
Zelvia mengernyitkan dahinya, ia lalu menatap lekat wajah pria tersebut.
"Maaf, aku tidak mengenalmu!" ucap lugas Zelvia.
Zelvia melangkahkan kakinya untuk pergi ke tempat lain, namun lengannya ditarik oleh pria tadi.
"Kenapa terburu-buru sekali, nona?" tanya pria itu.
"Kita tidak saling mengenal, sebaiknya menjauh dariku!" tegas Zelvia kesal.
Pria tersebut terkekeh pelan, "Baiklah, karena kau tidak mengenalku, bagaimana kalau kita berkenalan?" tanya pria itu.
Pria itu menyalurkan tangannya, "Aku Zeron Arielne, bangsawan dengan marga Arielne, sekaligus putra dari pemilik perusahaan pemerintahan." jelas Zeron.
"Arielne? Itu juga marga dari Lessen kan? Apa Zeron ini saudara Lessen?" batin Zelvia bertanya.
"Bagaimana? Apa kau sudah mengenaliku sekarang?" tanya Zeron.
"Ya," jawab Zelvia singkat.
Zelvia melangkahkan kakinya dan menjauh dari Zeron, namun lagi-lagi Zeron hendak menarik lengan Zelvia. Tidak seperti tadi, Zelvia langsung menepis kasar tangan Zeron.
"Kau juga ikut perlombaan kali ini kan? Sebaiknya, pergi dan urusi urusanmu sendiri!" tegas Zelvia.
"Lho, saya kan ingin berkenalan dengan nona, setidaknya.. beritahu siapa nama nona, kita mengobrol sebentar ya!" ucap Zeron.
Zelvia membalikkan tubuhnya, ia menatap tajam Zeron.
"Seorang pria kaya seperti anda tidak mungkin kan ingin mengobrol dengan saya tanpa tujuan? Katakan, apa maumu!" ucap Zelvia.
__ADS_1
Zeron tertawa kecil, ia lalu mendekatkan diri nya pada Zelvia. "Haha, ternyata kau tidak bodoh juga. Ambil ini.." sahut Zeron sembari menyodorkan lima batang emas.
"Untuk apa kau memberikan ini padaku?" tanya Zelvia bingung.
"Aku menginginkan inti sihir yang kau dapat dari hewan dongze, jika kau mau menyerahkannya padaku, emas ini akan menjadi milikmu!" jelas Zeron.
Zelvia mengernyitkan dahinya, "Kau pikir, hanya dengan emas seperti ini aku akan memberikan inti sihir yang kudapatkan dengan susah payah padamu? Jangan harap!" tegas Zelvia.
"Bagaimana kalau aku menambah jumlahnya? Apa nona masih keberatan?" tanya Zeron.
Zeron memanggil pengawalnya dan meminta untuk memberikan tas yang ia bawa. Zeron lalu mengeluarkan sepuluh batang emas yang cukup berat dan menyodorkan nya di hadapan Zelvia.
"Aku sudah bertindak sejauh ini, dia pasti mau kan?" batin Zeron.
"Tidak akan aku berikan inti sihir ini, sebaiknya kau pergilah, emas-emas ini tidak berguna!" tolak Zelvia.
Zeron mengepalkan tangannya kesal, namun ia juga tidak bisa memaksa Zelvia. Akhirnya, Zeron menyerah dan menaruh kembali emas-emas berharganya itu di tasnya.
"Dasar orang aneh!" batin Zelvia mengumpat.
"Nona!" panggil Gresya.
"Nona, tadi saya melihat keributan disini, nona tidak apa-apa kan?" tanya Gresya.
Zelvia mengangguk pelan, "Aku tidak apa-apa" jawabnya.
Tanpa sengaja, Zelvia melihat ekor Gresya yang sedikit keluar. "Ekormu.." ucap Zelvia mengingatkan.
"Ah iya!" jawab Gresya yang kemudian berubah menjadi manusia seutuhnya lagi tanpa ekor yang terlihat.
__ADS_1
Gresya dan Zelvia terus berjalan menyusuri hutan spirit dan mencari hewan spirit yang mempunyai inti sihir cukup banyak.
Sejauh ini, sudah lima hewan spirit yang berhasil Zelvia ambil inti sihirnya.
"Aghh.." pekik Gresya tiba-tiba.
Zelvia yang mendengar pekikan Gresya sontak langsung menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Zelvia.
"Ti..tidak ada apa-apa, aku hanya sedikit lapar" jawab Gresya yang tengah memegang perutnya sambil meringis kesakitan.
"Apa kau lelah? Bagaimana kalau kita makan dulu, hm?" tanya Zelvia.
Gresya mengangguk pelan, ia lalu berjalan mengikuti Zelvia dari belakang.
"Dasar licik!" umpat Gresya dalam hatinya.
Setelah menemukan tempat yang cukup nyaman, Zelvia mencari beberapa buah-buahan yang sepertinya bisa dimakan olehnya dan rubah seperti Gresya. Ia mengumpulkan buah-buahan tersebut di sebuah kain yang juga Gresya bawa khusus untuk tempat menaruh makanan.
"Apa perutmu sudah baikan?" tanya Zelvia setelah memakan buah-buahan yang ia kumpulkan tadi.
Gresya mengangguk, "Iya nona, terima kasih," ucapnya pada Zelvia.
Setelah beristirahat, Zelvia dan Gresya kembali melanjutkan perjalanannya.
Kini, sudah sekitar 23 hewan spirit yang diambil inti sihirnya oleh Zelvia. Sedangkan, inti sihir yang terkumpul sudah mencapai 378, tiga diantara hewan spirit dari 23 hewan, mempunyai banyak inti sihir lebih dari hewan lainnya.
"Nona, apa itu belum cukup?" tanya Rero.
__ADS_1
"Aku pikir belum," jawab Zelvia lewat komunikasi pikiran.
Tap.. Gresya tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Ia lalu memancarkan aura membunuh yang besar.