Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat

Terlahir Kembali Menjadi Putri Raja Yang Jahat
Episode 74. Meninggal ( flashback )


__ADS_3

"Keadaan nyo...nyonya kritis!" ucap si pengawal panik.


"Cepat bawa aku menemui ibu! Cepat!" pinta Nuriel histeris


"Baik Nona.." jawab pengawal itu.


Nuriel dan Hard dibawa ke kamar pribadi Cyela oleh pengawal tadi. Dengan muka pucat yang disertai perasaan sedih, Nuriel terburu-buru membuka pintu kamar ibunya.


BRAKKK....


"Ibu..." teriak Nuriel.


Benar saja, saat Nuriel datang ke tempat ibunya, ia melihat keadaan Cyela yang sudah sangat kritis. Keadaannya pun tak bisa diucapkan dengan kata-kata...


3 Minggu lalu..


"Bu...apa ibu tahu, belakangan ini sedang populer tentang putri Duke Calliorest yang memakai kalung 'Love diamond' yang sangat bagus itu Buu! Para bangsawan saat ini sedang memujinya karena memakai kalung itu. Aku mau ya Bu..kumohon.. " pinta Nuriel.


"Sayang, ibu gak bisa beliin apapun yang kamu mau terus kayak gini! Sebentar lagi kamu sudah mau menginjak usia 15 tahun jadi jangan berpikir seperti anak kecil lagi ya" Tegas Cyela.


"Huh, ibu memang jahat! Aku akan meminta hadiah pada pangeran saja kalau begitu!" Kesal Nuriel.


"Sayang..." Gumam Cyela.


Dengan keserakahannya, Nuriel berlagak lugu dan meminta banyak hadiah dari pangeran. Kedekatannya dengan Cyela, ibunya pun memudar akibat hal-hal yang Cyela tak mampu lakukan untuk anaknya itu.


"Sayang, ibu mohon..sempatkan waktu mu untuk ibu sebentar saja ya!" ucap Cyela memohon.


"Hah? Untuk apa aku membuang waktu hanya untuk wanita tua sepertimu..cihh" Hina Nuriel.


Cyela hanya bisa menangisi keadaannya. Memang benar, saat ini dirinya terlihat tua renta meskipun masih berumur 38 tahun saat itu. Kenapa? Tentu saja karena penyakit yang dialaminya. Ia mengidap penyakit itu dari kecil tanpa perawatan orang tua.


"Sayang, i-ibu hanya ingin bersamamu disisa umur ibu.." ucap Cyela dengan suara pelan nan lembut.


Nuriel memutar bola matanya malas, "Dasar wanita tua!" katanya dan segera berlalu.


Hari demi hari penyakit Cyela kian memburuk. Walaupun sang raja dan ratu sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi nihil..semua itu tidak lebih dari sia-sia saja. Penyakit Cyela hanya bertambah memburuk.


Penyakit yang dialami Cyela pun juga bukan penyakit biasa, ia mengalami kutukan yang parah saat ia lahir akibat kedua leluhur Cyela pernah dengan nekat membunuh anak hewan beast dengan rupa hampir seperti naga lalu menjual intisari kekuatannya. Induk beast itu pun marah, dan memberi kutukan kuat pada keturunan-keturunan leluhur Cyela termasuk Cyela sebagai bentuk balas dendam.


Tiga Minggu kemudian tepatnya saat hari ulang tahun Nuriel...


"Ha..ha..a-aku sudah tidak tahan lagi!" Tutur Cyela menangis.


Raja Vervun dan Ratu Annette menatap Cyela sedih. Bagaimana pun, walau Cyela sangat serakah tapi jasa suaminya tak bisa dibalas dengan apapun.


"Kumohon..panggil Nuriel anakku!" Ucap Cyela memohon.


Salah satu pengawal membungkuk dan mengiyakan perkataan Cyela. Tapi yang dilihatnya malah Nuriel sedang bercumbu dengan Hard pacarnya itu. Pengawal itu juga diusir oleh Hard agar tak melihat kekasihnya, Nuriel sedang bercumbu di taman.


Pengawal itu sesegera mungkin menemui Cyela. Ia mengadukan perlakuannya tadi di hadapan raja, ratu, dan ibu Nuriel sendiri, Cyela.


Ketiga orang tua itu hanya bisa menangis. Cyela juga memohon pada pengawal lainnya untuk memberitahu keadaan dirinya pada Nuriel agar dia mengerti dan mau menemui ibunya.


Tak lama kemudian...


Drap drap drap... terdengar suara langkah kaki dari luar kamar Cyela.


"IBU..." teriak Nuriel cemas.

__ADS_1


"Sayang, kemarilah..." Ucap Cyela.


"Bu..hiks....ke-kenapa ibu seperti ini?" Tanya Nuriel menangis.


Raja Vervun bangkit dari duduk nya. Ia menghela nafas panjang.


"Bahkan anak sendiri tidak tahu keadaan ibunya? Hahaha..lucu..lucu sekali!" sindir Vervun.


"Bu...a-apa maksudnya ini? Ja..jangan-jangan waktu itu..." Ucap Nuriel terbata bata.


"Iya sayang, ibu sudah mengidap penyakit kutukan sejak lama"


"Penyakit kutukan?" Tanya Nuriel.


"Benar, penyakit kutukan turun temurun!" jelas Cyela.


Mata Nuriel membulat sempurna.


"Berarti apakah aku juga akan mengalaminya?" Tanya Nuriel seraya melepas pelukannya pada ibunya tadi.


"Iya sayang.."


Mata Cyela lesu, ia tak tega jika anaknya harus mengalami hal menyakitkan seperti yang ia alami bertahun-tahun.


"SIAL...SIALAN.." teriak Nuriel tak percaya.


Nuriel menjambak rambutnya sendiri, ia menangis histeris atas nasib nya yang akan terjadi padanya. Karena biar bagaimanapun, ia juga pernah mengalami keadaan kritis saat kecil dan mengalami pingsan selama 2 Minggu.


"Sayang.." panggil Cyela.


"Tidak...tidak.. jangan mendekat.. jangan!" ucap Nuriel.


Cyela menghela nafas, "Sayang kau tak akan mengalaminya, tapi...sini mendekatlah pada ibu"


"Pengawal..ambilkan aku benda tajam!" Pinta Cyela.


Mata Vervun dan Annette terbelalak. Ia tak mengerti apa yang diinginkan Cyela saat itu.


Salah satu pengawal sudah membawa sebilah pisau untuk diberikan Cyela. Cyela juga dengan buru-buru langsung mengambil pisau itu dan...


Cresss....


Ia dengan pelan memotong urat nadinya sendiri dengan pisau itu. Ia lalu mengatakan, "Hisap darahku! Cepat sebelum a-aku meninggal.." Itulah kalimat terakhir yang ia ucapkan untuk putrinya tersayang, Nuriel.


"Tidak Bu...tidak...hiks.." Tangis Nuriel pecah.


"Bu bangun Bu...bu..."


"APA YANG KALIAN LIHAT? CEPAT PANGGIL DOKTER ATAU TABIB...CEPAT!!" teriak Vervun cemas.


Para pengawal berbondong-bondong memanggil perawat, dokter, maupun tabib dan segala pengobatan untuk Cyela.


Sementara Nuriel menangis atas kepergian ibunya itu. Pendarahan yang banyak pun keluar dari urat nadi Cyela yang sudah ia potong.


Srekkk...sebuah kertas terjatuh dari atas kasur.


Ratu Annette yang melihatnya pun mengambil dan membacanya.


Surat itu bertuliskan...

__ADS_1


Nuriel anakku, selamat hari ulang tahun yang ke 15! Ibu doakan umurmu panjang dan sehat selalu...


Sayang, umur ibu tidak lama lagi. Saat ini juga sepertinya kau sudah tahu keadaan kritis ibu. Atau bahkan saat kau membaca surat ini ibu sudah meninggal.


Sayang, penyakit ibu adalah penyakit kutukan turun menurun. Kau juga pasti akan mengalaminya. Tapi...ada satu cara agar kau selamat! Yaitu...meminum darah segar dari salah satu keturunan yang "Baru meninggal dunia"


Pesan ibu, akukanlah apa yang kau mau tapi jangan memaksanya! Lakukan lah selagi kau bisa.. setiap manusia tak ada yang sempurna...


Terima kasih telah hadir di kehidupan ibu, kau adalah bidadari kecilku...Nuriel anakku!


Dari : ibumu Cyela


Untuk : anakku tersayang, Nuriel.


Brukkk... setelah membaca surat itu, wajah Ratu Annette pucat tak bertenaga. Ia bersimpuh di atas lantai dengan tatapan kosong. Hati nya begitu sedih sampai tidak bisa mengeluarkan air mata karena syok berat.


Nyatanya, Cyela sudah tau akan nasibnya dan ia ingin anaknya hidup sehat dan bahagia tidak seperti dirinya itu.


Nuriel yang melihatnya pun segera mendekati Ratu Annette.


"Apa ratu sakit? Sebaiknya aku urusi ratu dulu. Bagaimana pun dia akan menjadi calon mertuaku di masa depan! Maaf bu, tapi..tapi ini kesempatan terbaikku!" Batin Nuriel dengan tatapan sendu.


"Ratu, ada apa denganmu?" tanya Nuriel dengan wajah cemas.


Annette tidak bisa berkata, ia hanya menyerahkan secarik kertas yang ditulis Cyela sebelum dirinya meninggal.


Nuriel yang penasaran akhirnya menerima surat itu dan membacanya.


Tapi aneh, bukannya menangis ia malah tersenyum gembira. Ia menghampiri ibunya dan meminum darah ibunya yang masih mengalir.


Di samping itu, para dokter dan tabib hebat sudah datang di tempat kejadian. Melihat perbuatan Nuriel, mereka berhenti di tempat dan tak mengerti apa yang telah dilakukan nya.


Semua orang tahu, Cyela adalah ibu Nuriel. Tapi..kenapa Nuriel saat ini malah seperti vampir yang sedang kehausan?


Dalam hati mereka mengatakan hal yang sama, "Apa hatinya terbuat dari batu?"


Nuriel yang melihat semua orang di sekelilingnya menghentikan perbuatannya tadi.


Setelah selesai meminum darah ibunya, asap hitam mengepul di sekeliling tubuhnya.


"Akhh..apa ini...sakit sekali.." ujar Nuriel.


"Ahhh..Akhhh aghh.." jerit Nuriel.


Ya..asap hitam itulah kutukan yang sedang dikeluarkan Nuriel. Semua orang disana yang mengetahui nya pun segera meninggalkan tempat khawatir terkena asap itu.


🥀🥀🥀


Setelah memastikan tidak ada kutukan di dalam maupun luar tubuh Nuriel. Para tabib dan dokter langsung melihat tubuh Cyela yang sudah membiru. Ia sudah meninggal dunia.


Kabar duka menyelimuti istana kerajaan, tidak terkecuali Nuriel. Tapi karena ia berulang tahun, ia jadi lebih sibuk mengadakan acara pesta ulang tahun pada para bangsawan.


****


Esoknya, pemakaman Cyela di gelar di tempat pemakaman para bangsawan. Karena bagaimanapun juga, Cyela bukan darah daging keluarga kerajaan jadi mereka tidak bisa memakamkan nya di area leluhur keluarga kerajaan.


Sifat Nuriel pun semakin menjadi-jadi semenjak ibunya meninggal. Antara stres dan keinginan tercampur menjadi satu di dalam hati Nuriel.


Hard yang tahu penghalang terbesar nya untuk menjadi kekasih Nuriel, yaitu Cyela yang sudah meninggal juga merayakan hal itu dengan mengadakan acara minum-minum tanpa diketahui raja dan ratu.

__ADS_1


Sungguh...merekalah pasangan yang tak punya hati nurani!


••Flashback off••


__ADS_2