Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 110. Memasuki hutan spirit


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, pintu teleportasi terbuka. Semua peserta berbondong-bondong masuk ke dalam pintu tersebut, begitupun Clez dan Zelvia.


"Clez, masuklah duluan, aku ingin menunggu seseorang dulu!" ucap Zelvia.


Clez mengangguk dan menuruti perintah Zelvia, di dalam gerbang teleportasi, ada tiga jalur. Sebelumnya, setiap peserta akan diberikan sebuah koin yang akan membawanya masuk sesuai level yang ia daftar tadi. Clez masuk ke dalam pintu jalur kedua yang disiapkan untuk peserta dengan level sedang.


Sementara Zelvia, ia tengah menoleh ke segala arah, mencari keberadaan Rero dengan wujud elang yang hanya bisa dilihat olehnya.


"Rero bilang ia mau ikut kan?" tanya Zelvia dalam hati.


Tak berselang lama, Rero muncul di hadapan Zelvia. Ia lalu mengajak Zelvia masuk bersama.


******


Hutan spirit ( level tinggi )


"Woahh, tempat seindah ini bisa-bisanya dibilang berbahaya!" ucap Rero kagum. Begitupun Zelvia, ia membuka matanya lebar dan melihat keindahan di hutan spirit.


Disana hanya ada Zelvia seorang diri, karena walaupun Zelvia memasuki jalur yang sama dengan peserta yang memilih level tinggi lainnya, namun memang sudah ditentukan dimana tempat peserta kesana dengan berpencar untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak memungkinkan.


Biar bagaimanapun juga, banyak orang yang menggunakan cara curang pada peserta lain demi kemenangan dirinya sendiri.


Zelvia melangkahkan kakinya dan mulai memasuki hutan tersebut.


"Grrrrr..." suara dengkuran membuat konsentrasi Zelvia terpecah.


"Siapa?" tanya Zelvia.


"Engg.." kali ini, ia bersuara dengan lirih seperti orang kesakitan.


Hutan ini memang bukan milik agensi, hutan ini awalnya ditemukan oleh seorang petinggi di menara sihir, dan akhirnya dijadikan tempat melaksanakan misi.


Suara yang mengganggu Zelvia membuatnya sedikit penasaran. Zelvia akhirnya mendekat ke arah sumber suara tersebut dengan langkah pelan.


"Ze, apa kau yakin ingin kesana?" tanya Rero, dan disahut dengan anggukan kepala oleh Zelvia.


Dengkuran, rengekan, dan lirihan dengan bahasa hewan terdengar terus menerus. Zelvia yang menghampiri sumber suara tersebut memilih untuk bersembunyi di rerumputan untuk sementara waktu. Zelvia memperhatikan sumber suara tersebut dengan mengintip diantara celah rerumputan.

__ADS_1


"Hahaha, akhirnya aku bisa mendapatkan tangkapan besar!" ucap seorang pria tua sambil tertawa puas.


"Bagus! Ambil inti sihir nya, dan tubuhnya kita bakar untuk dijadikan santapan nanti!" sahut pria lainnya yang berada tepat di samping pria tadi.


Zelvia tersentak kaget mendengar ocehan dari para pria tersebut, tatapannya kemudian tertuju pada seekor rubah putih yang berukuran cukup besar. Rubah itu tergeletak di tanah bersimpah darah. Ia terus meringis kesakitan sambil menatap sendu manusia di hadapannya.


"Dasar para manusia biadab! Bisa-bisanya mereka menyakiti hewan itu, tapi masih bisa tertawa puas seperti itu!" batin Zelvia mengendus kesal.


Karena sudah tersulut emosi, Zelvia menampakkan dirinya di depan kedua pria tersebut yang akan segera menyembelih rubah itu secepatnya.


"HENTIKAN!" teriak Zelvia lantang.


Kedua pria itu menghentikan aksinya dan menatap Zelvia sambil terkejut.


"Hoho, siapa ini?" tanya salah satu pria yang namanya Hong.


"Hong, apa kau mempunyai kekasih baru? Siapa wanita dengan tubuh cantik ini?" tanya temannya, Kai.


Wajah Zelvia yang tertutup oleh jubah hitam membuat mereka berdua tidak bisa melihat wajah Zelvia.


"Hentikan perbuatan kalian, atau akan kulaporkan pada pihak berwajib!" tegas Zelvia.


"Aduh, nona cantik, sebaiknya kau pergi sebelum kami memangsamu juga!" ucap Hong sambil tertawa mengejek.


"Benar, bisa-bisa saya akan menerkam anda dulu sebelum menerkam rubah ini!" sahut Kai.


Zelvia menatap jijik kedua pria itu, rasanya ia ingin sekali muntah di depan kedua pria menjijikan itu.


"Jangan anggap aku remeh, dasar para bajingan!" kesal Zelvia.


Hong dan Kai kembali saling bertatapan, mereka lalu menghampiri Zelvia.


"Nona, tadi kita sudah berbicara lembut loh!" ucap Hong terkekeh.


Zelvia mengeluarkan pedangnya, bersiap melindungi dirinya.


"Pergi dari sini atau akan kuhabisi kalian!" teriak Zelvia.

__ADS_1


"Habisi? Apa kau tidak tahu bahwa peraturan di agensi tidak boleh membunuh sesama peserta?! Lagipula, anda hanya wanita lemah, tidak pantas bersanding dengan kami para pria!" ucap Kai.


Zelvia menggigit bibirnya geram. "Kau pikir aku ingin membunuhmu setelah mengetahui peraturan yang berlaku? Lagipula... menyiksa hewan di hutan spirit juga terlarang kan? Kita hanya disuruh untuk mengambil inti sihirnya, bukan membunuhnya, apalagi menyiksanya!" ucap Zelvia sedikit berteriak.


Hong dan Kai menatap Zelvia dengan tatapan marah, mereka kemudian menyodorkan pedangnya ke arah Zelvia.


"Hah, kalau begini siapa yang pengecut? Aku yang dengan berani ingin melawan pria, atau.. kedua pria yang mengeroyok seorang wanita?" tanya Zelvia sambil tersenyum sinis.


Zelvia mengangkat pedangnya, Hong dan Kai pun memutuskan untuk bertarung dengan Zelvia.


"Akhir-akhir ini kemampuan berpedang ku meningkat, semoga saja bisa berguna di hutan spirit ini!" batin Zelvia.


Sringg.... benturan antar kedua pedang berlangsung, tandanya pertarungan terjadi. Mungkin ini tidak adil bagi Zelvia yang seorang diri melawan kedua pria yang kekuatannya jauh lebih tinggi dari Zelvia. Tapi Zelvia percaya bahwa dirinya pasti bisa melawan kedua pria itu.


BRUKKK!


"Ba...bagaimana mungkin..." ucap Hong dan Kai yang terlah tumbang dan tersungkur ke tanah. Tentunya itu karena kekalahan yang mereka dapat dari hasil pertarungan dengan Zelvia.


Pedang Zelvia mengarah ke arah tengah kedua pria tersebut, dengan tubuh bergetar, Hong dan Kai bersujud dan meminta maaf pada Zelvia.


"Maafkan kami telah meremehkan anda, tolong...tolong lepaskan kami!" ucap Hong dan Kai bersamaan.


"Wah, kau hebat sekali, Ze!" puji Rero puas.


Zelvia tersenyum menyeringai sambil melihat Hong dan Kai. "Kalian pikir bisa lepas semudah itu dariku?" tanya Zelvia dengan nada menyindir.


Hong dan Kai lantas bergeleng, "Tidak!" jawab mereka.


Zelvia menghampiri kedua pria itu, ia menyuruh mereka untuk meminta maaf pada rubah di hadapan mereka.


"Maaf...maafkan kami..." ucap Hong dan Kai sambil menangis ketakutan.


Zelvia kembali mendekati dua pria itu, ia mengikat Hong dan Kai dengan tali yang ada disana dan sedikit melumpuhkan kekuatannya, Zelvia juga merobek sedikit baju mereka dengan pedang dan menutup mulut mereka dengan kain robekan tersebut. Ia lalu menarik tali yang mengikat Hong dan Kai sampai ke jarak yang cukup jauh.


"Hmp...hmp..." Hong dan Kai seperti ingin berbicara dan memohon ampun pada Zelvia. Namun sudah terlambat, hati Zelvia tidak sebaik itu sehingga membiarkan orang yang telah menyakiti hewan dibiarkan begitu saja.


Setelah menyelesaikan aksinya, Zelvia kembali ke tempat dimana rubah tadi terluka. Ia lalu mengambil beberapa lembar daun yang masih segar dan menutupi luka-luka di tubuh si rubah. Ia juga mencari letak sungai dan mengambil airnya untuk diminum rubah itu.

__ADS_1


"Terima kasih,"


__ADS_2