
"Aduh... kenapa bisa pas sekali ya dengan kejadian ini? Tak kuduga di saku gaunku ada sebuah bola sihir perekam" Ucap Zelvia sambil mengambil sebuah bola sihir.
"Bagaimana bisa seperti ini? Ini bukan kebetulan, nona pasti sengaja kan!" Tanya Caily kesal.
"Mana mungkin begitu. Niatku datang kesini hanya untuk memberi tahu kabar investasi keluarga mu" Jawab Zelvia.
"Lalu kenapa bisa ada bola perekam di saku nona?"
"Tadi di ruang perhiasan, aku tidak sengaja menemukan bola ini. Jadi aku bawa saja agar tidak hilang. Soalnya kalau ditaruh di kamar takut hilang☺️" Jawab Zelvia santai.
"Ta...tapi nona" Caily tidak bisa mengelak lagi dan hanya bisa diam dengan kalimat Zelvia.
"Kenapa aku tidak bisa menyangkalnya? Apa hari ini hari kematianku?" Batin Caily dengan panik.
"Nona saya mohon jangan beritahu siapapun apalagi keluarga raja. Saya bersumpah akan melaksanakan apapun yang nona katakan😭" Ucap Caily.
"Benarkah? apa kamu bisa dipercaya?" Tanya Zelvia.
"Tentu nona. Apa saja akan saya lakukan!" Jawab Caily.
"Sebenarnya aku ingin pergi ke festival yang diselenggarakan malam ini di tempat air terjun Vionse. Tapi sayang nya, ayah melarang ku untuk pergi dikarenakan tempat tersebut hanya didatangi kaum rendahan"
"Tapi bukannya nona memang paling benci tempat itu?"
__ADS_1
"Itu dulu. Sekarang aku ingin sekali jalan-jalan dan menghirup udara segar di luar. Apalagi Air terjun Vionse adalah tempat yang sangat sejuk" Ucap Zelvia sambil menghela nafas.
"Lalu apa yang nona inginkan dari saya tentang festival itu?" Tanya Caily kembali.
"Keluarga Marquess Sheink mu adalah keluarga pemberi informasi dan berita yang populer di kalangan bangsawan. Aku ingin kau meminta ayahmu membuat informasi keadaan festival yang menyenangkan dan hal apapun yang membuat reputasi festival meningkat. Dengan begitu, tidak akan ada halangan ku untuk pergi kesana!" Jawab Zelvia.
"Tapi nona, ayah saya orang yang sibuk. Saya tidak tahu apa itu akan berhasil atau tidak"
"Ambil ini. Ini adalah beberapa perhiasan yang sudah kusiapkan" Seru Zelvia mengambil kalung yang terpakai di lehernya.
Wah...ini kan kalung yang hanya ada 10 di dunia. Kenapa nona memberikan ini? Apa tidak apa?!"
"Berikan itu untuk ayahmu. Maka Ayahmu akan menuruti perkataanku. Kau bilang saja atas nama Nona Zelvia" Ujar Zelvia.
"Baik nona"
"Tunggu, aku masih memiliki beberapa syarat untuk mu. Asalkan kau bersedia, maka aku mungkin masih bisa memaafkan mu" Ucap Zelvia
"Tidak masalah apa syaratnya nona! katakanlah☺️"
"Syarat yang kedua mudah dan cukup menguntungkan mu. Kau hanya perlu memata-matai Nona Nuriel selama di dalam istana. Masalah kebutuhan mu seperti uang dan semacam nya akan segera ku urus. Karena sebentar lagi adalah acara kedewasaannya." Ucap Zelvia.
"Kebetulan pangeran mahkota sedang mencari rekomendasi seorang wanita untuk dijadikan datang istana!" lanjutnya.
__ADS_1
"Tenang saja nona, saya tidak akan mengecewakan anda" Jawab Caily.
Setelah selesai berdiskusi, Zelvia kembali ke dalam kamar nya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.
"Bagaimana nona? apa rencananya berhasil?" Tanya Clez sembari menyiapkan air putih hangat untuk Zelvia.
"Ya syukurlah ternyata dia sangat mudah dihadapi" Jawab Zelvia.
"Baguslah kalau begitu nona. Tapi memang apa yang nona katakan pada si muka dua itu?" Tanya Clez.
"Aku memerintah nya untuk mengatakan pada ayahnya menyebarkan berita tentang kebaikan festival. Dengan begitu, mungkin banyak bangsawan yang ingin datang kesana"
"Tapi bangsawan itu kan tidak suka acara seperti itu?"
"Tenang Clez...kau pikir ada yang tidak bisa nonamu ini lakukan? Kau lupa bahwa kekasih pangeran mahkota adalah Nona Nuriel yang dulunya tinggal di desa? Yah walaupun sekarang dia sudah boros dan hidup mewah, tapi mana mungkin dia tidak tertarik dengan festival ☺️" Jawab Zelvia.
"Hmmmm, nona memang pintar"
"Seingatku novel yang kutulis dulu saat menjadi Cho Yin Nuriel sangat menyukai festival. Semoga saja alur ini tidak akan berubah!" Batin Zelvia.
"Oh ya Clez...bantu aku bersiap. Karena ini sudah siang aku akan pergi ke restoran Fansei untuk bertemu dengan temanmu, Molyin"
"Serahkan saja pada saya nona" Jawab Clez
__ADS_1