
"Kek berhentilah! Kakek salah paham!" Teriak Rai sambil mendorong lengan Zelvia agar menghindar dari tubuhnya.
"Kakek, ini bukan seperti yang kakek pikirkan!" Jelas Zelvia berlari menuju Kek Jon.
"Oh maafkan kakek, harusnya kakek tidak menggangu kalian!" Ucap Kek Jon minta maaf.
"Kek dengarkanlah dulu ya... emmm bagaimana kalau kita duduk di sofa itu?" Tanya Zelvia ramah.
"Ok ok" Sahut Kek Jon.
Zelvia menjelaskan semua yang terjadi pada Kek Jon. Setelah 20 menit berlalu, akhirnya Kek Jon mengerti dan kembali meminta maaf karena sudah salah paham pada Zelvia dan Rai.
"Rai, dan....nak ini, kakek minta maaf karena sudah salah paham" Kata Kek Jon.
"Tidak apa kok Kek" Jawab Zelvia tersenyum.
"Oh ya, siapa namamu nak? Waktu itu kakek belum sempat menanyakan namamu"
"Emm namaku Zelvia kek" Jelas Zelvia.
"Zelvia ya? Nama yang bagus!" Puji Kek Jon.
"Kakek akan ambilkan cemilan dulu" Seru Kek Jon.
"Kakek, anda tidak usah repot-repot! Saya juga sudah membeli jajanan di depan rumah ini tadi" Tutur Zelvia.
"Tidak apa kakek juga sedang lapar, belum makan malam" Sahut Kek Jon santai.
"Rai kau ajak nak Zelvia mengobrol dulu ya"
"Hmmm..." Sahut Rai singkat.
Seperti biasanya, Kek Jon pergi ke dapur dan menyiapkan beberapa cemilan malam.
__ADS_1
"Kenapa kau datang kesini?" Tanya Rai dingin.
"Emm... sebenarnya aku mempunyai suatu masalah, tapi..." Ucap Zelvia ragu-ragu.
"Tapi apa?" Tanya Rai lagi.
"Apa kau tahu tentang legenda elang?" Kata Zelvia bertanya.
"Ya.... Legenda tentang pahlawan dan elang bersahabat" Jawab Rai.
"Apa itu benar ada? Apa legenda elang nyata?" Tanya Zelvia penasaran.
"Emmm....Aku tidak tahu!" Tegas Rai.
"Ya ya ya....aku kurang percaya tentang itu!" Gumam Zelvia.
"Oh ya, bolehkah jelaskan sedikit mengenai sihir padaku?" Tanya Zelvia lagi.
"Kau itu bertanya terus!" Kesal Rai.
"Sihir terbagi menjadi 3 tingkatan, tingkat bawah, tingkat sedang, dan tingkat atas. Apa itu cukup?" Ujar Rai.
"Ya lumayan sih" Jawab Zelvia sambil memutar matanya.
"Kalian cukup akrab ya...." Kata Kek Jon yang membawa cemilan dari dapur.
"Ini ambillah" Lanjutnya sambil meletakkan cemilan itu di meja.
"Nak Zelvia, apa obrolan mu lancar dengan Rai?" Tanya Kek Jon lembut.
"Ahaha....begitulah" Jawab Zelvia agak aneh.
"Kek aku ingin bertanya" Pinta Zelvia.
__ADS_1
"Apa itu? Katakanlah nak"
"Kek aku ingin tahu sihir yang berhubungan dengan legenda elang" Ucap Zelvia.
"Sihir dan legenda elang ya?! Aku pernah membaca buku mengenai itu, kabarnya elang yang di dalam legenda bukanlah elang biasa melainkan Fairest Magic, itulah sebutan bagi binatang sihir" Jelas Kek Jon.
"Itu sangat mengejutkan!" Kagum Zelvia.
"Rai, Zelvia, ikutlah denganku" Suruh Kek Jon.
Kek Jon mengajak Rai dan Zelvia ke tempat yang cukup gelap.
Sringgg......
Suatu cahaya keluar dari tangan Kek Jon, itulah yang disebut Sihir
Tiba-tiba keluarlah gelembung-gelembung air, Gelembung air itu berkumpul menjadi satu dan membentuk lingkaran yang amat sangat besar.
"Masuklah" Ajak Kek Jon.
Zelvia awalnya ragu, tapi ia harus percaya karena satu-satunya orang yang bisa memberitahukan informasi yang ia mau tentang sihir hanya Kek Jon dan Rai.
"Baiklah" Jawab Zelvia.
Mereka bertiga masuk ke dalam gelembung itu, ajaibnya gelembung itu tidak pecah dan malah di dalamnya terdapat hutan dengan energi sihir yang begitu besar.
"Apa kau ingin belajar sihir?" Tanya Kek Jon.
"Aku..." Zelvia masih agak ragu tentang perkataan Kek Jon. Ia pikir, tidak boleh sembarang percaya pada seseorang yang bahkan baru ia kenal 2 malam.
"Aku harus bagaimana? Aku tidak bisa sembarang percaya pada orang yang bahkan baru aku kenal 2 malam. Tapi kalau hanya berdiam diri dan bergantung pada orang lain aku tidak akan bisa menemukan semua rahasia yang aku inginkan" Batin Zelvia.
"Nak, dengarlah....kakek tidak mempunyai maksud jahat padamu"
__ADS_1
"Hemm....aku menyetujui nya Kek!" Yakin Zelvia.
"Baguslah....kalau begitu ulurkan tangan kananmu" Pinta Kek Jon.