
"Uhuk...uhuk...nak, ayo dibeli giok ini, ini adalah giok langka nak" ucap pria tua yang duduk bersila dekat Zelvia.
"Siapa?" tanya Zelvia sambil menoleh ke segala arah.
Sang kakek itu berdiri dan menyodorkan giok berwarna hitam pada Zelvia.
"Nak, ayo beli nak" tawar kakek tersebut.
Zelvia yang baru datang, masih bingung. Ia tidak begitu tahu hal yang berhubungan dengan giok.
"Maaf kek, aku--" omongan Zelvia terhenti, tiba-tiba, ada seorang pria dengan baju panjang dan kipas yang ia pegang menghampiri Zelvia.
"Saya beli, kek" ucap pria itu.
"Siapa lagi ini?" Batin Zelvia.
Kakek penjual tadi menggeleng, "Tapi nak, barang ini sudah dibeli wanita ini" ucapnya sembari menunjuk ke arah Zelvia.
"Eh? Aku?"
"Nona, bisakah kau memberikan giok itu padaku? Aku mempunyai banyak barang bagus, kau boleh mengambil salah satu dari itu sebagai gantinya" ucap si pria.
"Dilihat dari penampilannya, pria ini sepertinya orang kaya 'kan? Tapi...kenapa dia mau membeli barang di pinggiran seperti ini?" Batin Zelvia heran.
__ADS_1
"Kek, saya beli giok ini!" ucap Zelvia mantap.
"Nona, bisakah kau berikan itu padaku? Aku sangat membutuhkan nya!" tegas pria di sebelah Zelvia.
"Siapa cepat, dialah yang dapat" sahut Zelvia tersenyum sinis.
DEGGG....
Jantung pria itu berdetak kencang.
"Ma-manis sekali" batinnya.
"Baiklah Kek, berapa harganya?" tanya Zelvia.
"Hanya 5 perak saja nak" ucap si kakek tua itu.
"Tunggu! Kek, jika anda memberikan giok itu padaku, aku akan memberikan anda sebatang emas!" ucap si pria tidak mau kalah.
"Hei! Apa kau tidak punya mata? Jelas-jelas aku duluan yang membelinya, huh" kesal Zelvia.
"Hei nona cantik, ayolah...hanya kali ini!" ucap pria itu memohon.
"Maaf, saya tidak akan menjual giok ini pada anda!" tegas Zelvia dan berlalu pergi meninggalkan pria itu.
__ADS_1
"Tunggu saja kau, nona manis!" gumam pria itu tersenyum.
Disisi lain, Zelvia yang ingin kembali ke penginapan di kagetkan dengan cahaya yang muncul dari giok hitam yang ia beli tadi.
"Eh apa ini?" tanya Zelvia.
"Ha...kenapa aku harus membeli barang seperti ini? Tapi, melihat keinginan pria tadi, sepertinya ini lumayan berharga" Batin Zelvia bingung.
"Tuan..tuan.." panggil seseorang dengan samar-samar.
"Hah? Siapa?" tanya Zelvia.
"Mulai sekarang, giok ini akan berubah kepemilikannya menjadi milik anda" ucap orang itu.
"Giok? Giok apa?" tanya Zelvia.
"Saya adalah serpihan jiwa di giok ini, saya diperintahkan tuan sebelumnya untuk bertemu anda sebelum saya benar-benar menghilang dari dunia ini" ucap orang itu.
"Siapa tuan mu? kenapa dia bisa tahu tentangku? Satu lagi, siapa kamu dan kenapa kamu akan menghilang dari dunia ini?" Tanya Zelvia.
"Nona, untuk hal itu...saya tidak bisa memberitahukan kepada anda. Saya yakin, suatu hari nanti anda pasti akan tahu jawabannya" ucap orang itu lagi.
Tiba-tiba, cahaya yang tadi menghilang perlahan seperti hal nya bunga yang gugur.
__ADS_1
"Hei, jangan pergi dulu! Aku masih punya pertanyaan untukmu!"
Tapi nihil, cahaya itu telah menghilang selamanya. Di samping itu, giok yang tadinya berwarna hitam polos, kini dihiasi dengan ukiran burung elang. Entah kenapa, hati Zelvia mendadak sakit, kepala nya pun pusing dan akhirnya ia pingsan di tempat.