Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 88. Perlindungan untuk Zelvia


__ADS_3

"Ya sudah.. nona, apa anda ingin tidur dulu?" tanya Rero.


"Hum, sepertinya aku tidak terlalu mengantuk. Kalian kembalilah ke kamar masing-masing, dan tidur saja ya.." jawab Zelvia.


"Baik nona!" ucap Rero dan Clez kompak.


Zelvia duduk di sofa, ia melamun sambil memikirkan Pak Xihe tadi.


"Aku penasaran... apakah pemilik tubuh asli Zelvia ini mengetahui semua rahasia dan misteri seperti yang aku alami?" tanya Zelvia membatin.


Zelvia mematikan lampu kamarnya, ia berbaring di tempat tidur, dan memakai selimutnya.


Cahaya putih dengan kabut asap tampak di depan Zelvia.


"Dimana ini?" batin Zelvia.


"Cho Yin.." panggil seseorang.


Zelvia tersentak, "Cho Yin kan namaku di kehidupan sebelumnya"


"Siapa kamu?!" tanya Zelvia tegas.


Seorang wanita, dengan anggunnya menghampiri Zelvia. Ia duduk bersimpuh sejajar dengan Zelvia.


"Jadi, kamu ya orang itu.." ucap wanita yang wajahnya tidak begitu terlihat itu, yang nampak hanyalah bibir merah wanita itu.


"Jawab aku, siapa kamu dan dimana ini?" tanya Zelvia.

__ADS_1


"Kenapa aku harus menjelaskannya? Bukannya kamu sudah mengetahui tempat ini?" tanya wanita itu.


Zelvia melihat sekeliling, ia baru sadar bahwa itu persis saat ia berada di alam bawah sadar.


"Apa kamu...Aluera?" tanya Zelvia.


Wanita itu menyunggingkan senyuman di bibirnya. "Kamu salah" ucapnya.


"Mana mungkin aku salah, jelas-jelas kau Aluera kan?" tanya Zelvia.


Wanita itu mendekati wajahnya pada Zelvia, ia membelai lembut pipi Zelvia.


"Zelvia..kamu tidak akan bertemu dengan ibumu itu lagi disini" jelas si wanita.


"Ibu? Siapa? Aluera?" ucap Zelvia bertanya-tanya.


"Jujur, aku iri padamu" ucap wanita itu.


"Iri? Kenapa? Bahkan, aku tidak mengenalmu!" tanya Zelvia heran.


"Kamu tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu!" jelas wanita itu.


"Jangan membuatku bingung, jelaskan siapa kamu?!" tegas Zelvia.


"Aku belum bisa mengatakan itu sekarang. Tapi, aku diutus sang Dewi kehidupan untuk menjagamu. Yaa itu merepotkan sih, tapi mau bagaimana lagi, hum?" gerutu wanita itu.


"Dewi kehidupan?" tanya Zelvia lagi.

__ADS_1


"Ya, karena darah Dewi yang mengalir di tubuhmu, ketua menyuruhku masuk ke dalam alam bawah sadarmu agar hal itu tidak akan menyulitkan mu kedepannya!" jelas si wanita.


"Apalagi, kamu adalah salah satu manusia berharga di dunia ini, banyak sekali yang mengincar dirimu" tambahnya.


"Ha..ha ha..." Zelvia tertawa kecil.


"Sejak kapan aku begitu spesial seperti itu?" tanya Zelvia bergumam.


"Kau akan tahu pada waktunya.." ucap wanita itu dan kemudian menghilang begitu saja, Zelvia pun terbangun dari tidurnya.


"Huft huft...tadi apa ya?" gumam Zelvia membuka matanya.


Zelvia akhirnya memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian walau masih pagi. Karena, pikirannya sedang tidak baik saat ini.


Setelah selesai mandi, Zelvia teringat akan giok yang ia beli. Jika ditaruh begitu saja, takut lupa dibawa atau malah bisa saja menghilang. Jadi, Zelvia mengambil kalungnya yang sudah lepas berliannya, dan menggantinya dengan gol tersebut. Ia juga memasukkan kalung giok nya ke dalam pakaian agar tidak terlalu mencolok.


Saat matahari terbit, Zelvia membuka tirai kamarnya dan duduk di pinggir jendela. Ia menatap langit yang indah itu.


🍂🍂🍂


Beberapa menit berlalu, Zelvia bangun dan seperti biasa membukakan pintunya saat ada pelayan yang mengantarkan sarapan.


"Terima kasih" ucap Zelvia ramah pada pelayan tersebut.


Pelayan tersebut tersenyum dan membagikan makanan ke lain tempat.


Zelvia yang hendak makan, dikejutkan oleh Clez yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


"Nona!" panggil Clez dari luar.


__ADS_2