Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 60. Latihan


__ADS_3

Lelaki itu mengangkat kerah baju Rero ke atas.


"A..apa yang kau lakukan?" Tanya Rero bingung.


"Cih...hanya lelaki rendah seperti mu tidak pantas menjadi salah satu pengawal di antara kami!" Ucap pengawal dengan nada meninggi.


"Apa maksudmu?!" Tanya Rero kesal.


"Dasar bodoh! Kau sama sekali tidak pantas menjadi pengawal!" Tegas Orde, nama si pengawal itu.


"Siapa yang kau bilang bodoh, hah?!" Kesal Rero.


Buggg....


Rero memukul wajah Orde hingga tersimpuh di lantai.


"Ada apa ini?" Ucap Ester dari samping.


Semua mata para pengawal tertuju pada Ester. Mereka membungkuk hormat dengan cepat.


"Kenapa kalian membungkuk?" Tanya Rero aneh.


"Heh, lancang sekali kau! Dia adalah Tuan besar Ester beserta putrinya, jadi tentu saja kami membungkuk hormat" Jelas Orde menghina.


Rero hanya terdiam karena dia memang tidak tahu apa-apa tentang aturan bangsawan. Dulu saat dia berubah menjadi manusia pun, hanya untuk penyamaran semata.


Ester menghampiri Rero dengan santai.


Pukkk.... Ester menepuk bahu Rero.


"Jadi kau lah orang yang akan menjadi kesatria pribadi putriku?"


Rero melirik Zelvia sebentar dan menganggukkan kepalanya.


"Iya tuan!" Jawab Rero tersenyum.


"Ha...ha...ha!!! Baru kali ini ada orang yang tidak hormat padaku!" Tawa Ester.


"Habislah dia..." Bisik para pengawal.


"Maaf? Maksud anda apa ya?" Tanya Rero.


"Ah tidak apa! Sebentar ya.." Balas Ester.


"Aren!" Teriak Ester memanggil.

__ADS_1


Sang pemuda tampan nan gagah langsung menghadap Ester. Ia membungkuk hormat di depan Ester.


"Ren...kau tolong ajarkan pemuda baru ini ya!" Pinta Ester pada Aren.


"Baik Tuan.." Sahut Aren mengangguk.


🍂🍂🍂


Di Tempat Berlatih...


"Wah luas sekali!" Puji Rero.


"Ayo!" Ajak Aren datar.


Rero mengangguk paham.


"Baiklah...kau mulai duluan!" Jelas Aren.


Rero awalnya ragu, tapi ia harus bisa demi pemiliknya itu.


"Ha!!!!" Teriak Rero memukul Aren.


Aren yang merupakan kesatria pribadi Ester yang handal sama sekali tidak mempan pada hal kecil seperti itu.


Bukk...


"Re...Ferix!" Teriak Zelvia cemas.


Melihat putrinya yang cemas, Ester hendak meminta Aren menghentikan pelatihannya.


"Tunggu!" Sela Rero.


Ester dan Zelvia mengehentikan langkah kakinya. Mereka terdiam saat mendengar ucapan Rero.


"Ya ada apa?" Tanya Ester pada Rero.


"Yang Mulia Tuan Besar Ester....izinkan saya mengasah bela diri saya lagi dengan orang ini!" Balas Rero sembari menunjuk ke arah Aren.


Ester awalnya ragu, tapi hanya inilah cara untuk menguji apa dia bisa menjadi kesatria pribadi yang menjaga tuannya atau tidak.


"Baiklah..." Sahut Ester mengiyakan.


"Walau seni bela diri ini lemah di mata para elang..tapi mungkin saja akan berguna dengan manusia!" Batin Rero.


"Ayo!!" Seru Rero.

__ADS_1


Aren mengangguk, "Kau mulai duluan!" Jelasnya.


Dengan cepat Rero menggeleng kepala.


"Kau duluan!" Ucapnya yakin.


"Kau yakin kah?" Tanya Aren.


"Tentu..." Jawab Rero.


Aren maju dan mengeluarkan jurus tinju andalan nya.


"Ha!!!" Ujar Aren.


"Hmp...kau tidak akan bisa mengalahkan ku kali ini!" Gumam Rero tersenyum.


Rero dengan cepat menghindari tinju dari Aren.


"Tinju Elang Astroneri!" Batin Rero.


"Sekarang giliran ku!" Ucapnya.


"Rasakan jurusku!!" Teriak Rero.


Buggg...buggg...buggg...


Tiga pukulan terkena pada perut Aren. Aren yang kuat dan gagah itupun dibuat nya bersimpuh di lantai dengan kesakitan.


"Agh.." Lirih Aren pelan.


Tapi biarpun rasa sakit dan luka yang dialami Aren cukup besar, tapi ia tidak ingin kelihatan lemah, Ia hanya tersenyum pahit dan berdiri seperti tidak terluka sama sekali. Aren berdiri dan mengangkat tangannya ke arah Rero.


"Selamat...kau berhasil!" Puji Aren yang hendak menjabat tangan.


Rero mengulas senyum tipis di wajahnya. Ia menjabat dan menepuk punggung Aren dengan bahagia.


"Terimakasih ya kawan!" Ucap Rero.


Karena tubuh bagian dalamnya yang masih sakit....Aren hanya tersenyum menyahut ucapan Rero.


Prok...prok...


Tepukan tangan pun bergemuruh di tempat itu. Para pengawal, pelayan, dan yang paling penting Ester bersorak-sorai atas Rero yang bisa mengalahkan kesatria handal itu.


Rero menghampiri Ester dan membungkuk hormat.

__ADS_1


"Bagaimana?" Tanya Rero sedikit mengangkat kepalanya ke atas.


__ADS_2