" Hina Cyela.
Cyela mendorong tubuh Vinesya sampai-sampai tubuhnya bersimpuh di lantai kamar.
Krekkk....
__ADS_1
Jari-jari tulang Vinesya di injak sehingga retak dan mati rasa. Tapi ia hanya bisa menangis histeris atas kejadian yang menimpanya itu.