Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 138. Kembali ke dalam jeruji penjara


__ADS_3

"Apa?!" Kedua bola mata Hans terbelalak mendengar ucapan Xie Ra.


"Pa-paman, ini bukan seperti yang anda bayang---"


PLAK! Satu tamparan mendarat di pipi Hans, dengan wajah dingin yang memendam emosi dan amarah, Xie Hong menampar pipi Hans kencang.


"Paman.. kenapa anda.."


"Jangan panggil aku paman! Mulai sekarang, kau bukan calon menantuku lagi!" tegas Xie Hong pada Hans.


Xie Hong melirik sekilas para bangsawan yang hadir berkerumun disana. "Xie Ra, ayo kita masuk ke dalam dulu, diluar banyak para bangsawan, tidak baik untuk reputasi kita!" ucap Xie Hong pada putrinya.


"Dan kamu.. Nona Fu, tolong ikut denganku juga!" ucapnya lagi sambil melirik Zelvia.


Zelvia mengangguk paham dan mengikuti langkah Xie Hong. Apapun masalahnya, ia sudah siap menerima konsekuensinya.


Ruang Kerja Xie Hong


"Jadi, berdasarkan yang kalian jelaskan, Hans adalah pria yang suka bermain dengan wanita, begitu?" tanya Xie Hong.


Zelvia dan Xie Ra saling pandang, mereka lalu mengangguk tanda mengiyakan.


"Tuan Xie, maafkan saya karena telah membuat keributan di halaman belakang. Sebenarnya saya tidak ada niat untuk merusak reputasi keluarga Xie, tapi saya hanya berharap, Nona Xie Ra bisa mendapat pria yang jauh lebih baik dengannya!" jelas Zelvia dengan hormat.


"Yah, aku tidak mempermasalahkan hal itu, justru aku berterima kasih karena pada akhirnya aku dan putriku mengerti mengapa ia adalah seorang tahanan" jawab Xie Hong sambil tersenyum tipis.


"Kalau begitu, jika tidak ada yang ingin disampaikan lagi, saya mohon pamit pergi, Tuan Xie, Nona Xie!" sahut Zelvia.

__ADS_1


"Tunggu!" Xie Hong berdiri dari tempat duduknya, dengan gantungan emas yang ia bawa.


"Ambillah ini, kelak.. jika ada yang kau butuhkan di serikat perdagangan Mue Wan, gunakan gantungan ini" jelas Xie Hong.


"Terima kasih, Tuan!" ucap Zelvia.


"Ah, satu lagi.. panggil saja aku paman, lagipula, kau berteman dengan Xie Ra kan?" ucap Xie Hong.


Zelvia menatap Xie Ra ragu, ia tersenyum dan menerima gantungan kunci itu atas kemauan Xie Ra juga.


Acara terakhir adalah penutupan, walau tidak seperti yang dibayangkan, acara ini bukan perayaan kedua calon pengantin, tapi perpisahan calon pengantin, berbanding jauh dengan hal yang sudah direncanakan sebelumnya.


"Terima kasih sudah berkenan hadir di acara yang diselenggarakan oleh pihak serikat perdagangan. Saya, selaku ketua sekaligus pemilik resmi serikat perdagangan Mue Wan memohon maaf karena acara tidak berlangsung sesuai rencana. Dan dengan ini, saya sampaikan, bahwa pertunangan dan pernikahan antara putri saya, Xie Ra, dengan tunangannya resmi dibatalkan!" ucap Xie Hong di hadapan publik dan para bangsawan.


***


"Ra.. Rara!" Hans menatap sedih ke arah Xie Ra, tidak bisa ia bayangkan semua rencananya hancur hanya karena seorang wanita.


"Sudah kubilang, jangan panggil aku Rara! MENJIJIKAN!" ucap Xie Ra lantang.


Hans menunduk malu, "Aku minta maaf.. Xie Ra!" ucap Hans.


"Minta maaf? Kau kira semudah itu?" tanya Xie Ra kecewa.


"Beribu-ribu kesalahanmu sudah kumaafkan, bahkan, aku selalu memberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahanmu! Tapi.." tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, bulir-bulir air mata mengalir di wajahnya. Ia memalingkan wajahnya dari Hans.


Borgol besi sudah terpasang di kedua tangan Hans. Kini, ia harus kembali ditahan di penjara dan meratapi nasibnya.

__ADS_1


"Tunggu!" Zelvia berjalan mendekati Hans.


"Ada yang harus aku bicarakan dengannya!" ucap Zelvia pada para pengawal disana, dan langsung disetujui begitu saja.


"Mau apa lagi kau?" tanya Hans.


Zelvia tersenyum sinis, "Ah, pada akhirnya kau juga ada di dalam penjara! Berarti, kata-katamu waktu itu berbohong kan? Haah, penjahat pada akhirnya tetaplah penjahat! Aku akan mendoakan mu, semoga kau bisa merubah sifatmu yang buruk itu! Atau kalau tidak.. kejadiannya bisa lebih parah dari ini, Hans!" terang Zelvia berbisik.


"Jangan-jangan.. kau--"


"Zelvia, itulah namaku, kau masih ingat, hm?" ucap Zelvia.


"Ha...ha...ha... pada akhirnya, aku kalah padamu, ya?" Hans terkekeh pelan, pada akhirnya ia berada di bawah kendali Zelvia.


"Kenapa? Apa kau merasa lemah?" tanya Zelvia menantang.


"Ka-kau!" Hans mengepal tangannya kesal.


"Tenang saja, kita sama-sama manusia, dan tidak ada yang namanya paling tinggi atau paling rendah, baik kasta dan lainnya! Tapi, tentu saja.. tidak seperti seorang penjahat yang sudah menyakiti banyak perasaan wanita!" tegas Zelvia.


Hans tertunduk lesu, tidak ada perlawanan darinya, karena itu memang sebuah 'fakta', bukan khayalan belaka.


***


Terima kasih atas dukungan dari kalian, para pembaca.


Mohon maaf lahir dan batin, selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakannya🙏🏻😊

__ADS_1


Terima kasih banyak yang sudah like, komen, gift, dan vote novel ini💘❤️


__ADS_2